Jessy menatap Reihan tidak percaya. Dia mengedipkan matanya beberapa kali saat Reihan selesai menyelesaikan kalimatnya. Reihan yang bingung dengan reaksi Jessy pun melambaikan tangannya di hadapan wajah Jessy sampai dia tersadar.
Beberapa menit lalu saat pelayan sudah selesai meltakkan semua pesanan mereka, Reihan mengatakan jika dia tertarik kepada Jessy dan bengajak Jessy untuk berkencan. Tapi sebelum semua kata-kata itu keluar dari mulut Reihan, dia menawarkan pekerjaan kepada Jessy sebagai sekretarisnya di kantor.
Kedua tawaran itu sama-sama membuat Jessy lupa untuk menghirup oksigen bebas yang ada di sekitar mereka saat ini. Jessy tidak menduga Reihan akan mengatakan semua itu. Dia pikir ajakan Reihan untuk makan siang hari ini adalah sebagai rasa bersalahnya untuk kondisinya yang s