Saat ini Reihan dan Jessy sedang berada di atap gedung rumah sakit yang dijadikan taman terbuka hijau oleh pihak pengelola. Reihan berusaha menghibur Jessy dengan cara mengajaknya jalan-jalan menghirup udara segar. Reihan berharap Jessy bisa berpikir lebih jernih lagi.
“Rei, kenapa kamu mengaku kekasihku kepada dokter?” Tanya Jessy tiba-tiba.
“Aku asal berbicara saja. aku pikir jika aku mengatakan bahwa aku kekasihmu dia akan mengatakan semuanya kepadaku.” Reihan pun menjawab santai. Karena saat itu hanya itulah yang dia pikirkan.
“Begitu rupanya. Aku pikir kamu menaruh hati kepadaku. Tapi, lebih baik seperti ini. tidak ada laki-laki yang mau memiliki pasangan yang tidak memiliki rahim. Apalagi orang sepertimu, kamu pasti menginginkan keturunan untuk mewarisi semua kekayananmu. Dan sese