Mengetaui akan adanya serangan balik dari suku"KARKAS", "DRAKA" dan para pasukannya mempersiapkan. strategi peperangan yg lebih matang dengan membuat jebakan-jebakan yang di buat di setiap jalan masuk di ujung desa hingga tibalah para pasukan dari suku"KARKAS" yang tdk mengetahui akan sebuah sambutan yang dasyat.
Ketika memasuki desa banyak dari mereka yang terkena jebakan sehingga mengurangi jumlah personil pasukan dengan cepat para pasukan pemanah dari suku"ARGAMIS" menyerang secara sporadis disertai pasukan yg berada didarat menyerang suku'KARKAS" serentak...mendapat serangan yang mendadak membuat pasukan suku "KARKAS" kocar-kacir dan melarikan diri menyelamatkan diri kembali pulang dengan membawa kabar kekalahan yang telak hal ini membuat murka kepala suku"KARKAS" dan segera menyiapkan para pasukannya guna mengadakan serangan besar-besaran kepada suku"ARGAMIS'.
Keesokan harinya mereka berangkat menuju desa"SABRON" dipimpin oleh sang kepala suku sendiri dengan membawa peralatan perang yg banyak..
Para pengintai yg berada di ujung desa segera mengirimkan tanda bahaya bahwa akan ada serangan dari suku"KARKAS".
"DRAKA.FREYA KALAM dan NAGRO" segera mempersiapkan peralatan perangnya guna menyambut kedatangan suku"KARKAS'.Pertempuran mulai terjadi diujung desa serangan demi serangan terjadi dengan sangat dahsyat pasukan suku"SALENKA" melancarkan serangan dengan tenaga dalamnya mengerakkan angin menhalau kapal-kapal dari suku 'KARKAS' meriam merobohkan sebahian beteng yg dibuat suku"ARGAMIS" dengan bantuan dari suku"SALENKA" suku "ARGAMIS " begitu perkasa dalam melawan serangan dari suku "KARKAS'