Risha
“Kau habis menjelajah seisi Kerajaan Bulan atau apa?”
Kupandangi Jordanius sambil geleng-geleng. Setelah menemukan peta, aku sudah mencoba mencarinya. Namun, dia tidak bisa kutemukan di mana pun. Bertanya pada Ibu pun tidak membuahkan jawaban. Pada akhirnya aku menunggu dan waswas. Matahari pun lebih dulu terbenam sebelum aku sempat menemukan keberadaan Jordanius. Dia baru kembali setelah aku selesai makan malam. Kecemasanku agaknya kurang bermakna, karena dia terlihat begitu santai.
“Aku mencarimu dari tadi, tahu,” celetukku lagi. Kendati membalas, dia justru melangkah melewatiku begitu saja, siap masuk ke kamarnya. Segera kutarik baju bagian belakangnya. “Kau dari mana saja sih?”
“Keliling,” dia akhirnya menjawab dengan nada acuh tak acuh. “Sekarang aku lelah.”
Tingkahnya ini