Suasana duka terasa kental sekali saat Asep, Leo dan Heri berdiri di depan gerbang rumah Abel yang terbuka lebar. Bendera kuning terpasang di dua bagian gerbang. Menegaskan bahwa berita kematian Abel adalah sebuah kebenaran.
Barisan karangan bunga memenuhi halaman rumah Abel. Jajaran kursi dipenuhi oleh para tamu yang mengenakan pakaian putih dan hitam. Gerimis yang datang seolah menjadi penghantar yang nyata untuk kepergian Abel. Menambah suasana sendu di rumah besar itu.
Asep melangkah melewati gerbang rumah Abel bersama dua temannya. Mengikuti perwakilan sekolah yang juga turut hadir. Tadi, Asep memaksa ikut serta dengan para guru. Menolak untuk melayat bersama siswa lainnya sepulang sekolah. Alhasil ia dan dua temannya diberikan izin untuk menjadi perwakilan kelas.
Mereka melewati h