Kini terowongan bawah tanah itu kembali gelap, sesekali cahaya merah menerangi tempat itu saat shockwave yang dikeluarkan Darlz Affre melesat di jalan berbatu. Monster itu masih diam, tubuh bagian bawahnya masih bersembunyi di dalam tanah. Hanya kepala, leher dengan bulu-bulu lebat berwarna krem, dua tangan yang bergerak bebas mengeluarkan shockwave.
Kristal merah berdenyut di bagian wajah, satu kristal merah mengintip dari balik mulut yang tertutup capit. Sesekali capit itu membuka dan mengembuskan angin dingin yang membuat debu-debu di sekelilingnya menggulung, memenuhi terowongan yang pengap.
Kabut ungu menyelimuti tempat Darlz Affre berada, ikut berembus bersama angin dingin yang dikeluarkannya. Menambah kesan misterius monster yang tetap diam meski Arz sudah berada di hadapannya.