“Pap, Mam, Chaca boleh ngobrol?”
Thomas mengangkat wajahnya dari tablet dan menatap putri bungsunya yang berdiri di ambang ruang keluarga. Tidak biasanya Brenda bersikap seperti ini. Jika ada yang ingin dikatakan, biasanya Brenda akan langsung mengatakan tanpa perlu ijin terlebih dahulu.
Thomas tertawa melihat tingkah putrinya dan menepuk tempat kosong di samping istrinya. “Duduk dulu terus bilang ada apa. Kenapa juga mesti pake ijin segala? Biasanya juga langsung ngomong.”
“Bukan gitu Pap,” sahut Brenda sedikit gugup sambil duduk di samping Laras. “Masalahnya ini tuh cukup penting dan mendesak. Jadi Chaca pengen kalian berdua juga serius.”
Mendengar nada serius dalam suara Brenda, Thomas meletakkan tablet di meja dan menggeser posisi duduknya menjadi miring ke kanan sehingga dapat me