Putri Charlotte kaget bukan main begitu membuka matanya. Kini ia berada di tempat yang sangat ia kenal. Tapi tempat itu tidak berada dalam kemungkinan-kemungkinan yang dibayangkan sebelumnya karena suatu alasan.
“Ethan? Mengapa kamu membawaku ke sini? Apakah kamu sudah mengeceknya sebelum ke sini? Tapi… untuk apa?”
Mata Putri Charlotte membelalak saat memandang kondisi sekitarnya. Tanpa melihat ke arah lawan bicaranya, ia mengamati sudut demi sudut dari ruangan yang ia pikir telah ditempati selama dua tahun lebih dan ditinggalkan satu setengah bulan lalu.
Banyak perasaan yang bercampur aduk saat Putri Charlotte mengetahui ia mengira berada di apartemen Ethan, ruangan nomor 3903. Tentu saja ia begitu senang karena berpikir tidak akan kembali melihat ruangan penuh kenangan itu. Rasa takut