Pagi hari di sekolah kini tidak lagi secerah biasanya bagi Asep, Leo dan Heri. Semenjak Abel berada di rumah sakit, senyum ketiganya seolah enggan untuk hadir. Tidak ada lagi candaan di sela jam kosong, tidak ada sindiran untuk melupakan penatnya belajar, dan tidak ada lagi yang namanya tertawa di tengah kantin.
Benar-benar sepi. Meski hanya satu orang yang menghilang dari kelas, suasana kelas berubah sangat drastis. Wajar saja, bagaimanapun Abel itu adalah satu-satunya orang yang paling populer di kelasnya. Melebihi kepopuleran Abi. Bukan karena kecantikannya tentunya, tapi karena keakrabannya dengan kaum Adam. Abel tidak ada, itu artinya para cowok kehilangan seseorang yang paling cerewet dan suka berkomentar.
Intinya, semenjak Abel masuk rumah sakit. Suasana kelas tidak senyaman dulu.