Choi Su Young melangkah memasuki ruang kerja Yeonchan dengan santai. Perempuan itu tak peduli sekali pun Asisten Kim mengatakan jika Yeonchan tak berada di tempat. Pria itu tengah pergi makan siang bersama rekan bisnisnya. Su Young tetap melanjutkan langkahnya mengitari ruang kerja Yeonchan, sebelum berhenti tepat di depan meja kerja Yeonchan.
“Nona Choi, saya tidak tahu kapan Direktur Park akan kembali. Jika Anda tak keberatan, saya akan—”
“Aku tak masalah jika tak bertemu dengannya, Asisten Kim. Aku kemari karena tak sengaja untuk mampir. Sudah lama aku tak berkunjung ke kantor ini,” potong Su Young membuat Asisten Kim diam.
Iris cokelatnya bergulir memperhatikan detail pada meja kerja Yeonchan sebelum berhenti pada dua bingkai foto yang terpajang. Kuku tangannya yang terpoles cat berwarna merah darah terulur meraih dua bingkai foto tersebut. Senyum sinis terukir di wajah cantik Su Young melihat sosok yang terdapat dalam foto yang dipajang Yeonchan.
Perempuan itu...
“Asisten Kim, apa kau tahu siapa perempuan dalam foto ini?”
Su Young berbalik dan memperlihatkan foto dalam dua bingkai tersebut. dua foto yang memajang sosok perempuan yang sama. Satu foto mengabadikan sosok dalam balutan seragam sekolah, sementara yang foto yang lain memperlihatkan sosok itu telah menjadi seorang perempuan dewasa yang cantik. Choi Su Young benci mengakui jika perempuan itu sangat cantik, tapi tentu saja tak lebih cantik dari dirinya.
“Foto itu Nona Yoon Soomin, Nona Choi. Nona Yoon adalah kekasih Direktur Park semasa sekolah,” jawab Asisten Kim.
“Apa kau tahu hubungan Nona Yoon dengan Direktur Park saat ini, Asisten Kim?” Su Young mulai mencari tahu seberapa dekat Soomin dengan tunangannya— Yeonchan.
Asisten Kim tersenyum canggung. Pria itu merasa tak nyaman diinterogasi oleh perempuan bermarga Choi tersebut. Asisten Kim bukanlah orang yang senang ikut campur urusan pribadi orang lain, terlebih atasannya sendiri.
“Maafkan saya, Nona Choi. Selama ini mereka sering bertemu karena Nona Yoon adalah direktur kerjasama dari Byun Media. Selebihnya, saya tak tahu.”
“ Semuda itu sudah menjadi direktur? Heol, daebak. Tapi, kau mengenal Nona Yoon, bukan?”
“Tentu saja,Nona Choi. Saya mengenal Nona Yoon cukup baik bahkan saat Direktur Park dan Nona Yoon masih bersekolah di Daekyung.”
Su Young menghela napas dramatis. Tangannya kembali meletakkan dua bingkai foto Soomin di meja Yeonchan. Rasa marah menguasai hati Su Young. Matanya berkilat tajam pada sosok Soomin dalam foto. Su Young benci dengan perempuan itu.
Yoon Soomin, nama yang selalu diucapkan Yeonchan saat terlelap. Perempuan yang membuat Su Young harus puas dengan jawaban Yeonchan yang selalu menganggap dirinya tak lebih dari sekedar adik dan juga tanggung jawabnya atas permintaan kakaknya—Choi Siwon— pada Yeonchan. Su Young begitu benci sekaligus iri dengan perempuan yang entah kenapa bisa begitu dicintai oleh Park Yeonchan. Su Young benci betapa melekatnya nama perempuan itu sekalipun dalam alam bawah sadar Yeonchan.
Tapi, jangan sebut dirinya Choi Su Young, jika tak bisa mewujudkan keinginannya. Seulas seringai penuh tekad menghiasi sudut bibir Su Young. Choi Su Young akan melakukan apapun demi menyandang status sebagai istri Park Yeonchan. Su Young akan mempertahankannya sekalipun ia harus menggunakan cara kotor.
“Maukah kau menceritakan lebih banyak mengenai Nona Yoon ini, Asisten Kim?” tanya Su Young dengan senyum palsunya.
~FORGIVENESS~
“Soomin-a, apa kau mendapat undangan pernikahan Kim Juho akhir pekan ini?”
Do Hyunso bertanya pada Soomin yang tengah asyik bermain game di ponselnya. Saat ini keduanya sedang bersantai di ruang duduk apartemen Soomin sehabis makan malam bersama. Hyunso sengaja mampir untuk makan malam bersama Soomin sebelum pergi bertugas jaga malam di rumah sakit.
Hyunso selalu menyediakan waktu untuk makan malam bersama Soomin karena Hyunso tahu Soomin benci makan sendirian. Itu sebabnya, setiap malam, Hyunso selalu makan malam di apartemen Soomin, itu pun jika sepupunya tak sibuk berpacaran dengan Yeonchan, seperti malam ini.
Soomin menghentikan permainannya saat mengingat undangan pernikahan Juho. Soomin mendapat undangan tersebut saat menghadiri acara pesta akhir bulan SMA Daekyung, sebulan yang lalu. Mengingat undangan tersebut, Soomin menggerutu dalam hati karena ia ingat sudah berjanji akan pergi bersama Yeonchan.
Ya ampun, kenapa ia bisa melupakan hal ini? gerutunya.
“Ya, aku mendapat undangannya. Apa oppa mau pergi bersamaku?” tanya Soomin seraya menoleh pada Hyunso.
“Aku ada jadwal operasi besar akhir minggu ini. Bukankah kau sempat bilang bahwa kau akan pergi bersama Yeonchan ke pernikahan ini? Kenapa kau malah mengajakku?” tanya Hyunso dengan pandangan menyipit curiga.
Soomin tersenyum canggung mendengar pertanyaan Hyunso padanya. Soomin menyadari kecurigaan Hyunso atas tawarannya. “Ah aku hanya bertanya saja. Siapa tahu, oppa mau pergi bersama-sama. Lagi pula, aku yakin Yeonchan tak keberatan jika oppa ikut pergi bersama kami,” dusta Soomin.
Soomin terpaksa berbohong karena tak mau Hyunso mengetahui hal buruk yang tengah terjadi antara dirinya dan Yeonchan. Soomin belum sanggup menghadapi kemurkaan Hyunso pada dirinya dan Yeonchan. sepupunya itu bisa berubah seperti pria psikopat berdarah dingin jika sedang murka.
“‘kan sudah kubilang kalau aku ada jadwal operasi besar. Lagi pula, aku tak berminat menjadi obat nyamuk di antara sepasang kekasih yang sedang kasmaran.”
Soomin tertawa palsu mendengar balasan Hyunso yang terdengar begitu ketus. Soomin berharap, Yeonchan melupakan janjinya tentang pergi bersama ke pernikahan Juho akhir minggu nanti. Soomin masih tak mau bertemu ataupun berada dekat dengan pria itu. Hatinya masih sakit dan kecewa.
Butuh waktu bagi Soomin untuk membangun pertahanannya untuk Yeonchan, terlebih setelah semua yang mereka lakukan bersama selama kurang lebih enam bulan sejak pertemuan pertama mereka. Soomin meragukan semua yang Yeonchan lakukan untuknya.
~FORGIVENESS~
Harapan Soomin tentang Yeonchan yang melupakan janji pergi bersama ke pernikahan Juho pupus sudah. Soomin tak bisa menutupi rasa kesalnya saat menemukan Yeonchan di ruang duduk apartemennya dalam balutan jas yang membentuk tubuh tingginya dengan sempurna. Soomin tak bisa bersikap dingin atas kedatangan Yeonchan yang tak diharapkan karena Hyunso juga berada di apartemennya.
Soomin terpaksa bersandiwara di depan Hyunso, demi memperlihatkan hubungannya dengan Yeonchan dalam keadaan baik. Begitu pintu apartemen tertutup, Soomin dengan segera menghentikan sandiwaranya. Tangan lentiknya tak lagi menggamit lengan kokoh Yeonchan. Bahkan Soomin mendiamkan Yeonchan selama perjalanan menuju venue pernikahan Juho malam ini di Shilla Hotel.
Begitu Yeonchan selesai memarkirkan SUV mercy kesayangannya, Soomin melepas sabuk pengamannya dan bersiap untuk keluar dari mobil. Sungguh, Soomin tak tahan lagi bersama Yeonchan dalam tempat yang sama.
Belum sempat tangannya membuka pintu mobil, Yeonchan sudah meraih sebelah bahunya. Pegangan Yeonchan pada bahunya sukses membuat tubuh Soomin membeku. Otaknya memerintahkan Soomin untuk segera menghindari Yeonchan, tapi hati dan tubuhnya seolah menolak perintah tersebut. Soomin terdiam mematung. Perempuan itu bahkan tak berani menolehkan wajahnya pada Yeonchan.
“Soomin-a, bisakah kita bicara sebentar?” tanya Yeonchan lembut.
“Aku tak punya waktu untuk berbicara denganmu,” balas Soomin ketus.
Helaan napas terdengar dari Yeonchan. Yeonchan sadar, ia pantas mendapatkan perlakuan dingin dari Soomin. meskipun begitu, Yeonchan tak mau menyerah. Yeonchan ingin berjuang mempertahankan Soomin. Apa pun akan Yeonchan lakukan, asalkan Soomin bisa kembali padanya. Demi apapun, Yeonchan berusaha keras tak menarik tubuh Soomin dalam dekapannya, meskipun Yeonchan sangat ingin melakukannya karena ia sangat merindukan Soomin.
“Aku tahu, aku pantas mendapatkan sikap dingin darimu, Soomin-a. Satu hal yang perlu kau ketahui adalah aku tak pernah bertunangan dengan siapapun. Jika kau tak percaya, benda ini mungkin akan membuatmu bisa sedikit mempercayaiku.”
Yeonchan membalik tubuh Soomin agar menghadap padanya. Hazel Soomin menatap Yeonchan tak emosi. Sama sekali tak ada riak emosi yang terpasang di wajah cantik Soomin. Soomin tampak seperti boneka tanpa nyawa yang menatap Yeonchan. Ekspresi datarnya tetap tak berubah saat Yeonchan mengeluarkan sebuah kotak berwarna royal blue, membukanya hingga memperlihatkan cincin bersulur membentuk mahkota yang di hiasi berlian berwarna biru.
“Apa yang sebenarnya kau inginkan?” tanya Soomin dingin setelah Yeonchan memperlihatkan cincin tersebut padanya.
Manik hitam Yeonchan menatap Soomin lekat. “Aku ingin kau memiliki ini Soomin-a. Aku mohon terimalah,” pinta Yeonchan lembut pada Soomin.
Soomin mengalihkan perhatiannya dari cincin dan balas menatap Yeonchan. Soomin mengabaikan sorot ketulusan yang terpancar dari kedua manik hitam Yeonchan. Akal sehatnya menolak apa pun yang akan membuat hati Soomin luluh pada sikap Yeonchan.
“Kau pikir aku akan percaya begitu saja dengan cincin yang kau berikan ini? Maaf Park Yeonchan-ssi, aku bukan perempuan yang mudah terbujuk dengan pria yang menyodorkan cincin padaku. Berapa banyak perempuan yang sudah kau rayu dengan memberikan cincin seperti ini?”
“Kau satu-satunya perempuan yang kuberikan cincin seperti ini, Soomin-a. Kau tahu bukan, jika cincin adalah lambang dari keseriusan seorang pria pada seorang wanita. Aku harap kau mau menerimanya sebagai tanda keseriusanku padamu,” jelas Yeonchan.
Soomin tertawa sarkas mendengar penjelasan Yeonchan. “Keseriusanmu padaku di saat kau sudah bertunangan? Jangan gila, Park Yeonchan! Aku tak serendah itu. Lebih baik kau simpan saja cincin itu dan berikan pada tunanganmu. Aku tak akan percaya dengan semua sikap yang kau perlihatkan di depanku. Karena aku tahu, kau sangat pandai menyimpan perasaanmu yang sebenarnya.”
Tepat sebelum Yeonchan mengatakan sesuatu lagi padanya, Soomin membuka pintu dan keluar. Soomin tak peduli dengan kakinya yang sedikit sakit karena ia menjejak aspal sedikit lebih keras sebagai pelampiasan emosinya. Soomin bahkan tak menoleh sedikitpun pada Yeonchan yang menatap kepergiannya dengan tatapan sedih dan juga hampa.
~FORGIVENESS~
Choi Su Young memperhatikan setiap gerak-gerik Yoon Soomin selama berada di pesta pernikahan Kim Juho ini. Su Young tentu saja hadir dalam acara ini, karena orangtua Siwon mengenal baik keluarga Kim. Dan tentu, keluarga Kim tak akan melewatkan Choi Siwon sebagai daftar tamu pada pernikahan putra sulung mereka.
Bibirnya menyesap perlahan champagne yang dihidangkan dalam pesta malam ini. Tak sedikitpun Su Young melepaskan pandangannya dari Soomin yang harus Su Young akui terlihat cantik sekalipun mengenakan dress putih yang simpel dan sederhana. Su Young benci sekali dengan perempuan itu. Terlebih saat melihat Yeonchan yang terus mengawasi pergerakan Soomin.
Tuhan, apa yang sebenarnya di miliki Yoon Soomin hingga Park Yeonchan bertekuk lutut pada perempuan yang tak memiliki kelebihan selain cerdas saat di Daekyung dulu?
Ah benar, Su Young sudah mencari tahu segala informasi mengenai Yoon Soomin. Perempuan itu menyadari emosinya semakin tersulut setelah mengetahui betapa Yeonchan sangat memuja Soomin ketika mereka bersekolah dulu. Dan apa sebutan Yeonchan pada Soomin saat remaja dulu?
My Precious dan gadis kesayangannya.
Su Young benci sekali mendengar cerita bagaimana Yeonchan memperlakukan Soomin dari Asisten Kim. Tanpa perlu melihat secara langsung, Su Young tahu betapa Yeonchan mencintai Yoon Soomin, hal itu membuat Su Young tanpa sadar menggenggam kuat flute glass yang berada di tangannya.
Hingga, seringai tipis perlahan muncul di kedua sudut bibirnya. Otak liciknya telah merancang kejutan untuk perempuan manis tersebut. Terlebih, Su Young telah memiliki rekam medis secara lengkap milik Yoon Soomin.
Ah tak sabar rasanya melihat perempuan itu hancur. Gumam Su Young dalam hati seraya menyesap perlahan champagne miliknya.
~FORGIVENESS~