Andreas dan kedua rekannya sedang sibuk berdiskusi. Mereka tampak serius dengan apa yang mereka bicarakan saat ini. Anton ingin menyusul Reihan yang pergi ke Teheran. tapi mereka tidak punya akses untuk ke sana. Abigail sudah membujuk ketua dari tim pengawal Reihan, tapi tidak berhasil. Mereka hanya butuh informasi di kota mana adik Reihan berada dan apa yang sebenarnya terjadi.
“Orang-orang Reihan bener-bener setia sama bosnya. Kalau gini mah susah.” Ucap Anton sambil menyugar rambutnya kesal.
“Gue coba cari informasinya dari sini, Bang… santai dulu.” Andreas berusaha menenangkan Anton.
Kesepuluh jarinya mulai menari-nari di atas keyboard laptop berwarna silver miliknya. Benda persegi pipih ini sudah seperti belahan jiwanya yang selalu bisa memberikan ketenangan dan ketantraman hati y