Ternyata bukan hanya Nick saja yang terbantu dengan penjelasan dari Near. Tapi juga Pedro. Setelah Nick kembali ke ruangan apartemen nomor 3903, Pedro langsung menyambutnya dengan pertanyaan demi pertanyaan.
"Jadi jaman dahulu semua manusia biasa mengetahui bahwa ada penyihir di antara mereka ya?" tanya Pedro dengan nada bersemangat.
"Iya, bahkan salah satu keluarga Alexandria jaman dahulu boleh menikah dengan manusia biasa. Namun setelah manusia mengusir para penyihir, kita berusaha sebisa mungkin tidak terdeteksi sebagai penyihir di antara mereka. Oleh karena itu, kerajaan lain selain Kerajaan Alexandria memilih untuk mempekerjakan orang-orang yang mempunyai kekuatan magis saja. Kami tidak dapat melakukan hal tersebut karena menurut kami melakukan pengusiran yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan lain adalah hal yang tidak manusiawi."
Pedro mengangguk-angguk saat mendengar kembali penjelasan lebih detil mengenai sejarah antara penyihir dan manusia biasa dari sisi seorang putri dari Kerajaan Alexandria. Namun Pedro melihat perubahan ekspresi dari Nick. Wajah mata Nick mengarah pada Pedro namun pandangannya tampak mengawang-awang.
"Ada apa, Nick?"
"Aku hanya menjadi sedih kembali saat mengingat perjuangan keluarga kami menjadi sia-sia belaka. Sebelum aku meninggalkan Kerajaan Alexandria, para pegawai kerajaan yang merupakan manusia biasa melakukan kerusuhan dan diduga akan melakukan pemberontakan terhadap istana. Padahal kami begitu menghormati dan memperhatikan mereka sama seperti keluarga sendiri."
Tidak ada kata-kata yang dikeluarkan lagi baik dari mulut Nick maupun mulut Pedro. Melihat ekspresi Nick yang tak kunjung membaik, Pedro berinisiatif membuka kulkas, menuangkan sûsu cokelat ke dalam sebuah gelas, lalu memanaskannya dalam microwave. Sebuah minuman kesukaan Nick, baik di saat senang maupun sedih.
"Minumlah," kata Pedro sambil memberikan secangkir sûsu cokelat hangat sehingga membuyarkan lamunan Nick.
"Terima kasih, Pedro!"
Perlahan-lahan emosi Nick pun kembali netral. Setelah menghabiskan seluruh minuman dalam gelasnya, Nick menaruh gelas kosong di atas meja lalu menatap Pedro dengan pandangan penuh semangat.
"Seharusnya aku tidak bersedih. Aku masih mempunyai kalian semua yang begitu memperhatikanku!"
Pedro tersenyum karena melihat teman baiknya sudah kembali seperti biasa. Lalu Pedro pun teringat perkataan Nick di hari kemarin. Sebuah kata dari mulut Nick yang telah menguatkan Pedro.
"Tentu saja. Kita kan sudah menjadi keluarga satu sama lain."
*****
Pintu ruangan Keanu diketuk oleh Ethan saat Ethan sampai di lantai dua Pehme Tera Bar. Setelah suara laki-laki di dalam ruangan memberikan izin untuk masuk, Ethan memutar knop pintu di hadapannya.
"Apakah Reika tidak datang ke sini hari ini?" tanya Keenan pada laki-laki yang sedang duduk tenang di depan meja yang berantakan.
Kacamata Keanu diturunkan hingga menyentuh cuping hidung dan ia melihat sosok di hadapannya dengan bola mata mengarah ke atas. Ethan baru saja bertanya tentang keberadaan cucunya. Hal yang hampir tidak pernah dilakukan oleh Ethan kecuali ada informasi yang berkaitan dengan klub malam yang dikunjungi oleh Reika.
"Jangan bilang kamu mau mencari tahu kembali mengenai Irvine," kata Keanu sambil mengerenyitkan dahinya.
Ethan tidak menjawab dan hal tersebut sudah menjadi jawaban bagi Keanu. Mengetahui alasan utama Ethan datang ke tempatnya itu membuat Keanu tidak nyaman. Laki-laki yang sudah tua itu menghela nafas keras, menaruh kacamata bacanya di atas meja, lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Aku akan meminta Reika datang ke sini secepatnya. Sementara menunggu mari kita berbincang-bincang terlebih dahulu."
"Thanks, Keanu."
Ethan mengikuti langkah kaki Keanu yang perlahan dan agak membungkuk menuju salah satu wine yang ia taruh di paling pojok rak. Sebuah wine yang sudah di simpan oleh Keanu selama puluhan tahun dan selalu dengan mudah disajikan untuk menjamu teman lamanya. Dan biasanya semakin lama umur wine yang disajikan, maka semakin serius juga percakapan yang akan diperbincangkan.
Sebuah cairan berwarna gelap mengalir dari botol berukuran magnum menuju sebuah cangkir kaca yang terlebih dahulu dimasukan sebuah bongkahan es batu. Baik Ethan maupun Keanu menyeruput wine tersebut dengan nikmat. Mereka menikmati keindahan rasa dari sebuah proses kimiawi yang membutuhkan waktu selama puluhan tahun.
"Ada perlu apa kamu mengetahui informasi mengenai klub itu?"
"Aku tahu membahas tentang Irvine berarti membuka luka lama untuk kalian. Namun aku mempunyai informan yang sepertinya dapat dipercaya."
Keanu mengerjapkan matanya beberapa kali. Seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ethan. Mendengar Ethan mempercayai seorang informan membuat Keanu takjub sekaligus penasaran. Informan seperti apa yang bisa membuat Ethan percaya?
"Dan siapakah informan itu?"
"Teman dari Nick saat berada di tempatnya terdahulu."
Respon yang hanya berupa sebuah anggukan dari Keanu membuat percakapan di lantai dua Pehme Tera Bar itu terlihat seperti pembicaraan satu arah. Walaupun sebenarnya Keanu ingin mempertanyakan banyak hal pada orang di sebelahnya. Bahkan Keanu sudah siap untuk mendebat bila diperlukan.
"Ia mengatakan kalau ada sekumpulan orang yang menjaga di perbatasan Kota Windhill dengan tujuan ingin mengambil orang-orang dari Kerajaan Alexandria. Hal ini seharusnya berkaitan dengan informasi terbaru mengenai Behdad Shahzard yang berada di dalam klub milik Irvine."
Sebuah gerakan meneguk wine di antara pembicaraan telah mengisyaratkan bahwa Ethan tidak siap dengan pembicaraan tersebut. Seorang Ethan atau Skyf selalu dikenal mempunyai pembawaan yang tenang. Namun tampaknya saat ini ketenangan Ethan berkurang drastis.
"Jadi sesuai analisamu, apa saja kesimpulan dari informasi-informasi yang telah kamu kumpulkan?"
"Aku tidak yakin.. tapi aku menduga Irvine berada di balik pencegatan yang terjadi kepada orang-orang dari Kerajaan Alexandria di perbatasan Kota Windhill. Dengan itu berarti ia mempunyai akses terhadap Kerajaan Alexandria."
"Jadi…. Jangan-jangan mengapa kamu tidak mendapatkan informasi apa pun dari kerajaan karena hal itu?"
"Aku baru menduga hal ini menjadi salah satu penyebabnya. Namun aku mempunyai asumsi yang lain. Bila ia tidak terlibat dengan pencegatan itu, berarti Behdad sengaja mencari Irvine. Dan aku belum tahu apa yang diinginkan Behdad terhadap Irvine."
Keanu terbatuk-batuk kecil setelah meneguk wine dalam gelasnya hingga habis. Walaupun Keanu tidak mengerti tujuan asumsi yang kedua dari Ethan, namun Keanu merasakan temannya ini tidak akan berdiam diri saja dengan sebuah ataupun dua buah asumsi yang telah dibuatnya.
"Jadi… apa yang akan kamu lakukan? Apakah Reika akan diminta untuk masuk ke dalam klub Irvine dan mencari informasi dari sana?"
Perasaan panik dari Keanu menjadi semakin meningkat setelah Ethan memandangnya dengan serius. Batuk pun spontan keluar dari mulut Keanu karena situasi tidak mengizinkannya untuk tenang. Terutama saat Keanu membayangkan bahwa akan ada keterlibatan cucunya dalam rencana Ethan. Sebuah insting dari seorang Kakek.
"Kamu sudah dapat menebaknya sendiri, Keanu. Aku ingin minta bantuan Reika untuk masuk ke dalam klub milik Irvine."