Reihan sudah siap dengan perlengkapan ‘tempurnya’. Kaus hitam polos dan jeans hitam yang selalu menjadi ‘seragamnya’ di saat seperti ini. Rompi anti peluru pun Sudah bertengger di tubuh kekarnya. Dua buah hand gun Sudah tersemat di sisi kanan dan kiri pinggang rampingnya. Serta dua belati kecil sudah diselipkan di betis kanan dan kirinya.
Dia sudah benar-benar siap saat ini. Dia tidak mau kehilangan orang yang sudah dia cari bertahun-tahun. Sepertinya dia terlalu lengah beberapa waktu lalu. andai saja saat selesai menuntaskan balas dendamnya dia langsung mengunjungi adiknya di negara ini, mungkin kesialan seperti ini tidak akan menghampiri.
Baru saja dia ingin keluar dari rumah yang dia tempati, Reihan dikejutkan dengan wajah ketiga orang yang sangat dia kenal saat membuka pintu. Lima or