"Ekhem!" Sebuah suara membuayarkan situasi. Juna berdiri di ambang pintu menyaksikan sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat.
Ara dan Dhafin terlonjak, sedetik kemudian mereka berdua dibuat salah tingkah dan kelimpungan menahan malunya.
"M-maaf, saya mengganggu waktunya," lirih Juna merasa tidak enak.
Dhafin menyahut dengan cepat, "Tidak! katakan apa yang kau dapat."
"Saya membawa laporan dari Firma LD," jawab Juna seraya memperlihatkan segebok lembar kertas berisi catatan hubungan perusahaan Dhafin dengan Firma LD.
"Berikan padaku."
Juna menurut dan mendekat ke arah meja kerja atasannya itu.
"Ada laporan apa mengenai perusahaan?" tanya Dhafin seraya memeriksa satu persatu berkas tersebut. Ara yang masih merasa begitu malu segera meninggalkan tempat menuju dapur untuk minum.
"Ibu So