Angin musim gugur membelai lembut pipi pucat Soomin yang tengah melangkah di sepanjang tepi sungai Han. Jam di pergelangan kirinya menunjukkan pukul lima sore, tapi hal itu tak membuat Soomin segera beranjak dari bangku yang ada di tepi sungai Han. Hazelnya masih betah memandangi sinar matahari senja memantul di permukaan air sungai.
Ini akhir pekan dan jam kerja Soomin selesai satu jam yang lalu, tapi ia memilih tidak langsung pulang. Akhir-akhir ini, Yoon Soomin selalu menyempatkan diri pergi ke tepi Sungai Han. Sejak kejadian perdebatannya dengan Yeonchan di depan pintu apartemen, pria itu seolah kembali hilang dari hidup Soomin. Tidak ada lagi suara Yeonchan yang memohon di depan pintu apartemennya ataupun chat maupun panggilan yang masuk ke ponsel Soomin dari pria itu. Park Yeonchan seolah memberi waktu bernapas untuk Soomin.
Seharusnya, Soomin merasa senang karena Yeonchan tak lagi mengganggunya. Yeonchan memberinya waktu untuk berpikir. Memberinya waktu untuk berpikir tentang apa yang sedang Soomin rasakan terhadap Yeonchan selama beberapa bulan ini. Tapi, yang Soomin rasakan saat ini adalah kosong. Yoon Soomin menyadari eksistensi Park Yeonchan dalam hidupnya begitu kuat. Dan Soomin tak menampik jika ia merindukan Yeonchan.
Soomin sangat merindukan Park Yeonchan dalam hidupnya.
Soomin menengadah memandangi langit senja Seoul di musim gugur yang terlihat indah. Saat hazelnya memperhatikan langit senja, rasa kosong semakin kuat menghantam dadanya. Perempuan mungil itu hanya bisa kembali menghela napas panjang.
Meskipun Soomin merasakan rasa kosong karena Yeonchan yang menghilang dari hidupnya selama beberapa minggu ini, Soomin tak mau menghubungi pria itu. Yoon Soomin masih memiliki harga diri yang tinggi. Soomin tak mau lagi di anggap tak berharga oleh Yeonchan seperti di masa lalu. Yoon Soomin ingin memberikan pelajaran pada Yeonchan, bahwa sebuah hubungan tak bisa dibangun tanpa adanya kejujuran dan kepercayaan dari kedua belah pihak.
Getaran di mantel yang dikenakannya membuat Soomin kembali ke dunia nyata. Tangan lentiknya merogoh saku dan mengambil ponselnya. Dahi Soomin mengerut saat membaca pesan masuk yang ternyata dari Hyunso. Merasa janggal dengan isi pesan yang diberikan Hyunso, Sooomi beranjak dari bangku di tepi Sungai Han. Perempuan itu bergegas untuk pulang sesuai pesan Hyunso padanya.
~FORGIVENESS~
Park Yeonchan mengarahkan mobilnya menuju lapangan parkir Sekolah Menengah Daekyung. Entah apa yang membuat Yeonchan berpikir untuk mengunjungi sekolahnya di hari minggu pagi. Ada sesuatu yang mendesak di d**a Yeonchan untuk mengunjungi tempat dimana masa indahnya bersama Soomin bertebaran di Daekyung.
Yeonchan turun dari SUV mercy-nya dan terdiam sejenak memperhatikan suasana sekolah. Iris hitamnya menemukan bahwa tidak ada yang berubah sedikit pun Daekyung yang sekarang dengan Daekyung yang ada dalam ingatannya. Sekolah itu masih tetap luas dan asri seperti yang Yeonchan ingat. Puas memperhatikan sekelilingnya, Yeonchan memutuskan melangkah lebih jauh memasuki Daekyung.
Pria bertubuh tinggi itu sesekali tersenyum seraya menganggukkan kepala pada beberapa petugas penjaga sekolah. Bahkan, Yeonchan tak sungkan untuk berbincang sejenak saat salah satu dari petugas sekolah itu bertanya mengenai dirinya. Selesai berbasa-basi dan menanyakan keadaan Daekyung sekarang, Yeonchan mengarahkan tungkainya menuju gedung A sekolah menengah Daekyung. Tempat yang paling banyak menyimpan kenangannya bersama Soomin.
Setelah berada di gedung A, Yeonchan segera menuju lift yang akan membawanya menuju lantai tiga, tempat di mana ruang musik berada. Begitu pintu lift terbuka, Yeonchan melangkah pelan di sepanjang lorong yang sepi tersebut. Senyum terukir di wajah Yeonchan saat langkahnya berhenti di depan ruang musik paling ujung. Tempat ia bertemu pertama kali dengan Yoon Soomin remaja.
Terkunci. Yeonchan menghela napas panjang saat menyadari pintu ruang musik tersebut terkunci. Sadar bahwa ia tak bisa mengenang kenangannya di ruang musik, Yeonchan segera berbalik pergi. Ada satu tempat lain yang menjadi saksi bisu mengenai kenangannya bersama Yoon Soomin. Taman dekat lapangan basket.
~FORGIVENESS~
Angin pagi musim gugur seolah menyapa kehadiran Yeonchan saat berdiri di taman dekat lapangan basket. Yeonchan pernah mengunjungi tempat itu beberapa bulan yang lalu saat pesta akhir bulan bersama Yeonchan. Tempat dimana ia akhirnya bisa kembali bersama Soomin. Tempat dimana ia merasakan bibir manis Soomin untuk pertama kali.
Helaan napas Yeonchan terdengar seiring pria itu duduk di salah satu bangku taman. Yeonchan menatap langit biru musim gugur yang begitu indah. Lagi, otaknya memutar semua kenangannya bersama Soomin di tempat ini. Dan rasa kosong itu terasa seperti lubang besar dalam diri Yeonchan, seiring dengan kenangan indahnya bersama Soomin yang berputar di kepalanya.
Yeonchan sadar jika ia kembali bersikap seperti dulu saat ia pertama kali bertemu Soomin. Yeonchan menyembunyikan semua perasaannya dan kembali menjadi seseorang yang berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Sampai, Choi Su Young datang dan menghancurkan apa yang sudah Yeonchan persiapkan selama ini. Yeonchan tahu ia telah membuat kesalahan yang paling di benci Yoon Soomin sejak dulu.
Kesalahan itu adalah Park Yeonchan tak jujur pada Yoon Soomin.
Yeonchan bukan tak mau menceritakan apa yang terjadi pada dirinya selama di Inggris pada Soomin. Demi apapun itu adalah episode paling kelam dalam hidup Yeonchan. Yeonchan berada dalam titik terendahnya saat berada di Inggris. Terlebih, sebagai seorang pria, Yeonchan tak mau di anggap lemah.
Yeonchan malu jika harus mengatakan semua tentang dirinya pada Soomin. Di depan Soomin, Yeonchan tak akan pernah bisa menyembunyikan apa pun tentangnya. Perempuan itu bahkan pernah melihat Yeonchan dalam titik terendahnya saat semasa sekolah dulu.
Meskipun Yeonchan tahu, Soomin akan menerima dan memahami dirinya tanpa berusaha menjatuhkan Yeonchan, Yeonchan merasa perempuan itu tak pantas melihat dirinya yang begitu lemah di saat seharusnya Yeonchan-lah yang menjadi sandaran bagi Soomin, bukan sebaliknya.
Itu sebabnya Yeonchan memilih mengunci rapat episode tersebut dari Yoon Soomin. Yeonchan ingin menjadi seseorang yang bisa Soomin andalkan sebagai pelindung dan juga tempat perempuan itu merasa aman. Karena selama ini, Yeonchan merasa Soominlah yang menjadi tempat bersandarnya. Yeonchan butuh waktu menyiapkan dirinya untuk semua itu.
Getaran di saku celananya membuat Yeonchan tersentak dari pikirannya. Pria itu merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya. Salah satu alisnya terangkat saat melihat identitas penelponnya. Merasa heran sekaligus bingung, Yeonchan menyentuhkan telunjuknya untuk menerima panggilan menuju tanda hijau.
“Yeoboseyo....”
Telinga lebar Yeonchan langsung di sambut suara tegas Do Hyunso. Selama beberapa menit, Yeonchan hanya diam mendengarkan penjelasan yang diberikan Hyunso. Hingga, akhirnya sebuah permintaan meluncur dari pria tegas yang selama ini menjadi penentang hubungan Yeonchan dengan Soomin. Sebuah permintaan yang tak pernah Yeonchan duga akan terucap dari Do Hyunso.
[Bisakah aku mempercayaimu, Park Yeonchan?]
Butuh beberapa detik bagi Yeonchan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bukankah selama ini, Yeonchan memang menunggu saat dimana Hyunso mempercayai dirinya?
Dan langit sepertinya mendengar permohonan tersebut, karena di musim gugur ini, Hyunso mempercayai dirinya.
Dengan sebuah anggukan mantap, Yeonchan pun menerima permintaan tersebut. “Ya. Tentu kau bisa mempercayaiku, Hyunso-ya,” balas Yeonchan tanpa keraguan sedikit pun.
Setelah berbasa-basi, Hyunso mengakhiri telepon. Park Yeonchan, kembali terbuai dalam pikirannya sendiri. Di saat Hyunso mulai mempercayai dirinya, Yeonchan malah bingung. Bagaimana ia bisa menjaga Soomin jika perempuan itu selalu menolak bertemu dan berbicara dengannya.
Helaan napas terdengar dari Yeonchan seiring rasa bingung yang kini mengisi hatinya. Meskipun ia bingung menentukan cara untuk menjaga Soomin, Yeonchan meyakinkan dirinya sendiri bahwa selalu ada cara bagi Yeonchan untuk melindungi Soomin tak pedulli jika perempuan itu menghindari dirinya. Bagi Yeonchan, yang terpenting saat ini adalah ia berhasil mendapatkan kepercayaan dari Do Hyunso dan ia tak ingin mengecewakan Hyunso.
~FORGIVENESS~
“Sudah, jangan menangis lagi, Soomin-a. Aku minta maaf karena kau menjadi orang terakhir yang mengetahui hal ini.”
Saat ini, Soomin, Hyunso dan keluarganya berada di Bandara Internasional Incheon. Soomin dan keluarga Hyunso tengah mengantar Hyunso yang akan pergi ke Jerman selama enam bulan. Pria itu mendapatkan penawaran sebagai asisten penelitian dari seorang ahli bedah ternama di Jerman. Dan Do Hyunso, tak akan melewatkan kesempatan emas ini. Pria itu langsung menyetujuinya dan segera bertolak menuju Munich Jerman, untuk bertemu ahli bedah dan beberapa dokter bedah lainnya untuk sebuah penelitian.
Yoon Soomin menjadi yang paling sedih saat mengetahui hal ini. Sejujurnya, Soomin sangat senang dengan berita baik yang di sampaikan Hyunso seminggu yang lalu saat sepupunya itu menyuruhnya segera pulang. Di sisi lain, Soomin merasa hidupnya akan semakin kosong karena Hyunso, yang selama ini memperhatikan dan menyayanginya akan pergi jauh dalam waktu yang lama.
“Oppa, cepatlah pulang jika penelitianmu telah selesai. Aku... aku akan sangat kesepian,” isak Soomin yang menenggelamkan wajahnya di bahu Hyunso. Tangannya memeluk erat pria yang sudah menjadi pelindungnya selama ini.
“Tentu saja aku akan segera kembali, Soo Min-a. Sudah jangan menangis lagi. Bukankah ada Yeonchan yang akan menemanimu,hm? Aku bahkan sudah meminta Yeonchan-i untuk menjagamu selama aku pergi.”
Soomin tercekat saat Hyunso mengatakan tentang Yeonchan. Bagaimana bisa Hyunso meminta Yeonchan menjaganya di saat hubungan mereka tengah memiliki jarak?
“Oppa....”
Soomin kehilangan kata-katanya. Perempuan itu tak pernah menyangka Hyunso akan bertindak seperti itu. bukankah selama ini Hyunso tak pernah sekalipun mempercayai Yeonchan?
Hyunso tersenyum dan mencubit kedua pipi Soomin dengan gemas. “Aish! Kau bahkan tak bisa menyembunyikan rasa senangmu, oh? Jika ia macam-macam denganmu, langsung hubungi aku atau Kyunghoon, okay?”
Soomin tersenyum tipis. Perempuan itu sejujurnya bingung menanggapi ucapan Hyunso. Karena itu, Soomin memilih menanggapinya dengan sebuah senyuman simpul di wajahnya. Dan Soomin merasa lega karena detik selanjutnya ia mendengar pengumuman mengenai pesawat keberangkatan Hyunso.
Segera saja, Soomin kembali memeluk Hyunso sebelum pria itu kembali memeluk satu persatu anggota keluarganya. Selesai berpamitan, Hyunso mendorong troli dan melangkah semakin jauh meninggalkan Soomin dan keluarganya.
Sebelum memasuki bagian imigrasi, Hyunso sempat berbalik dan melambaikan tangannya untuk terakhir kalinya. Secepat itu, Soomin merasakan adanya lubang yang menganga di dalam hatinya. Yoon Soomin merasa sangat kosong tanpa adanya Park Yeonchan dan Do Hyunso dalam hidupnya.
~FORGIVENESS~