Kegugupan melanda, Lastri wajahnya berubah menjadi pucat pasi kala Hanum ingin melihat sebuah foto yag sebelumnya sekilas seperti dikenal olehnya. Hanya saja, gemetar tangan Lastri membuat ponsel itu jatuh menghiasi lantai. Menjadikan ponsel itu terbagi menjadi dua bagian.
Tak hanya itu, ponsel milik Lastri itu pun berubah mati total dan belum bisa difungsikan kembali. Lastri pun merasa tak senang dengan apa yang terjadi dengan ponselnya itu.
“Mbak Hanum, kenapa mengagetkan saya? Lihat ini ponselnya jadi begini sekarang.”
“Maaf mbak Lastri, saya sama sekali tak bermaksud untuk mengagetkanmu.”
“Permisi.”
Lastri memilih untuk berlalu dari Hanum. Dia menuju kamarnya dan mencoba mencari pengisi baterai. Dia berharap jika ponselnya bisa kembali lagi difungsikan.
Hanum pun hanya bisa mener