Jika diibaratkan dengan musim, maka Rigel adalah musim dingin. Di mana salju mulai turun, cuaca tak bisa diprediksi, dan semua tempat seolah membeku menjadi es. Sebagian penduduk bumi tak ingin keluar dari rumah dan memilih menyembunyikan dirinya di tempat yang paling nyaman. Berada di bawah selimut tebal atau duduk manis di depan perapian dengan secangkir coklat hangat dengan buku di pangkuan. Begitu juga dengan kemunculan Rigel bagi sebagian orang. Auranya yang dingin, hitam, dan menakutkan selalu menguar dalam diri lelaki itu membuat orang enggan untuk mendekat.
Jika musim dingin memiliki waktu kapan akan mulai dan kapan akan berakhir, maka Rigel adalah musim dingin sepanjang tahun. Dia tak memiliki kehangatan bahkan untuk orang lain sekalipun kecuali dengan keluarganya dan orang-oran