"Apakah kamu tidak apa-apa? Kamu tidak diancam kan, Tuan Putri?" tanya Near dengan volume suara pelan setelah memastikan Pedro yang berada di pantry tidak sedang memperhatikannya.
Nick langsung menggeleng dengan cepat sambil membayangkan seorang Ethan tidak mungkin mengancamnya seperti yang dibayangkan oleh Near. Sementara itu Nick juga bertanya dalam hati apakah yang membuat Near bertanya-tanya seperti itu.
"Apakah perkataan tadi Ethan membuatmu berpikir seperti itu?" tanya Nick dengan mengikuti volume suara Near sebelumnya.
"Iya. Siapakah dia? Dan apa yang terjadi pada Tuan Putri setelah aku tidak ada?"
Nick menggigit bibirnya dengan wajah berkerut. Bagaimanapun ia sudah cukup lama tidak dipanggil sebagai "Tuan Putri" sehingga mendengar sebutan tersebut membuatnya waspada kembali.
"Tidak, kok. Ethan orang yang baik. Dan sebaiknya kamu membiasakan diri dengan memanggilku dengan sebutan Nick."
Near mengambil nafas dan mengeluarkannya dari mulut dengan keras. Near juga menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sesungguhnya dirinya tidak bisa percaya begitu saja dengan pernyataan Nick tapi ia juga tidak bisa membantah. Jadi Near berusaha menutupi keraguannya itu dengan bertanya kembali.
"Jadi apa yang terjadi setelah aku pergi saat itu?"
Merasa terpancing untuk bercerita, Nick pun menceritakan semua pengalamannya mulai dari sebuah keputusan dari para petinggi kerajaan hingga kejadian menyeramkan yang menimpa para pengawalnya. Nick menceritakan satu per satu pengawalnya yang berusaha melindunginya dan tiba-tiba saja dadanya terasa sesak. Pengalaman pahit yang ingin ia lupakan terpaksa terbayangkan kembali dan membuat Nick menjadi sedih.
Near melihat perubahan ekspresi dari Nick dan tidak tega sehingga ia mempercepat cerita Nick dengan memberikan pertanyaan.
"Jadi bagaimana caranya… kamu bisa selamat?" Terdapat jeda di tengah-tengah kalimat karena Near baru saja ingin mengatakan panggilan "Tuan Putri" kembali.
"Ethan yang menyelamatkanku. Saat semua pengawal sudah hampir terbunuh, Ethan membawaku ke tempat aman dengan kekuatan teleportasinya."
Near pun jadi tahu siapa yang menyelamatkan tuan putrinya saat itu dan bukan orang lain selain Ethan yang telah ia ragukan selama ini. Melihat senyuman Nick saat mengatakan nama Ethan membuat Near cukup cemburu. Cemburu karena Near melihat perubahan yang begitu signifikan saat baru saja gadis di depannya ini bersedih kemudian menjadi begitu senang.
"Karena itulah aku harus menyembunyikan identitasku dan menjadi seseorang yang bernama Nick…"
Belum sempat Nick melanjutkan ceritanya, Ethan keluar dari kamar dan kembali duduk di tempat yang sama seperti beberapa menit lalu. Selama berada di kamar tersebut sebenarnya Ethan memang sengaja membiarkan Nick bercerita terlebih dahulu kepada Near mengenai kisah hidupnya. Sebenarnya Ethan bisa saja tidak perlu masuk ke dalam kamar, hanya saja Ethan merasa dirinya tidak perlu mendengar cerita yang sama berulang-ulang kali yang selalu diceritakan oleh Nick saat ia merasa sedih karena kehilangan para pengawalnya satu per satu. Ethan merasa sudah cukup menjadi orang sabar hanya saat beberapa bulan awal bersama Nick.
"Namaku yang sebenarnya adalah Skyf Oleander. Aku adalah mantan kepala pengawal Kerajaan Alexandria. Aku hanya memberikan informasi ini apabila kamu merasa ragu-ragu dengan identitas orang yang saat ini sedang menjaga seorang Tuan Putri Alexandria."
Ethan menunjukan sebuah lencana yang sama persis dengan yang dipakai oleh Leslie ataupun Duncan. Setelah mengolah data yang baru saja diberikan Ethan dengan informasi lain yang diketahuinya, Near mengeluarkan suara yang tidak jelas karena tiba-tiba menjadi gagap.
"Ma...maafkan saya. Saya tidak tahu bahwa Anda berasal dari Kerajaan Alexandria karena saya tidak pernah melihat Anda," kata Near sambil menunduk dengan panik.
Jelas sekali perkataan Ethan membuat Near malu. Bukan hanya telah mempertanyakan identitas Ethan, Near bahkan seakan mempertanyakan kapabilitas seorang mantan kepala pengawal kerajaan Alexandria.
"Sebenarnya pertanyaanmu tadi pada Tuan Putri tidak salah sama sekali. Hanya saja kamu bertanya di tempat yang salah."
Near masih menunduk namun sudah lebih tenang karena merasa Ethan tidak benar-benar menyalahkan dirinya. Ethan hanya sekedar mengkritik Near bagaimana seharusnya ia bertanya. Near tidak memperhitungkan bahwa ruangan apartemen cukup kecil sehingga suaranya dapat terdengar atau tidak. Near belum dapat mengantisipasi dan memprediksi wilayah asing yang bisa saja menjadi potensi adanya musuh yang sebenarnya.
Di sisi lain, Ethan mengakui bahwa pertanyaan seperti yang dilakukan oleh Near adalah hal yang wajar saat ingin melindungi seseorang. Keraguan akan orang asing membuat Near menjadi lebih waspada. Walaupun Near merasa Ethan masih bisa melihat sisi positif dari dirinya, ia tidak bisa memandang Ethan dengan pandangan yang sama lagi dengan sebelumnya.
"Aku hanya membiarkan kalian berbicara dengan santai. Bukan ingin mengetes apa pun. Sebenarnya aku pun tidak peduli apakah kamu percaya padaku atau tidak. Tapi satu hal yang membuatku mengundangmu ke sini adalah untuk membantu mengajarkannya pelajaran magis."
Mendengar ucapan Ethan, Near menjadi lebih percaya diri untuk memandang orang yang menawarkan kesempatan untuk bersama dengan orang yang disukainya. Sambil menahan ekspresi senangnya, Near mengangguk dengan yakin.
"Sa….ya akan melakukan tugas yang diberikan dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh."
"Tapi sekali saja kamu menyebarkan informasi tentang Tuan Putri, aku tidak hanya akan memberhentikan tugas itu. Sebagai pegawai kerajaan seharusnya kamu mengetahui apa yang akan terjadi bila membahayakan nyawa Tuan Putri."
"Saya akan menjaga rahasia ini dengan nyawa saya sendiri."
Pandangan Ethan berpindah dari Near ke arah Nick. Dengan lirikan yang tajam, Nick sudah tahu bahwa Ethan sedang memperingatkan dirinya atas apa yang sudah dikatakan oleh Near. Seakan Ethan mau mengatakan bahwa : temanmu sudah akan mengorbankan nyawa untukmu, seharusnya kamu lebih bersungguh-sungguh.
"Aku akan melihat perkembangan kalian selama satu minggu. Bila Tuan Putri bisa menjadi lebih baik, aku akan memberikan tempat tinggal untukmu di sini. Namun bila tidak ada perkembangan apa pun, aku akan menghentikan tugas ini."
Near mengangguk kembali dengan yakin. Ia sudah berjanji pada dirinya selama ini bila saja ia mempunyai kesempatan untuk bersama dengan tuan putrinya kembali, ia akan melindungi dan tidak membiarkan tuan putrinya terluka. Setelah belajar ilmu bela diri selama berada di Desa Kukree, Near lebih percaya bahwa ia tidak hanya sekedar bisa melindungi diri sendiri namun bisa melindungi orang lain. Terutama melindungi orang yang ia sukai selama ini.
Sementara orang yang menjadi objek pembelajaran saat itu hanya bisa membelalakan mata. Ethan sangat yakin dengan angka seminggu yang diberikan untuk Near dan Near tampak percaya diri bisa melakukannya. Padahal yang menjadi masalah adalah Nick sendiri. Nick merasa bahwa ia adalah orang yang seharusnya memberikan pendapat apakah waktu seminggu cukup atau tidak, mengingat ia sudah menghabiskan waktu selama dua tahun dengan sia-sia.
"Apakah benar-benar hanya dalam waktu seminggu?" tanya Nick dengan muka memelas.
"Apakah mau aku kurangi menjadi tiga hari?"
"Ah, tidak tidak! Seminggu ya…. Seminggu… mungkin saja bisa. Hahaha…"
Dengan wajah yang memaksakan diri tersenyum, Nick berusaha membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Walaupun belajar bersama Near akan menjadi lebih menyenangkan, tapi waktu seminggu yang diberikan menjadi beban bagi Near.
"Kamu tidak perlu bekerja sementara waktu. Fokus saja pada belajar sehingga kamu tidak menyia-nyiakan waktu temanmu."