Pagi ini aku berencana akan mengerjakan tugas proyek yang udah molor hampir sebulan. Aku buru-buru mengikat tali sepatu karena hampir telat. Arrgghh.. aku juga lupa memesan Go-jek. Tapi tiba-tiba ponselku bergetar.
Dika is calling...
Ya benar saja,itu Dika. Aku kemudian mengangkatnya.
"Hallo,iya Dika kenapa ?" Tanyaku.
"Kamu ada acara nggak Zee hari ini?"
Katanya dari seberang sana dengan suara yang agak berisik. Sepertinya Dika sedang di jalan.
"Yahh... Telat. Hari ini aku mau bikin tugas. Ini udah mau jalan.Maaf ya Dika". Jawabku.
"Yaudah. Aku anter aja".katanya lagi.
"Ga usah Ka. Kelamaan nungguin kamunya nyampe sini. Aku juga ga enak ngerepotin terus".
"Aku udah di depan,buruan keluar."
Aku mendengar klakson motor di depan.Ya benar saja Dia ada di depan. Aku pun segera keluar menghampiri Dika.
"Yaelah Ka. Kan aku udah bilang ga usah anter".
"Ya gimana lagi,
aku juga ga niat. Cuma kebetulan lewat sini aja,jangan nolak lagi. Buruan naik". Kata Dika padaku.
Aku segera naik ke motor Dika. Sebenarnya,aku sedikit menjaga jarak dari Dika akhir-akhir ini. Aku tidak ingin semakin banyak yang menyalahkan Dika karena dekat denganku.
Flashback On
Sore itu,aku pulang diantar Dika. Sampainya depan rumah Dika bilang.
"Zee.. hp nya tukeran yuk".
"Ha..?? Buat apa??" Kataku.
"GPP,pengen tukeran aja. Siniin hp kamu". Katanya lagi lalu kemudian menyodorkan hpnya padaku.
Aku hanya mengangguk mengiyakan permintaan Dika.
"Aku telfon kalo udah sampe rumah nanti ya Zee.. ". kata Dika padaku.
"Iya hati-hati Dika".
"Iya pacaarr.. aku selalu hati-hati". Jawabnya yang kemudian berlalu meninggalkan aku yang masih mematung ditempat. Rasanya hatiku memanas ketika Dika mengucapkan itu. Apa memang dia selalu bersikap manis seperti itu ?? Entahlah.. sulit menebak pikiran Dika.
Kira-kira 15 menit kemudian Dika telfon dan bilang ia telah sampai di rumah.
Aku sibuk mengotak ngatik hp Dika. Aku penasaran sekali dengan isinya. Tapi,sama sekali tak ada yang menarik untukku lihat karena kebanyakan isinya hanyalah video game dan film-film saja.
Tiba-tiba satu notif masuk ke line Dika.
"Kalo ga suka ngomong aja langsung,ga usah ngomong di belakang". @icha
"Emang aku ngomong apaan?" Balasku dengan berpura-pura sebagai Dika.
"Yaudah sih,maaf kalo gw ngebocorin hubungan lo sama Zee Zee ke anak-anak.Tapi sans aja dong.Jangan ngejelek-jelekin gw dibelakang"@icha.
"Ngejelekin gimana ca ? Gw ga ngerti" @Dika.
"Alaahh.. jangan sok-sok an ga ngerti. Jangan pura-pura ga tau Dika..!!" @icha.
"Ya gimana lagi,emang ga ngerti" @Dika.
"Nyebelin ya lo Dik,semenjak sama Zee zee lo berubah,dulu waktu masih sama Keyla lo ga gini" @icha.
"Yaudah sih,kalo gw berubah gw minta maaf"@Dika.
Dan chat pun berlanjut dengan bacotan si @icha yang makin kasar. Wagelaseh.. dia masi ada hubungan sodara nya sama gw tapi malah ngehina gw dari belakang. Gw balesin chat dia dengan penuh kesabaran walo pun dia makin ngehina gw. Dan parahnya kalo ketemu dia manis bet sama gw seolah-olah ngedukung gw sama Dika.Kira-kira kalo dia tau yang balesin chat dia itu gw dan bukan Dika. Apa dia masi semanis ini ke gw??
Gw ga cerita ke Dika soal chat si icha. Gw malah cerita ke Amber. Anjir gw ngakak bet chatan sama si icha makanya gw SS ke Amber. Dan akhirnya gw nyesel bilang ke dia karena dia ngirim SS chatan nya ke Dika.
Dika is calling...
"Aissshh... padahal lagi seru-serunya nge game" batinku dalam hati. Aku menjawab telfon dari Dika.
Tapi suara Dika berat sekali.
"Zee.. aku di depan bisa keluar sebentar nggak ? Kita tukeran hpnya kapan-kapan aja. Aku ada perlu soalnya".kata Dika.
Aku hanya patuh pada permintaan Dika. Aku segera mengembalikan hpnya setelah sebelumnya menghapus chat icha agar Dika tidak mengetahuinya.
Dika menatapku aneh,lalu bilang
"Icha bilang apa aja ke kamu"
Aku menatap Dika heran lalu tertawa. "Dia nggak chat Dika".
"Kenapa harus boong sih Zee".
"Maaf Dika"kataku.
"Kenapa kamu minta maaf ? Icha yang harusnya bilang maaf ke kamu. Dia ga kenal gimana kamu tapi berani-beraninya ngehina kamu".
"Yaudah sih Ka. Aku ga mau ribet.Toh itu kan cuma penilaian dia".
"Ga bisa.. aku ga terima dia ngejelek-jelekin orang yang aku sayang..!!".katanya dengan rahang yang mengeras menyiratkan kemarahan.
DEG...!!
Ini pertama kalinya ada yang membelaku,aku merasa terharu sekali hingga ingin menangis saat ini juga.tapi kutahan,aku tak ingin menangis di depan Dika.
"Yaudah.. kamu masuk gih,jangan mikir yang aneh-aneh. Aku bakal nyelesain semuanya malam ini juga"kata Dika.
"Jangan bilang apa-apa ke icha"kataku.
"Kamu masuk aja Zee. Aku tau harus apa".katanya agak sedikit membentakku.
Aku kemudian kembali ke kamar. Aku menangis saat itu juga. Menangis dalam diam. Aku sedih bukan karena icha yang bilang aku tidak pantas untuk Dika. Tapi karena aku membuat Dika jauh dari orang-orang terdekatnya.
Flashback off
(Amber Pov )
Malam itu Amber ngaku dia yang bilang ke Dika soal Icha. Dia hanya tidak tahan dengan sikap Icha yang seenaknya berbicara tentangku. Amber juga bilang,karena aku menangis,Dika tidak jadi ke rumah Icha. Dia memilih menurutiku dan tetap memilih diam. Dia juga menyesal karena membuatku menangis malam itu. Dia diam dalam kemarahannya. Dan untuk pertama kalinya aku melihat Dika semarah itu. Aku takut sekali... sangat takut.
-------------------
"Tumben ga bawel Zee?"kata Dika saat motornya mulai melaju.
"Waahh.. pengen di bawelin nih kayaknya." Balasku.
"Zee jangan berubah karena orang lain,ga penting penilaian mereka tentang hubungan kita,tentang kamu. Karena aku jauh lebih tau dari mereka".
"Kamu ga kenal aku Dika"kataku.
"Aku tau siapa kamu Zee,penilaian orang ga akan merubah perasaan aku ke kamu".
Kadang-kadang aku ingin menyerah dengan keadaan ini. Aku tak ingin menyulitkan Dika. Tapi,Dika semakin mendorongku jauh ke depan. Tidak ada celah untuk mundur lagi.
Aku tak akan menjadi pengecut dengan memilih patah dan menyerah.
Bersambung.
Dika.. tempat ternyamanku untuk bersembunyi ketika aku takut. Dia tidak hanya melindungiku. Tapi,juga mengajarkanku cara melawan rasa takut. Sekarang,bersama Dika. Aku tidak takut dunia lagi.