Su Young membenahi pakaiannya yang sedikit kusut karena aktivitas yang baru saja ia lakukan. Perempuan itu membalikkan tubuhnya dan mengambil tisu yang terdapat di atas meja sebelum akhirnya menyapukannya dengan lembut pada bibir pria yang ada di depannya. Lipstick merahnya banyak meninggalkan noda di sekitar bibir pria itu.
“Su Young-a, aku tak mengerti kenapa kau memintaku mencari rekam medis mengenai perempuan itu? Apa kau akan melakukan sesuatu?” tanya pria itu seraya menatap lekat Su Young yang masih duduk di pangkuannya.
“Aku meminta Oppa mencarinya karena sudah jelas aku membutuhkannya,” balas Su Young seraya mengusap lembut pipi pria di depannya. Wajah cantiknya memamerkan senyuman menggoda.
“Aku hanya memastikan kau memerlukannya bukan untuk bertindak jahat, sayang. Kau tahu, aku sudah melanggar kode etik dengan mengunduh rekam medis secara ilegal seperti ini. Terlebih, aku seperti mengkhianati seseorang yang begitu mempercayaiku.”
Su Young mendelik kesal pada pria di depannya. Pria di depannya ini terlalu banyak ingin tahu. Su Young tentu tak akan menceritakan detail rencanya pada pria ini. Terlalu beresiko jika Su Young menceritakannya pada pria ini. Su Young tak mau rencananya gagal sebelum ia berhasil melaksanakannya.
“Oppa, kau ini selalu saja mengkhawatirkan sesuatu secara berlebihan. Aku berjanji, Oppa tidak akan mendapatkan konsekuensi apapun dari hal yang kuminta ini. Jadi...”
Su Young mendekatkan wajahnya pada pria didepannya. Senyuman tersungging di wajah cantiknya saat perhatian pria itu terfokus padanya, membuat Su Young semakin berani mendekatkan bibirnya pada pria di depannya, sebelum akhirya berhenti saat Su Young bisa merasakan hembusan napas hangat pria itu.
“Oppa, jangan khawatir lagi,” lanjut Su Young berbisik sebelum kembali menyentuhkan bibirnya pada bibir pria di depannya. Su Young malah semakin hanyut dengan ciuman tersebut. Perempuan itu bahkan tak peduli dengan tangan pria di depan yang mulai menjelajahi dadanya.
~FORGIVENESS~
Soomin kembali memandang datar sosok pria tinggi yang berdiri tepat di depan pintu apartemennya. Soomin tak lagi mengharapkan kedatangan Yeonchan di apartemennya sejak kejadian makan malam itu. Meskipun sebagian dirinya merasa senang melihat kedatangan Yeonchan malam ini, lagi-lagi akal sehatnya berusaha menyingkirkan semua perasaan itu secepat mungkin dari hati Soomin.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Soomin dingin.
Yeonchan berdiri gelisah mendengar nada suara Soomin yang begitu dingin. Pria tinggi itu hampir putus asa memikirkan berbagai cara agar Soomin mau mendengarkan dan mempercayainya. Yeonchan rela melakukan apa pun asalkan Soomin mau mendengarkan mempercayai lagi dirinya. Yeonchan tak pernah sadar jika harga dari sebuah kepercayaan sebegitu mahalnya. Seandainya saja, Yeonchan menyadari semua itu sebelum terlambat.
“Aku ingin menjelaskan sesuatu padamu, Soomin-a. Kumohon, biarkan aku menjelaskan mengenai Su Young padamu. Kumohon berikan aku kesempatan untuk menjelaskannya padamu. Kau salah paham tenta—”
“Bagian mana yang kau pikir bahwa aku sudah salah paham?” potong Soomin.
Mata Soomin menyipit mendengar ucapan Yeonchan. Demi apa pun, Soomin sudah bosan mendengar dan melihat Yeonchan yang memohon seperti ini di depan pintu apartemennya setiap malam. Soomin butuh ketenangan dari gangguan pria bernama Park Yeonchan ini!
“Aku tidak pernah bertunangan dengan Choi Su Young, Soomin-a. Selama ini aku belum bertunangan dengan siapapun. Kalau pun hendak bertunangan aku menginginkan...”
“Jika memang kau belum bertunangan, kenapa perempuan itu bisa menyebut dirinya sebagai tunanganmu sepercaya diri seperti itu di depanku? Kau pikir aku ini bodoh atau apa?”
“Demi Tuhan Soomin-a, Su Young itu gila! Sampai kapan pun aku tak pernah mau bertunangan dengan perempuan sepertinya,” ucap Yeonchan dengan nada frustasi.
Soomin kembali tertawa sarkas di depan Yeonchan. Soomin menggeleng-gelengkan kepala. “Bukan dia yang gila, lebih tepatnya kau yang gila! Setelah kejadian itu aku sadar bahwa aku tak mengenal sedikitpun tentangmu.”
Balasan Soomin membuat Yeonchan tertohok. Iris hitam Yeonchan membulat dengan bibir yang terbuka. Yeonchan tak menyangka Soomin akan mengatakan hal seperti itu padanya. Setelah enam bulan bersama dan Soomin mengatakan bahwa ia tak mengenal sedikit pun tentang dirinya? Lelucon apa ini?
“Kau tak mengenalku? Apa yang membuatmu mengatakan bahwa kau tak mengenalku Soomin-a? Lalu, kebersamaan kita sampai detik ini, apa itu yang kau maksud jika kau tak mengenalku?”
“Selama ini kau tahu segala sesuatu yang terjadi padaku, Yeonchan-a. Tapi, tak sedikit pun kau menceritakan sesuatu tentangmu padaku. Aku bahkan tak tahu apa saja yang telah terjadi padamu selama di Inggris atau apapun yang terjadi selama lima belas tahun kita berpisah,” jelas Soomin dengan nada pahit.
Benar, selama ini itulah yang Soomin pikirkan tentang Yeonchan. Soomin sadar, ia tak sedikitpun mengetahui apa yang terjadi pada hidup Yeonchan, selain bahwa pria itu merasa menyesal telah mencampakkannya. Tapi, diluar dari semua itu, Soomin sama sekali tak mendapatkan petunjuk apapun mengenai Yeonchan. Bukankah itu artinya Yeonchan seperti memilih menyembunyikan mengenai dirinya dari Soomin?
“Kau mengenalku dengan sangat baik dibandingkan orangtuaku sendiri, Yoon Soomin. Lalu, selama aku tinggal di Inggris, tak pernah sekalipun aku melupakanmu. Aku benci hidupku saat berada jauh darimu. Kenapa aku harus menceritakan masa kelam itu padamu? Aku tak mau kau merasakan apa yang kurasakan saat itu!”
“See? Kau selalu saja menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya, tidak hanya padaku atau pun orang lain. Sembunyikan saja semua dariku sampai aku harus mencari tahu sendiri, Park Yeonchan!”
Soomin membanting pintu apartemennya. Perempuan itu tak peduli lagi dengan apa yang akan Yeonchan lakukan di luar apartemennya. Soomin duduk di sofa apartemennya, membenamkan wajahnya pada kedua telapak tangan. Dan semudah itu airmata meluncur turun dari kedua sudut matanya.
Soomin benci menyadari jika ia tak sedikitpun mengetahui apapun tentang Park Yeonchan. Semua menyadarkan Soomin jika ternyata Park Yeonchan tak mencintai dirinya dan lebih memilih menyembunyikan semua perasaannya secara sendiri. Persis seperti Park Yeonchan yang ia kenal saat mereka bertemu semasa sekolah.
He’s untouchable.
~FORGIVENESS~
Park Yeonchan menghela napas panjang saat menemukan Choi Su Young berada di dalam ruang kerjanya. Yeonchan baru saja kembali dari ruang rapat dan diberitahu oleh sekretarisnya, jika ada seseorang yang menunggu di ruangan. Awalnya, Yeonchan mengira sosok yang menunggunya itu Soomin. Harapan itu musnah saat Yeonchan membuka pintu ruangannya dan menemukan Choi Su Young duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya.
“Apa Oppa mengharapkan kehadiran orang lain?” tanya Su Young setelah menemukan ekspresi kecewa di wajah Yeonchan.
Yeonchan melangkah masuk semakin dalam. Pria itu mengabaikan pertanyaan Su Young dan meraih dokumen yang tertumpuk di meja kerjanya. Yeonchan memfokuskan perhatiannya pada deretan kata yang terdapat pada dokumen tersebut.
Su Young menghela napas dramatis melihat Yeonchan yang kembali mengabaikan kehadirannya. Selalu, pria itu bertindak dingin seperti itu setiap kali berhadapan dengannya. Tidak ada lagi senyuman ramah di roman tampannya jika Yeonchan bertemu dirinya. tidak ada lagi, sejak Su Young mengatakan kebenaran tentang permintaan Choi Siwon mengenai dirinya. Alasan yang sebenarnya di balik permintaan Siwon untuk menjaga Su Young selama Yeonchan tinggal di Inggris, adalah untuk membiasakan Yeonchan terhadap Su Young, yang akan menjadi istrinya.
“Yeonchan Oppa, apa kau akan selalu bersikap dingin padaku?”
Su Young kini sudah berpindah duduk. Perempuan yang memiliki usia lebih muda lima tahun dari Yeonchan itu kini menopang wajahnya dengan sebelah tangannya. Manik cokelatnya menatap sedih.
“Ya. Aku akan selalu bersikap dingin pada perempuan pembohong sepertimu. Bahkan, aku bisa saja bersikap lebih buruk dari ini padamu. Tak peduli jika kau adalah adik dari seseorang yang sudah kuanggap sebagai pengganti hyungku,” ucap Yeonchan pedas.
“Kenapa kau bersikap seolah akulah orang yang patut di salahkan atas wasiat yang di tulis Ayahku? Aku sama sekali tak tahu tentang itu sampai Siwon Oppa mengatakannya padaku.”
Yeonchan meletakkan dokumen kerjanya di atas meja dengan kasar. Iris hitam itu berkilat penuh kebencian pada Su Young. “Tak bersalah? Kau justru orang yang patut disalahkan, Choi Su Young. Kau memilih menyembunyikan kebenaran dibandingkan mengatakannya padaku. Aku jelas merasa tertipu karena sudah bersikap baik pada perempuan sepertimu.”
Su Young merasakan kemarahan menguasai hatinya. Sungguh, hatinya sangat sakit mendengar ucapan Yeonchan. Keinginannya untuk mendapatkan Yeonchan semakin kuat Su Young rasakan. Su Young tak peduli, pria di depannya ini harus menjadi miliknya. Bukankah itu adalah keinginan terakhir sang Ayah? Untuk kali ini, Su Young memilih menjadi anak penurut dan berusaha mewujudkan keinginan ayahnya.
“Terserah apa pun penilaianmu padaku, Yeonchan Oppa. Seberapa keras kau menolak pertunangan ini, nyatanya kau memang sudah bertunangan denganku. Ah satu hal lagi, ayahmu dan Siwon Oppa berniat mengumumkan dan membuat acara pertunangan resmi kita secepat mungkin. Aku—”
“Aku tak pernah sudi bertunangan dengan perempuan pembohong dan kotor sepertimu, Choi Su Young. Tunggu sampai kakak dan ayahku tahu apa yang sebenarnya kau lakukan di belakang mereka,” potong Yeonchan dengan nada sarat kebencian.
Mata Su Young memicing mendengar hinaan yang dilemparkan Yeonchan untuknya. Ucapan Yeonchan benar-benar menghina harga diri Choi Su Young yang begitu tinggi. Jika Su Young di anggap kotor, lalu bagaimana dengan Yoon Soomin? Tidakkah perempuan itu jauh lebih rendah darinya?
“Wah Oppa semakin berani ya mengancamku. Jika Oppa menilaiku sebegitu hina, lalu bagaimana dengan Yoon Soomin? Bukankah dia yang lebih pantas di sebut kotor? Bermesraan dengan tunangan orang bahkan sampai rela memberi—”
“Diam!”
Yeonchan bangkit dari duduknya. Napas pria itu tersengal karena emosi yang meledak di dadanya. Demi apapun, tidak boleh ada seorangpun yang boleh mengatakan hal buruk mengenai Soomin tepat di wajahnya. Yeonchan tak akan pernah membiarkan siapapun menghina perempuannya yang begitu berharga!
She’s more precious than you, Choi Su Young! Geram Yeonchan dalam hatinya
“Kau tak berhak mengatakan apa pun tentang Soomin. Dia jauh lebih berharga dan murni dibandingkan kau yang penuh kepalsuan. Sekarang, sebelum aku kehilangan kesabaranku dan bertindak kasar padamu, lebih baik kau keluar dari ruanganku. Pergi dan jangan pernah menampakkan diri di hadapanku.”
Su Young mendengus dan tertawa perih. Su Young benci melihat kilat rasa sayang yang begitu besar di manik Yeonchan. Hatinya sakit menyadari semua perasaan itu hanyalah milik Soomin. Benci karena pria di depannya benar-benar tak tersentuh oleh Su Young. Park Yeonchan menutup hatinya untuk Su Young.
Tanpa berkata-kata lagi, Su Young meraih tasnya dan keluar dari ruangan dengan langkah menghentak. Tak peduli jika suara heelsnya menimbulkan kegaduhan di sepanjang lorong gedung Park Group.
~FORGIVENESS~