Setidaknya kita pernah mengenal walaupun tak bersama.
Seorang pria dengan pakaian pasien tengah berdiri dengan amarah menggebu-gebu.
"Lihat, perkejaan lo! ga becus!!" teriaknya hingga urat lehernya terlihat menegang.
Pria yang berdiri dengan kepala menunduk itu tak berani menjawab sepatah katapun.
"Maaf," hanya itu yang David katakan. Seorang David yang dikenal sebagai pemilik Firma dan disegani banyak orang sekarang ketakutan di hadapan orang itu.
"Emang seharusnya gua bunuh lo dari kemarin!! bodoh!" lanjut orang itu seraya melempar vas bunga ke arah David, membuat keningnya mengalirkan darah.
David terdiam menahan ngilu, kakinya yang semula berdiri tegak kini terduduk di lantai memohon ampun kepada orang tersebut.
"M-maafkan aku, aku memang membuat kesalahan."
"Ga guna hidup lo! Gue ga mau tahu, secepatnya gue harus dapetin adik gue