Kegan tampak bergeming selama beberapa saat ketika mendengar ucapan Kanin yang terdengar membingungkan sekaligus membuatnya bertanya tanya. Ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh wanita itu seakan menjelaskan bahwa situasi mereka saat ini cukup rumit.
“Ada apa?” tanya Kegan entah untuk ke berapa kali.
“You still love Nadeline. Am I right?”
Pertanyaan yang keluar dengan intonasi luar biasa tenang itu seketika mampu membekukkan seluruh saraf di tubuh Kegan. Kanin tidak melontarkan pertanyaannya dengan amarah menggebu seolah ia tengah kecewa, atau dengan raut wajah memelas yang menunjukkan bahwa dirinya dirundung kemarahan.
“Maksud kamu gimana?” Kegan menegakkan tubuhnya dan menatap lurus ke arah Kanin.
“Kamu masih sayang dia,” balas Kanin dengan tenang.
“Dari mana kamu bisa berpikir ka