Malam ini langit nampak mendung. Dhafin mendongak menatap langit gelap gulita itu dengan raut wajah lesu tak bersemangat. Kepalanya dipenuh ribuan pertanyaan atas masalahnya saat ini, segala cara sudah hampir ia lakukan selama dua bulan, hingga rela menjalani hidup berbeda seperti ini. Namun, hasilnya nihil, ia masih belum menemukan dalang dari permasalahannya.
Saat ia berjalan melewati gang demi gang menuju rumahnya saat ini, ia merasakan ada seseorang yang mengawasinya dari belakang.
Gang perumahan ini sudah nampak sepi, jam mungkin sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Dhafin masih terus melanjutkan perjalanan, dan ia masih merasakan jika ada yang membuntutinya. Karena hal itu akhirnya ia mempercepat langkahnya tiga kali lipat.
Dhafin melangkahkan kakinya melewati celah-celah perumah