Plak!
Satu tamparan mendarat sempurna di pipi seorang pria berpakaian kaos dan jaket kulit. Wajahnya babak belur dan sesekali meringis kesakitan tak berdaya dengan tubuh diikat pada sebuah kursi.
Dhafin menatap pria yang memecahkan kaca rumahnya itu dengan tatapan membunuh,. Namun ia masih bersikap tenang, perlahan ia mendudukkan bokongnya di sebuah kursi.
"Katakan padaku, semua yang kau ketahui." Dhafin mulai bersuara.
"Aku tidak tahu apapun, aku hanya menjalankan perintah." Dengan sisa energinya pria itu menjawab, tetapi tidak ada yang mempercayainya.
"Jadi, kau mendapatkan perintah untuk melempar batu ke rumah ku? apa kau tau siapa aku? dan apakah kau melemparnya begitu saja tanpa alasan?" lanjut Dhafin bertanya.
Tidak ada jawaban, dan Arjun yang berdiri di sana akhirnya ikut ters