Seorang gadis yang sudah bersiap dengan pakaian rapi dengan jas hitam untuk melakukan upacara peringatan hari kematian sang ibu. Dia adalah Ara, seorang anak yang ditinggal pergi sejak masih usia 3 tahun.
Hidupnya bak seperti pohon tunggal yang tak memiliki tempat menetap, dirawat oleh sang bibi yang ternyata hanya mengambil keuntungan semata.
Setelah dia lulus SMP, Ara dibuang begitu saja dan bibinya pergi meninggalkan negeranya. Dan mulai hari itu dia mengerti apa arti memiliki setelah kehilangan sekaligus apa itu kesepian yang sebenarnya.
"Kau sudah siap?" tanya Neta yang hendak ikut menemani Ara ke makam sang ibunda.
Ara mengangguk dan tersenyum sekilas, mereka berangkat dengan pakaian rapi.
Di mansion Dhafin.
"Tuan, Ada tamu ...." ucap pengawal memberitahu bosnya yang tengah me