Teddy bergegas keluar dari ruangan setelah mendapat telepon dari Christ. Dia ingin segera memberitahu Amel mengenai hal ini. Dia berjalan cepat menuju FO, wajahnya terlihat tegang, dan sedih. Teddy masih tidak percaya dengan berita yang disampaikan Christ. Beberapa pegawai yang menyapa pun tidak dibalas oleh Teddy. Pikirannya hanya tertuju pada Amel dan pesan yang harus disampaikan pada gadis itu.
Tiba di meja resepsionis, Teddy tidak melihat Amel, hanya ada Mila seorang. “Mil, kamu liat Amel?”
“Barusan ke ruangan Mas. Ada apa?” Mila sedikit bingung melihat wajah Teddy yang tampak kacau.
“Gapapa. Saya permisi dulu.” Teddy meninggalkan Mila dan berjalan menuju ruangan kerja para staff FO.
Di depan pintu ruangan, Teddy mengambil napas dalam dan mengembuskannya perlahan. Kemudian dia memb