-------Elisa
Aku menemukannya, Valientine. Ternyata ia memang benar-benar cantik. Kecantikannya mampu membuat jantungku berdegup kencang. Ia adalah satu-satunya orang yang bisa membuat aku kalah. Aku harus menghentikannya. Tapi bagaimana?? Aku berjalan mondar-mandir kesana-kemari tanpa henti. "Yang mulia,...." Panggil Tyrent pelayan setiaku."Pasukan Proyd sudah siap menyerang Hersh...." Lapor Tyrent yang langsung dipotong oleh Elisa sendiri, " Jangan... Batalkan serangan ke Hersh aku memiliki rencana yang lebih baik... Elisa menghentikan langkahnya dan berjalan kearah jendela besar di salah satu sudut ruangan. " Aku akan merebutnya Vale.." ucapnya dengan senyuman licik. "Tyrent... Pilihkan aku jubah yang sangat istimewa. Kita akan menghadiri sebuah acara yang sangat penting." Perintahnya, lalu Dangan sigap Tyrent memberi hormat dan segera menghilang.
Ia pun duduk di kursi singgasananya yang dilapisi bulu lembut lalu ia mendongak keatas sebentar dengan membisikan mantra-mantra aneh. Munculah tepat didepannya, seorang makhluk hitam memakai pakaian kulit. Ia menunduk memberi hormat kepada Elisa, " apa yang kau inginkan dari budakmu ini tuan?" Ucapnya menunggu perintah. " Bawakan aku sebuah ramuan yang bisa membuat seseorang langsung tidur pulas." Jawab Elisa dengan kepala sedikit mendongak sombong. Makhluk itu langsung tunduk dan menghilang menjadi asap hitam.
Elisa memegang erat botol kecil itu, "aku akan membuatmu menjadi milikku." Bisiknya sambil tersenyum licik.
----------vale
Tok...tok...tok....
Suara pintu kamarku diketuk agak keras membuatku bangun dari tidurku. Aku masih terbayang wajah sosok hitam yang kemarin kutemui dikamarku. Semua itu berlalu sangat cepat seperti mimpi. " Bolehkah saya masuk Putri?" Suara itu berasal dari luar kamarku. Aku baru ingat karena kejadian semalam pintu kamar dan jendela serta semua korden tebal di setiap jendela dikamarku aku tutup rapat-rapat. Lalu aku berjalan perlahan dan mulai membuka kunci pintu ku. Dan kulihat, Miranda sudah berdiri didepan pintu dengan beberapa pelayan yang membawakan pilihan gaun untukku.
" Segeralah mengenakan gaunmu tuan putri raja menunggumu di ruang makan." Ucap Miranda dengan lembut. Ia membantuku membersihkan diri dan mengenakan gaun. Ketika sudah siap aku dan Miranda bergegas turun menuju ruang makan.
" Besok malam akan ada pesta dansa di istana kerajaan Roopsh, kau bersiap-siap lah." Ucap King Alfredo memecahkan heningnya suasana ruang makan. Aku sangat kaget dan diam seketika. " Semua raja pangeran dan putri juga akan datang. Kau harus terlihat cantik." Tambahnya lagi. Aku semakin bingung apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa berdansa atau pun apapun yang akan dilakukan disana. Mengingat aku bukan berdarah biru, aku hanya akan menjadi bahan olok-olok an mereka semua. " Mungkin sebaiknya...." Ucapan ku langsung dipotong oleh King Alfredo, "jika kau berpikir kau bisa menghindari pertemuan ini kau tidak bisa Vale, setiap penguasa, raja, dan bangsawan, akan datang dan kau juga harus datang." Ucapnya. "Tapi aku bukan berasal dari keluarga bangsawan." Jawabku dengan sedikit berteriak.
Brakkk....!!! Suara King Alfredo memukul meja sangat keras, " tunjukkanlah kualitas mu sebagai putri Hersh. Kau harus datang, Miranda akan menyiapkan segala yang kau perlukan." Kata-kata itu sangat dalam,lalu ia pergi meninggalkan ruang makan. Aku hanya bisa terdiam.
Setelah sarapan, Miranda membawaku ke ruang dansa tepatnya di Thorne hall. Diruangan itu sudah ada sosok pria tampan yang sepertinya aku mengenalinya, Ia adalah Dennish. Ia sedikit membungkuk memberi hormat dan mengulurkan tangannya. "Apa yang akan aku pelajari dari mu? Bukannya kita harusnya berada ditempat latihan?" Tanyaku polos. Ia terkekeh dan menjawab "Kita akan berlatih dansa." Jawabnya dengan tersenyum.
Aku sangat tidak pandai berdansa, aku berulangkali menginjak kakinya. Tapi lama kelamaan aku mulai bisa. Aku hanya berdansa mengikuti irama musik yang indah, rasanya kakiku bergerak dengan sendirinya, seperti kakiku ini bisa merasakan irama musik.
Aku menatap Dennish, mata coklat gelapnya membuat aku terlarut dalam keindahan matanya. tubuhku seakan bergerak sendiri mendekat kearahnya, dan tanpa sadar aku meletakan kepalaku yang lama kelamaan terasa berat ke dadanya. Aku merasakan detak jantung nya berdegup sangat kencang. Bau harum yang Keluar dari tubuhnya membuatku semakin terlena. Ia memeluk erat kepalaku. Aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan. Aku hanya ingin melepaskan pelukannya, tetapi aku tidak bisa.Pelukannya sangat erat dan membuatku tidak bisa berkutik lagi.
Krekkkkk.......
Suara pintu terbuka, aku melihat Miranda memasuki ruang tahta. Ia terlihat sangat terkejut ketika melihat kami sedang berpelukan. Lalu ia segera berbalik pergi. Aku berusaha sangat kuat sampai akhirnya Dennish melepaskan pelukannya dan aku pergi menyusul Miranda. Langkah kakiku menyusuri seluruh ruangan istana yang mungkin dijadikan tujuan oleh Miranda. Tetapi ia tidak ada dimana-mana. Aku pun mengunjungi kamarnya. Aku menyusuri setiap sudut kamarnya yang mungkin menjadi tempat persembunyiannya. Tetapi ia tidak ada, lalu aku duduk di depan jendela aku melihatnya berada di taman istana, ia sedang duduk menatap kolam ikan disana. Aku langsung berlari menyusulnya.
Aku berlari mendekatinya, tetapi sepertinya ia melihat aku dan berlari pergi. Aku terus berlari menyusulnya. Aku lihat ia masuk kedalam hutan di balik taman istana. Aku bahkan tidak pernah tau ada hutan didekat istana. Tetapi, kemudian aku kehilangan jejaknya didalam hutan. Gaunkubyang terasa sangat berat ini menghambat langkahku. Aku berlari mengelilingi hutan, aku tersesat dan bingung harus kemana lagi. Tiba-tiba ada suara seseorang berlari dengan sangat kencang melintasi semak-semak, "Miranda...??" Panggilku. Tetapi orang itu terus menerus bergerak sangat cepat aku hanya bisa melihat bayangannya di semak-semak. Aku pun semakin penasaran dan mengikutinya.Gaun beratku ini sangat menghambat langkahku berkali-kali gaun ini sobek tersangkut ranting-ranting semak dan batu tajam. Aku hanya terus berlari tidak memperdulikan gaun yang semakin lama semakin rusak.
Aku melewati lembah dan bukit mengejar sosok misterius itu aku bahkan sudah tidak tau aku sedang berada di mana. "Tunggu...!!" Teriak ku aku merasa sudah tidak kuat lagi mengejarnya aku jatuh dan berkata istirahat, aku melihat sebuah kumbang merambat di tanganku. Kumbang itu berwarna biru kehitaman. Sesaat aku memejamkan mataku. Dan membukanya kembali, kumbang itu berubah warna menjadi kemerahan. Aku tersentak kaget dan buru-buru berdiri. Aku melihat sekelilingku, aku masih berada dihutan yang sama. (Aku pikir begitu).
Aku pun melanjutkan jalanku, aku mendaki sebuah bukit berbatu untuk melihat sekelilingku. Dan ketika sampai di puncaknya. Pemandangan gila ini membuat aku sangat shock. Dimana sebenarnya ini?? Aku hanya melihat pepohonan di sekelilingku hanya hutan sepanjang aku bisa melihat. Apa kah sejauh itu aku berjalan? Aku pun menuruni bukit, batu-batu ini membuat gaunku rusak. Dan aku terpeleset jatuh dalam lembah. Aku rasa aku sudah tidak bisa bangun lagi. Badanku terasa remuk, kakiku sudah tidak bisa aku rasakan lagi. Mataku sudah sangat kabur, dan aku terlelap dalam kegelapan.