Dila tahu bahwa keputusannya untuk tidak menerima perasaan Kamal adalah yang terbaik. Ia selalu tahu bahwa laki-laki itu tidak akan bisa pergi dari bayang-bayang Lara. Tidak butuh waktu lama untuk membuktikan kata-katanya. Saat ia mendengar jika Lara tidak berhasil dengan cintanya, saat itu juga ia melihat bahwa gadis itu memilih kembali pada Kamal.
Ia menatap keduanya yang sedang memperebutkan bola oranye di tengah lapangan. Ia sedang berada di kantin dengan satu gelas es jeruk di atas meja. Matanya tidak bisa berpaling dari keduanya.
Ia tidak menyangka bahwa Kamal akan memilih kembali pada Lara secepat itu. Padahal ia bilang pada laki-laki itu bahwa ia siap untuk menunggunya. Ia bilang pada Kamal bahwa ia bersedia menunggu laki-laki itu keluar dari bayang