Reihan menghembuskan napas kesal saat membayar semua belanjaan Jessy. Ini bukan masalah seberap abanyak uang yang dia keluarkan, tapi barang apa yang Jessy beli. Berbanding terbalik dengan Reihan Jessy tersenyum geli sedari tadi.
“Jangan salahkan aku, aku sudah memintamu untuk menunggu di kedai kopi yang ada di sebelah departemen store ini.”
“Sudahlah, ayo jalan.” Ajak Reihan cepat. mukanya sudah merah padam saat ini.
Jessy pun mengucapkan terima kasih kepada sang kasir dan langsung membawa semua kantong belanjanya dengan hati senang. Karena Reihan membelikan underware bermerk untuknya. dan harga satu underware bisa sampai tiga ratus ribu.
“Begini rupanya kalau punya kekasih orang kaya.” Gumam Jessy pelan.
“Dan sekarang kamu mengakuiku sebagai kekasih?” Tanya Reihan sambil membalikkan