“PAPA!” seru Jonathan saat melihat ayahnya tergeletak di lantai kamar. Dia bergegas menghampiri Handoko dan memeriksa keadaan ayahnya. Jonathan menepuk-nepuk pipi sambil mengguncang sedikit tubuh ayahnya, akan tetapi Handoko tetap diam.
Jonathan mengambil ponsel Handoko dan menghubungi ambulans. Setelah itu dia menghubungi Melvin dan memberitahu jika Handoko akan dibawa ke Rumah Sakit. Saat ambulans datang dan membawa Handoko, Jonathan ikut naik dan menemani ayahnya. Begitu juga saat ayahnya dibawa ke ruang IGD. Jonathan berdiri kaku saat melihat dari jauh Handoko ditangani oleh dokter dan perawat. Hatinya tidak tega saat melihat alat-alat dipasang di badan ayahnya.
Melvin yang baru tiba di Rumah Sakit bergegas mendatangi IGD dan melihat Jonathan tengah berdiri di depan ruangan. “Om ken