Amel terpaku dalam pelukan Jonathan. Seluruh tubuhnya terasa lemas, seperti tidak memiliki tenaga. Namun, di sisi lain, hatinya terasa sangat bahagia, karena merasa hati yang utuh kembali. Saat tangan Jonathan melingkari tubuhnya, Amel merasa semua rasa sakit, kecewa, sedih, dan marah menghilang begitu saja. Amel mengangkat tangan dan balas memeluk Jonathan. Dia membenamkan wajah di tubuh Jonathan dan meresapi kehangatan yang diberikan pria itu.
Jonathan memejamkan mata saat merasa tangan melingkari dirinya. Rasa pahit, dan sedih karena ditinggalkan Handoko, perlahan berkurang, digantikan ketenangan dan nyaman dari sosok gadis yang selalu memenuhi hati Jonathan. “Aku kangen banget sama kamu Mel,” gumam Jonathan lirih.
“Gua juga,” balas Amel. “Elo sebenernya ke mana? Kenapa nggak pernah n