Karena jam makan malam sudah tiba, Nick beranjak ke dapur untuk mempersiapkan makanan. Melihat makanan siap saji yang dikeluarkan oleh Nick membuat Near langsung bertindak. Near tidak tega melihat tuan putrinya harus mengalami penurunan gizi hanya karena tidak ada yang memberikannya makanan sehat.
"Aku akan membuatkanmu makanan, Nick. Sebaiknya kamu mengurangi makanan-makanan siap saji seperti itu."
Tanpa diminta Near sudah sibuk melihat-lihat isi kulkas.
Beberapa bahan masakan seperti sayur memang berada di kulkas dan Ethan akan memasak sekitar dua hari sekali untuk kedua orang yang tinggal bersamanya. Namun tidak setiap saat Ethan bisa meluangkan waktunya untuk memasak sehingga Nick dan Pedro lebih sering membeli makanan siap saji sesuai dengan selera lidah mereka berdua.
"Kalau Ethan benar-benar bisa telekinesis, seharusnya ia bisa memasak dengan kekuatan magisnya," kata Nick sambil memandangi Near yang sedang memasak.
"Mungkin juga aku salah lihat karena sudah terlalu mengantuk. Walaupun aku yakin aku tidak sedang bermimpi karena aku bisa mencium wangi makanan saat itu."
Near sedang memotong sayur brokoli dan terdengar pembicaraan Nick dan Pedro yang masih berkutat perihal soul eater dari balik punggungnya. Setelah selesai memotong sayur menjadi bagian yang lebih kecil, Near melihat ke arah salah satu dari dua orang yang sedang duduk di kursi pantry.
"Kalau ia benar-benar seorang soul eater, maka tidak aneh kalau ia menyembunyikannya."
"Kenapa begitu?"
"Pada jaman dahulu, seorang soul eater adalah penyihir terkuat dan hampir tak terkalahkan. Oleh karena itu beberapa kerajaan berkumpul dan berniat ingin menghabisi seluruh soul eater yang ada di dunia. Setelah itu pihak kerajaan memberikan pesan kepada semua penyihir untuk mengeksekusi para soul eater karena sudah menjadi ancaman di antara para penyihir."
Sambil memperlihatkan wajah tidak setuju, Nick juga membayangkan apa yang diceritakan oleh Near. Ia tidak dapat membayangkan bila Ethan adalah salah satu kaum penyihir yang menjadi ancaman.
"Walaupun Ethan adalah soul eater aku tidak peduli. Lagipula bila Ethan, Pedro dan Olly tidak menolongku saat itu, aku juga tidak akan berada di sini saat ini."
Ucapan Nick tidak bisa dibantah lagi oleh Near. Sejak masih berada di Kerajaan Alexandria pun Near sudah mengetahui bahwa Putri Charlotte memang keras kepala. Sama seperti saat Putri Charlotte menghampiri tempat tinggal karyawan kerajaan Alexandria padahal sudah diberitahu sebelumnya bahwa akan ada kerusuhan. Oleh karena itu Near lebih memilih untuk melanjutkan kegiatannya dalam memasak dibandingkan berusaha meyakinkan Nick.
"Near mengatakan bahwa seorang soul eater bisa mempunyai beberapa kekuatan magis. Bisa jadi hal tersebut berkaitan dengan banyaknya jiwa dan bakat yang diumpamakan sebagai neutron dan elektron sesuai perkataan Olly. Wow, aku masih ingat semua yang dikatakan oleh Near hari ini!"
Sementara Nick dan Pedro membahas semua yang diajarkan oleh Near kepada mereka, Near masih memikirkan topik yang dibahas terakhir kali. Skyf Oleander. Near mempertanyakan bagaimana mungkin seorang kepala pengawal kerajaan tidak begitu dikenal oleh keluarga kerajaan.
Near melihat ke arah Nick yang tampak tidak cemas sama sekali, tidak seperti dirinya. Setelah kejadian mengerikan yang diceritakan oleh Nick tadi siang, Nick tampak terlihat baik-baik saja dan justru hal tersebut membuat Near bertanya-tanya. Near tidak habis pikir mengapa Nick tidak menjadi lebih berhati-hati terhadap orang asing setelah kejadian traumatis yang menimpanya. Kejadian traumatis yang menjadikan Nick sebagai saksi dari kematian orang-orang yang melindunginya.
"Ataukah sebenarnya ia hanya menutupi ketakutannya selama ini?" tanya Near dalam hati dan berusaha memendam semua pertanyaannya sendiri, diiringi dengan desisan sayur yang beradu dengan minyak panas.
Setelah sekitar setengah jam mempersiapkan makan malam, Near memindahkan semua makanan dari panci penggorengan ke atas piring dan mangkuk. Makan malam hari itu adalah tumis brokoli ,wortel dan ayam cincang menggunakan mentega dan juga kentang rebus yang diberi garam. Sebuah makanan sederhana namun memberikan aroma yang menggoda sepanjang proses memasak. Tidak hanya menyajikan makanan, bahkan Near membuat jus sayuran yang dipadukan dengan lemon. Pedro yang sejak dulu tidak suka sayuran pun bisa makan dengan lahap malam itu.
Dibandingkan dengan Ethan, ternyata Near lebih bisa memberikan rasa yang pas pada masakannya karena Pedro tidak segan-segan memuji masakannya, sedangkan Nick memberikan komentar yang pastinya lebih bersemangat dari Pedro.
"Aku tidak tahu kamu pintar memasak, Near!"
"Aku hanya suka membantu orang-orang di dapur saat menjadi pegawai kerajaan," kata Near membalas antusias Nick dengan wajah santai. "Dan yang pastinya lebih sehat dengan makanan siap saji yang kalian simpan di kulkas."
Jam makan malam adalah batas dari jadwal Near mengajarkan Near sesuai dengan perjanjian di awal antara dirinya dan Ethan. Selain menepati janjo, Near harus pulang ke Desa Kukree dan menempuh perjalanan yang cukup jauh sehingga ia tidak berniat pulang lebih malam lagi.
"Sebaiknya kita belajar hal-hal dasar terlebih dahulu dibandingkan langsung mempraktekannya. Bagaimanapun kamu harus mengerti dasar-dasar mengenai ilmu magis terlebih dahulu karena kamu tipe orang yang harus mengerti alasan di balik sebuah informasi supaya bisa mengingat dengan baik."
Penjelasan Near membuat Nick merasa dimengerti. Memang benar selama ini Nick selalu belajar dengan kecepatan yang disamakan dengan orang lain. Guru magis di Kerajaan Alexandria, Pedro, Olly maupun Ethan. Semuanya mengajarkan Nick dengan kecepatan mereka masing-masing. Mereka menjelaskan apa yang mereka ketahui dan mereka ingin ketahui saja. Padahal keingintahuan Nick sangat tinggi dan membutuhkan waktu dan usaha untuk menjelaskan yang lebih lama sehingga saat ia tidak diberikan jawaban atas sesuatu yang ingin ia ketahui, Nick akan dengan segera melupakannya.
Selama Near mengajarkan Nick, ia selalu bisa memberitahukan Nick dengan perumpamaan yang sederhana sehingga hal tersebut dapat mempercepat penangkapan Nick. Terlebih lagi Near memang sangat sabar saat berurusan dengan tuan putrinya. Tidak ada yang bisa menghalangi Near untuk melakukan segala hal hingga menunggu beberapa lama tanpa berbicara sekalipun bila tindakan itu bisa membuat tuan putrinya lebih senang.
Untuk menghormati kedatangan Near, Nick sengaja mengenakan sepatu untuk mengantar Near hingga lobi apartemen. Selain itu Nick sudah berencana mengucapkan sesuatu pada teman lamanya, sehingga saat hendak keluar ruangan ia memberikan tanda pada Pedro untuk tidak mengikutinya.
"Aku berharap kamu bisa tinggal di gedung yang sama dengan kami," kata Nick sambil menutup pintu 3903 dan berjalan di samping Near menuju lift.
"Sebenarnya aku belum siap meninggalkan Desa Kukree."
"Karena anak-anak yang kamu ceritakan tadi?"
Near mengangguk tanpa melihat ke samping. Ia merasa tidak nyaman saat menomorduakan tuan putrinya dan lebih memilih orang lain. Padahal selama di kerajaan Near selalu menomorsatukan Putri Charlotte.
"Aku hanya ingin memastikan mereka baik-baik saja. Setelah itu aku baru bisa mengikutimu untuk menjagamu…." Near menoleh ke samping dan tersenyum singkat. Namun saat mendapati orang di sampingnya terdiam dengan wajah melamun, Near langsung menepuk bahu Nick.
"Ah… sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu…."
Near ikut bergeming saat mendengarkan ucapan Nick. Apakah ada yang salah? Apakah Nick tidak ingin bersama dengannya? Semua pikiran negatif langsung melintas dalam pikiran Near.
"Ada apa?"
"Aku ingin menjadi lebih kuat supaya orang-orang di sekelilingku tidak terluka. Bahkan aku ingin melindungi mereka. Jadi tolong bantu aku supaya aku bisa menemukan kekuatan ilmu magisku dan menjadi lebih kuat."
Perkataan menjadi lebih kuat terdengar di telinga Near sebagai perkataan seperti tidak ingin dilindungi. Near juga mengetahui tuan putrinya sudah jauh lebih dewasa dari sebelumnya. Tapi jauh di lubuk hati Near lebih menginginkan tuan putrinya bergantung padanya saja dibandingkan dengan bergantung pada kekuatan sendiri. Perkataan Nick membuat Near dilema. Near ingin mengatakan sesuatu dan perkataan itu lebih cocok digunakan saat Near ingin melindungi Nick bukan hanya sebagai pengawal seperti Ethan, tapi lebih dari itu. Perkataan "Tenang, aku akan terus berada di sisimu untuk melindungimu" tertahan begitu di dalam tenggorokan.
Di sisi lain Near juga baru paham bahwa selama dua tahun ini Nick telah berjuang mengatasi ketakutannya akan kehilangan orang-orang yang berada di sekitarnya sehingga ketakutan tersebut memberikan Nick kekuatan untuk menjadi lebih kuat.
Dan pada akhirnya Near memilih untuk mendukung apa yang tuan putrinya inginkan sehingga terpaksa menahan perkataan dan perasaannya. Seperti biasa.