Pedro hampir selalu menganggap bahwa Nick adalah seorang laki-laki. Penampilan dan sikap Nick sudah sepenuhnya menipu banyak orang di sekitarnya sehingga seringkali orang-orang tidak menyadari bahwa dirinya seorang perempuan. Bahkan saat memakai kamar mandi Nick karena Ethan sedang tertidur, Pedro sempat terkejut karena menemukan barang yang hanya dimiliki oleh perempuan, sebut saja pakaian dalam perempuan. Dengan polosnya Pedro membawa barang itu dan mempertanyakannya pada Nick mengapa barang tersebut bisa berada di sana.
Namun ada suatu periode khusus di mana sifat perempuan dari Nick muncul sehingga sosok Putri Charlotte kembali terlihat di mata Pedro. Periode itu adalah saat di mana Nick mempertanyakan hal-hal yang berhubungan dengan Ethan. Setelah Nick bertemu dengan Ilona dan berjalan kembali ke tempat tinggalnya, hal yang pertama kali ditanyakan kepada Pedro adalah apakah Ilona terlihat sebagai perempuan yang menarik atau tidak di mata laki-laki.
Pertanyaan lanjutan dari Nick kepada Pedro adalah apakah Ethan terlihat tertarik pada Ilona atau tidak. Tipe seperti apa yang Ethan sukai. Apakah Ethan pernah berpacaran atau tidak. Semua pertanyaan berpusat pada Ethan seorang. Dan hal itu berulang kali ditanyakan oleh Nick pada Pedro saat ada perempuan selain Olly yang berada di dekat Ethan.
"Apakah kamu benar-benar tidak tertarik padanya? Bukannya dia feminim dan anggun?" tanya Nick dengan wajah penasaran.
"Aku tidak berbohong, Nick. Tidak semua laki-laki menyukai tipe perempuan seperti Ilona," jawab Pedro sambil membuka pintu apartemen nomor 3903 dengan jarinya karena Nick tampak sibuk berpikir sepanjang perjalanan hingga tidak sadar sudah berada di depan tempat tinggalnya. Pedro menghembuskan nafas dari mulut dengan bibir yang meruncing. Kupingnya sudah cukup panas mendengar pembicaraan Nick yang tidak pernah ada habisnya bila sudah memasuki periode khusus ini.
Seperti biasa setelah memasuki ruangan apartemen, Nick akan membuka sepatunya, memakai sandal ruangan, dan berjalan ke arah kulkas untuk meminum sûsu coklat dingin. Saat menutup pintu kulkas, mata Nick langsung mengerjap otomatis melihat Pedro sedang memandanginya.
"Hei, Pedro! Kamu mengagetkanku saja. Ada apa?"
"Aku sedang berpikir… kenapa kamu tidak menyatakan perasaanmu saja pada Ethan?"
Nick membalas perkataan Pedro dengan senyuman gugup terlebih dahulu baru memulai bicara. "Perasaan apa ya? Hahaha…."
"Kamu mungkin selalu berpikir aku tidak menyadarinya karena selalu menganggap kamu seorang laki-laki. Tapi tentang perasaanmu pada Ethan, aku kira siapa pun akan langsung mengetahuinya."
Tentu saja Pedro berbohong. Selama ini ia tidak pernah mengetahui bahwa Nick menyukai Ethan dan menganggap bahwa Nick menyayangi Ethan sebagai keluarganya sendiri. Akhirnya Pedro sadar saat Near sempat menanyakan pada dirinya tentang hubungan Nick dan Ethan. Kalimat terakhir yang diucapkan Pedro pun diambil dari perkataan Near.
"Dia itu…. pamanku, Pedro."
Dan Pedro menjawab sesuai dengan jawaban dari Near. "Tapi kalian kan sedang menyamar."
"Dia….. sudah tua, Pedro. Kita sama-sama tidak tahu usianya. Bila ia menjadi kepala pengawal pada umur delapan belas tahun dan saat itu ayahku baru saja lahir, berarti kini usianya sudah lebih dari lima puluh tahun! Kita pernah menghitungnya bersama kan?"
Lalu Pedro menjawab, "Usia bukan masalah kalau memang sudah menyukainya kan?"
Nick pun mengerenyitkan dahinya. Pertanyaan Pedro sudah tidak mempresentasikan pemikiran Pedro seperti biasanya. Justru kali ini Nick yang mempunyai banyak pertanyaan terhadap Pedro.
"Mengapa kamu tiba-tiba berbicara seperti itu? Apakah Reika yang menyuruhmu bertanya?"
Pedro menggeleng karena saat itu Reika justru menanyakan banyak hal tentang dirinya.
"Apakah Near yang menanyakannya padamu?"
Kali ini Pedro terdiam. Lalu Nick memicingkan matanya. Mata Nick seperti mata seorang Ibu yang menemukan anaknya menyembunyikan sesuatu.
"Ya ampun. Kamu ditanyakan apa saja olehnya?"
"Hal-hal yang aku tanyakan padamu," jawab Pedro polos karena pikirannya dengan mudah ditebak oleh Nick.
"Sebenarnya aku tahu sebabnya. Mungkin Near terlalu sensitif karena sepertinya dia menyukaiku."
"Tapi kamu sendiri tidak tahu apakah kamu menyukai Ethan atau tidak?"
Pertanyaan Pedro membuat baik Nick maupun Pedro menjadi berhenti berbicara sejenak untuk berpikir. Untuk pertama kalinya Nick dan Pedro mendiskusikan perasaan seseorang dan bukan hal lain. Tanpa diduga pertanyaan tentang perasaan membuat Nick lebih kebingungan dari biasanya.
"Aaargh…. aku tidak tahu, Pedro. Aku bahkan aku jadi kebingungan dengan arti menyukai itu sendiri."
Nick meneguk sûsu coklatnya dengan cepat dan menolak untuk berdiskusi kembali dengan Pedro. Setelah isi gelasnya habis, Nick pun membuka gelas untuk memenuhi isinya kembali.
"Sebenarnya aku bertanya-tanya karena aku penasaran… bila kamu kembali ke tempat asalmu, apakah kamu akan tetap bersama Ethan dan aku atau tidak."
Kali ini pertanyaan Pedro terdengar lebih harafiah dibandingkan sebelumnya di mana kata "menyukai" ternyata sulit untuk dideskripsikan. Namun pertanyaan Pedro yang satu ini juga sulit untuk dijawab oleh Nick.
Mungkin Nick baru menyadari juga bahwa perkataan Pedro sudah harus dipikirkan dari sekarang. Sampai saat ini Ethan selalu memikirkan rencana bagi Nick sehingga Nick tidak perlu khawatir dengan masa depannya. Namun bila Nick kembali menjadi Putri Charlotte ataupun kembali ke Kerajaan Alexandria, peran Ethan tidak sama lagi. Tugas Ethan adalah melindungi Putri Charlotte hingga Kerajaan Alexandria cukup aman untuk ditempati sehingga setelah kondisi tersebut sudah dipenuhi, maka sudah seharusnya Ethan tidak perlu memikirkan rencana bagi Nick kembali.
Pertanyaan Pedro pun kemudian dihubungkan dengan kejadian demi kejadian yang dialami oleh Nick akhir-akhir ini. Nick membayangkan pertemuan dirinya dengan Near, Renzo dan Ilona yang ketiganya merupakan orang yang berasal dari Kerajaan Alexandria. Semakin banyak informasi yang didapat mengenai Kerajaan Alexandria seakan akan semakin mendekatkan Nick pada rencana kepulangannya.
"Apakah aku tidak bisa berada di sini lebih lama lagi? Aku merasa…. sangat sulit bila harus berpisah dengan kalian."
"Aku juga, Nick. Sebenarnya aku tidak ingin kamu kembali ke sana. Tapi aku juga tidak bisa menahanmu di sini karena kamu masih merupakan bagian dari tempat tinggalmu terdahulu."
Keheningan tercipta di ruangan tempat Nick dan Pedro berada. Nick merenung sambil memegang gelasnya dan Pedro merenung sambil mengetuk-ketuk meja pantry. Keduanya memikirkan hal yang sama yaitu tidak ingin kehilangan kenyamanan yang sudah berlangsung selama dua tahun ini.
Setelah merenung beberapa lama, Nick pun melihat ke arah Pedro dan berusaha bergerak dari kondisinya saat itu. Bukan Nick namanya kalau tidak berusaha memotivasi temannya yang sedang murung. Walaupun Nick masih belum dapat meyakinkan dirinya sendiri saat itu, namun ia melihat kondisi Pedro yang murung sebagai cerminan dirinya sendiri yang digunakan olehnya untuk mencari solusi.
"Tenang saja. Kita pasti bisa mendapatkan jalan yang terbaik bersama-sama. Jadi… sesuai dengan perkataan Ethan dari awal dan keinginanku sejak dulu, aku harus menemukan kekuatan magisku."
Pedro pun tersenyum senang karena dengan diskusi panjang, ia bisa membuat Nick tersadar sendiri untuk menemukan ilmu magis. Tugas yang diberikan oleh Ethan untuk mendorong Nick belajar lebih rajin lagi ternyata sudah disadari oleh Nick sendiri.
"Jadi… sampai mana pelajaran yang diajarkan oleh Near pada hari kemarin?"