Daerah pantry di apartemen no 3903 sudah tampak seperti sebuah ruang belajar. Nick dan Pedro duduk bersebelahan sambil mencatat apa yang dikatakan oleh Near yang duduk di seberang mereka. Bagaikan seorang guru, Near berulang kali menanyakan apakah murid-muridnya sudah paham setelah ia selesai menjelaskan. Walaupun sebenarnya Near hanya memandang Nick dan seringnya mengabaikan pertanyaan Pedro.
Near menjelaskan mengenai cara-cara berkonsentrasi yang menjadi dasar untuk mengeluarkan kekuatan magis. Sesekali Near membuka buku yang ditawarkan oleh Nick di awal sebagai pedomannya saat menjelaskan. Guru dadakan itu berusaha menerangkan apa yang telah ia pelajari dari kedua orang tuanya sedari kecil dan menggabungkan dengan apa yang tertulis di dalam buku.
Ethan hanya mengamati proses belajar mengajar yang terjadi di tempat tinggalnya pada beberapa menit awal. Lalu ia berpamitan untuk melanjutkan pencariannya yang sempat tertunda. Dan setelah Ethan keluar dari apartemennya, Near langsung menghentikan proses pengajarannya dan bertanya pada Nick mengenai sesuatu hal yang mengganjal di otaknya.
"Apakah dia benar-benar Skyf Oleander yang telah menjaga mendiang nenekmu?"
"Iya. Apakah kamu mengenalnya? Bahkan aku pun hampir melupakannya karena Ayah dan Ibu tidak pernah membahas tentangnya sama sekali," kata Nick menaruh pulpen yang dipegangnya dan memandang Near dengan wajah yang bertanya-tanya.
"Ayahku pernah membahas tentangnya. Saat itu ayahku masih muda dan dia sudah menjadi kepala pengawal kerajaan. Aku tidak menyangka penampakannya bahkan terlihat lebih muda dari ayahku."
"Benar juga. Seharusnya Ethan mempunyai wajah yang lebih tua dari orang tua kita," kata Nick mengerutkan dahinya. Perkataan Near membuatnya tersadar bahwa Ethan bukan hanya awet muda tapi ada ada kejanggalan karena gap umur yang terlalu jauh dari apa yang mereka lihat.
"Bisa saja Ethan melakukan perubahan wajah… kalian tidak pernah mengetahuinya?"
Mendengar pernyataan dari Pedro, Nick dan Near langsung melemparkan pandangan yang semakin bingung ke arah Pedro.
"Ilmu magis hanya bisa mengubah benda hidup dengan sementara. Tidak ada hal seperti itu," kata Near dengan yakin
"Bisa saja kan Ethan mengubah dirinya terus menerus? Supaya tampil muda setiap hari?"
"Ethan bukan orang seperti itu! Mana mungkin dia mau menyusahkan dirinya untuk mengubah dirinya setiap hari."
"Sebenarnya bukan itu alasannya… Nick," kata Near merasa janggal saat memanggil tuan putrinya dengan sebutan lain. "Ethan tidak mungkin mempunyai kekuatan magis untuk mengubah bentuk karena ia sudah memiliki kekuatan teleportasi."
"Memangnya tidak mungkin mempunyai dua kekuatan magis?"
Near memejamkan matanya sesaat saat mendengar pertanyaan Nick. Ternyata Nick belum mengetahui hal paling mendasar yang bahkan semua karyawan non penyihir pun sudah mengetahuinya. Near mulai berpikir setelah kembali ke Desa Kukree ia akan berusaha untuk membuat pertanyaan-pertanyaan dasar yang dipakainya untuk menguji tingkat pengetahuan Nick.
"Semua penyihir hanya mempunyai satu kekuatan magis."
Nick langsung mencatat perkataan Near di atas buku. Dengan sabar Near menunggu hingga Nick selesai mencatat barulah ia melanjutkan kembali perkataannya. Sementara itu Pedro hanya terdiam sambil mengingat-ingat sesuatu yang tidak selaras dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Near. Pedro ingin membantah bahwa penyihir hanya mempunyai satu kekuatan magis, tapi ia masih belum mendapatkan informasi yang bisa dipakai sebagai bantahan tersebut.
"Kesamaan antara penyihir dan manusia biasa adalah mereka sama-sama mempunyai jiwa di dalam diri mereka. Dan penyihir mempunyai sebuah bakat khusus yang melekat dengan jiwa itu sendiri. Bila diibaratkan sebuah magnet, maka bakat yang dimiliki oleh penyihir akan terus menyatu dengan jiwa. Untuk mengeluarkan kekuatan magis, maka kita seakan melepaskan bakat dari jiwa tersebut seperti melepaskan dua magnet yang saling berdekatan."
"Dan kita harus memberikan gaya untuk melepaskan dua magnet yang berdekatan. Begitukah?"
"Betul sekali. Oleh karena itu kita harus berkonsentrasi saat melepaskan kedua magnet. Karena pada dasarnya kedua magnet itu akan terus berdekatan bila tidak ada gaya yang diberikan kepada masing-masing."
"Wow! Perumpamaan yang diberikan oleh Near lebih mudah dipahami. Olly mengibaratkannya dengan menggunakan ilmu kimia, jiwa itu sebuah neutron dan sedangkan bakat itu adalah elektron. Untuk membuat elektron tersebut berpindah maka dibutuhkan gaya. Aku sudah menghafal perkataan Olly dan sampai sekarang belum mengerti sama sekali."
"Olly?"
"Namanya Olive. Dia teman kami."
Baru pertama kali Pedro mengeluarkan suara dan Near merasa terbantu dengan jawabannya. Near merasa lebih lega saat tahu bahwa Nick mengucapkan nama perempuan. Dengan adanya Ethan dan Pedro di sekeliling Nick saja sudah membuat Near cemburu, apalagi bila orang yang dipanggil Olly adalah seorang laki-laki.
"Sebenarnya ayahku bilang bahwa semua buku memberitahu perumpamaannya dari ilmu kimia karena lebih tepat. Tapi aku tahu akan sulit menjelaskannya sehingga aku memberitahukan perumpamaan yang diajarkan oleh ayahku."
"Itulah mengapa aku senang belajar denganmu, Near! Karena bahasa yang kamu pakai tidak sulit dimengerti," kata Nick memuji Near dan membuat orang yang dipuji tersenyum.
"Bila diibaratkan sebuah magnet, maka kita akan langsung paham bahwa setiap penyihir hanya bisa menggunakan satu kekuatan magis saja. Dan biasanya merupakan kombinasi dari kekuatan magis orang tuanya. Apabila kekuatan magis kedua orang tua dan leluhurnya adalah kekuatan penyerang, maka seharusnya tidak ada keturunan mereka yang mempunyai kekuatan pendukung."
Tiba-tiba saja Pedro memukul meja pantry. Tindakannya membuat salah satu orang di sekitarnya melihatnya kesal dan satunya lagi kebingungan.
"Sebenarnya… aku curiga kalau Ethan mempunyai lebih dari satu kekuatan magis," kata Pedro mengundang pandangan tajam dari Near.
"Itu sangat tidak mungkin!"
"Kenapa kamu bisa berkata begitu, Pedro? Dan kenapa tidak mungkin, Near? Bisa saja ternyata Ethan adalah penyihir langka yang bisa mempunyai dua kekuatan magis," kata Nick sambil bergantian memandang Pedro dan Near.
Near berpikir keras untuk memberikan jawaban atas pertanyaan Nick. Ia mengetahui sesuatu tentang kebenaran di balik pertanyaan Nick, namun ia hanya terlalu takut untuk mengatakannya.
"Saat aku terbangun di malam hari, aku seperti melihat Ethan menggerakkan sesuatu tanpa menyentuhnya. Berarti kan ia bisa menggunakan kekuatan teleportasi dan telekinesis."
"Seharusnya tidak ada penyihir yang seperti itu…" kata Near dengan nada yang melemah di akhir kalimat.
"Tapi kamu tampak berpikir suatu hal yang lain." Nick dapat menangkap gestur teman baiknya itu di saat sedang kurang yakin.
Near memandang Nick dengan wajah mengerut karena keraguannya. Tapi di sisi lain Near juga tidak ingin membahayakan Nick dengan tidak mengatakan hal yang sebenarnya.
"Kecuali kalau dia bisa mengambil jiwa dan bakat orang lain. Tapi itu tidak mungkin karena kaum soul eater sudah lama punah."
Walaupun Near sudah mengatakan suatu hal yang penting dengan mimik serius, baik Nick maupun Pedro tidak ada yang dapat menangkap keseriusan tersebut. Wajah kebingungan dari kedua orang yang duduk diseberangnya itu membuat Near merasa dirinya harus segera memberitahukan banyak hal pada Nick.
Baru saja Near ingin memberi peringatan kepada Nick akan bahaya dari seorang soul eater, sebuah suara dari perut Pedro telah mengingatkan bahwa hari sudah hampir malam dan jam makan pun sudah tiba.