"Kamu bisa bersembunyi di tempat kerjaku. Orang itu mungkin akan datang ke sana. Jadi kamu harus bersembunyi sebisa mungkin untuk menyelamatkan dirimu sendiri."
Ilona mengangguk yakin pada perkataan Ethan dengan sedikit isakan tangis yang masih tersisa karena bertemu kembali dengan tuan putrinya. Lalu Ethan pun menyentuh bahu Ilona untuk melakukan teleportasi.
"Kita akan bertemu kembali," kata Nick melambaikan tangan pada Ilona yang dibalas dengan sebuah anggukan dan senyuman.
Ethan dan Ilona pun berteleportasi ke ruangan Keanu di Pehme Tera Bar. Keanu yang sedang berjalan menuju rak wine tidak terkejut dengan kedatangan dua orang di pojok ruangan karena Ethan sudah menjelaskan maksud kedatangannya terlebih dahulu. Bahkan Keanu sengaja mengambil salah satu botol wine untuk disuguhkan pada kedua tamu yang baru saja tiba karena satu menit lalu Ethan memberikan pesan singkat bahwa ia akan datang sebentar lagi.
"Selamat datang, selamat datang. Wine?" kata Keanu menyambut Ethan dan Ilona dengan suara khasnya yang berat dan serak.
Melihat gerakan Keanu yang memegang botol wine dan mengarahkan pada dirinya, Ilona mengangguk perlahan. Sambil mengamati kondisi ruangan yang dipenuhi botol wine di pinggir ruangan, Ilona berjalan mengikuti Ethan di belakangnya. Dan saat Ethan duduk di sofa, Ilona bergeming.
"Duduklah, Nona. Ethan sudah menceritakan garis besarnya kepadaku. Kamu bisa beradaptasi dengan tempat yang akan menjadi tempat tinggalmu ini."
"Te….terima kasih, Tuan. Nama saya adalah Ilona Melisende…"
"Panggil saja aku, Keanu. Tidak perlu berbicara formal di sini, Ilona," kata Keanu ramah sambil memberikan gelas yang sudah berisi cairan berwarna merah gelap kepada satu-satunya perempuan yang berada di ruangan itu.
"Aku akan bertanya beberapa hal padamu setelah Keanu mengantarkanmu ke ruanganmu...."
"Hei hei, Ethan. Bersabarlah…. Dia baru saja datang ke tempat yang baru dan masih beradaptasi. Ayo kita menenangkan diri dulu dengan minum-minum dan berbincang-bincang dengan santai," kata Keanu yang memotong pembicaraan Ethan sambil tertawa kecil.
Ethan memicingkan matanya kepada Keanu. Jelas sekali senyuman Keanu memperlihatkan bahwa ia sedang berusaha menguji kesabaran Ethan. Keanu tidak melakukannya sembarangan. Bila ia melakukannya beberapa tahun lalu, Ethan bisa saja berteleportasi ke tempat lain karena tidak sabar, tapi Keanu tahu bahwa Ethan sudah jauh lebih sabar saat ini. Keanu juga sudah menebak-nebak alasan yang membuat Ethan menjadi lebih sabar dan tidak sabar ingin mengungkit topik ini pada sebuah diskusi khusus.
"Ilona, apakah kamu tahu mengapa bar ini tidak banyak dikunjungi oleh penduduk Kota Windhill namun masih bisa bertahan?"
Ilona meneguk wine yang sudah berada dalam mulutnya dengan cepat, lalu menggeleng ke arah Keanu.
"Karena tujuanku berbeda dengan pemilik bar lain. Misalnya bar yang dikelola oleh Irvine ataupun bar lainnya. Aku hanya ingin bar ini menjadi tempat peristirahatan orang-orang yang sudah lelah bekerja."
"Lalu… menurutmu… apakah tujuan dari para pemilik bar seperti Irvine?" Ilona melambatkan perkataannya di tengah kalimat karena tidak biasa memanggil orang yang jauh lebih tua dengan panggilan informal.
"Salah satu tujuannya adalah mendapatkan uang. Banyak pemilik bar yang akhirnya harus gulung tikar karena tidak ada pengunjung sama sekali ke tempat mereka. Itu karena mereka memberikan diskon besar-besaran pada saat pembukaan dan menaikan harga setelahnya. Walaupun yah… keluarga kami juga mendapat uang dari sini, tapi kami tidak mencapainya dalam waktu yang sebentar. Kami membangun kepercayaan.
"Tujuan yang lain adalah ketenaran. Oleh karena itu banyak anak muda yang ingin merambah ke bisnis ini karena mereka ingin menjadi sorotan publik. Irvine pun terbilang masih muda. Umurnya belum mencapai dua puluh lima tahun."
"Jadi, apakah Irvine termasuk yang kedua?"
"Irvine memang sudah mendapatkan keduanya. Uang dan ketenaran. Namun ia seperti sedang mencari lebih dari itu semua. Kamu pasti pernah mendengar Exterminator bukan?"
"Ya, aku mendapatkan informasi dari teman-temanku bahwa Exterminator adalah orang yang menculik dan membunuh para….penyihir." Ilona mengecilkan suaranya hingga terdengar seperti bisik-bisik saat mengucapkan kata "penyihir".
"Tidak perlu sungkan saat berbicara di sini. Kami sudah memastikan suara dengan volume normal tidak akan terdengar sampai ke luar. Tentunya selain langkah kaki cucuku. Hahaha."
Ilona tersenyum gugup mendengar tawa orang tua di hadapannya itu. Dalam hatinya Ilona mempertanyakan mengapa kakek-kakek ini tidak menjadikan tawanya yang menggelegar sebagai contoh perkataannya.
"Jadi…. Apakah kamu tahu bahwa Irvine adalah seorang penyihir atau bukan?"
"Ti…. Tidak…. Bukankah aneh bila Irvine seorang penyihir namun membiarkan penyihir lainnya tertangkap oleh Exterminator?"
"Mengenai hal tersebut, aku juga masih bertanya-tanya apa sebenarnya alasan Irvine membiarkan para penyihir tertangkap. Namun aku hanya ingin memintamu untuk lebih berhati-hati bila kamu harus berurusan kembali dengannya.
"Seperti yang aku bilang sebelumnya, banyak pebisnis yang gulung tikar saat berusaha membuka bar. Nama Irvine baru terdengar beberapa tahun ini dan keuntungan barnya sangat mungkin menyaingi para pendahulunya. Ketenaran Irvine pun sudah tidak perlu diragukan. Mungkin anak muda sepertimu dan cucuku akan mengatakan bahwa hal tersebut mungkin terjadi. Tapi intuisi orang yang sudah tua sepertiku mengatakan hal lain."
Keanu tersenyum pada Ilona sambil memberikan tanda "cheers" dengan gelas yang didekatkan dengan gelas yang dipegang Ilona. Ilona masih bergeming. Gadis itu berusaha mencerna seluruh perkataan Keanu sambil memikirkan apa yang masih mengganjal dalam pikirannya.
Untuk sesaat pikiran Ilona menolak pernyataan dari Keanu. Menurut Ilona, Irvine bukanlah seseorang yang harus diwaspadai. Irvine telah merekrut orang-orang yang kesusahan mencari kerja sepertinya tanpa syarat tidak seperti pencari tenaga kerja yang lain. Dan lagipula Irvine tampak seperti orang biasa karena tidak pernah memperlihatkan kekuatan magisnya.
Namun tiba-tiba saja Ilona terpikir sesuatu hingga tidak sabar untuk mengatakannya, "Apakah Irvine sengaja mengumpulkan orang-orang yang tidak mempunyai kartu identitas sepertiku ke dalam wilayahnya?"
"Ya, kira-kira seperti itulah yang Ethan bicarakan tadi pagi denganku sebelum bertemu denganmu. Walaupun aku tidak berkeberatan dengan para imigran gelap berada di dalam wilayahku, tapi aku tidak berani mempekerjakan seseorang yang tidak mempunyai kartu identitas."
Tangan Ilona langsung terangkat dan menutupi mulutnya. Dengan wajah terkejut ia memandangi Keanu yang tampak yakin dengan ucapannya barusan. Penegasan yang diberikan oleh Keanu telah membuka pikiran Ilona sehingga ia tidak lagi melihat Irvine sebagai orang yang biasa saja.
"Baiklah… tampaknya kita sudah selesai berbincang-bincang kecil. Apakah kita bisa melanjutkannya dengan melihat ruangan yang akan kamu tempati?" tanya Keanu sambil tersenyum pada Ilona.
Masih dengan ekspresi terkejutnya, Ilona mengangguk-angguk pelan. Keanu pun beranjak dari sofa, menaruh botol wine yang masih berisi setengahnya di ujung rak, kemudian berjalan ke arah pintu dengan Ilona mengikutinya dari belakang. Sedangkan Ethan hanya duduk sambil menikmati winenya yang baru saja ditambahkan sehingga gelasnya menjadi penuh kembali.