Risha
Politik. Diploma. Pemerintahan.
Dari dulu, hal-hal tersebut membuatku memerlukan waktu lebih untuk mempelajari dan memahaminya. Sistem sebuah kerajaan dibangun tak hanya semudah mendengar titah pemimpinnya. Dan mempelajarinya pun tak kalah mudah.
Awalnya, aku merasa hal tersebut hanya perlu dipikirkan oleh pihak-pihak yang berurusan. Asumsiku itu mungkin benar. Sayangnya, aku tidak pernah menduga bahwa akan ada saatnya aku menjadi bagian dari “pihak-pihak” tersebut. Entah aku bersyukur harus belajar, atau mengantisipasi untuk lebih mendalami ilmu tersebut.
Tapi, memangnya pengetahuan saja cukup?
“Sudah jadi!” Nada antusias khas Mira mengalihkan perhatianku. Di samping tempat tidurku, diletakkannya sepiring potongan buah apel berbentuk kelinci. “Makanlah, Risha.”
Dia menjengukku