Lunar merasa gugup. Dia kembali menyembunyikan dirinya di balik reruntuhan bangunan, duduk termenung, menjelajahi pikirannya dan bertanya-tanya tentang memorinya yang tiba-tiba muncul sesekali.
Pikiran itu memberinya perasaan campur aduk. Dia ingin mengetahui yang telah terjadi pada dirinya dan Mae di masa lalu. Namun, keinginan itu disertai rasa takut jika dia akan melihat kenyataan pahit itu untuk kedua kalinya. Terkadang dia ingin menjalani hidupnya yang baru tanpa ingatan tentang masa lalu. Tapi di saat tertentu justru memori itu kembali memenuhi kepalanya, membuat keinginan untuk mengetahuinya menjadi lebih besar.
“Pergilah dari sini, bawa mereka berdua ke tempat aman, Klays.”
Lunar mengintip dari balik rerutuhan, suara Mae di masa lalu membuat rasa penasarannya kembali menguat.