Reihan masih duduk termangu di depan ranjang Jessy. Wanita ini masih belum sadarkan diri. Perawat yang baru saja keluar dari kamar ini mengatakan mungkin Jessy masih belum mau bangun. Karena efek obat biusnya sudah habis. Sedangkan di samping kanannya Ajeng baru saja kembali tertidur.
Mereka berdua sempat berbicara sebentar sebelum Ajeng memejamkan matanya kembali. Saat ini Reihan benar-benar bingung harus bagaimana menghadapi Jessy nanti. Dia sedang menebak-nebak reaksi apa yang akan Jessy lakukan jika dia mengetahui fakta yang sangat menyakitkan itu.
Reihan berniat untuk berpindah duduk ke sofa saat pundaknya terasa sangat pegal. Baru saja dia ingin berjalan tangannya di raih oleh seseorang. Reihan melihat siapa yang baru saja menahannya. Ternyata itu Jessy, dia membuka matanya dan ter