"Ini tempat nongkrong kita, oh iya gue lupa bilang mulai sekarang Lo masuk geng kita.Yey ..... Tepuk tangan dong" ucap Sondia sambil bertepuk tangan
Dilantai atas atau tepatnya atap gedung kelas mereka Vivi, Sondia dan Lily sedang bersama. banyak tumpukan kursi rusak dan meja disana. Sondia dan Lily duduk disebuah kursi yang masih lumayan bagus.
"Err... Gue rasa gak perlu deh" ucap Vivi
"Kenapa? Lo gak mau gabung sama geng kita? Lo yakin? Mau jadi siswa tak kasat mata selamanya?" Ucap Lily
"Gue yakin, gue permisi dulu yah" ucap Vivi yang berusaha berbalik.
"Mau kemana cantik" ucap Zico yang baru saja datang dan mengalungkan tangannya di leher Vivi
"Demi apa Lo beneran cantik dipesta kemaren, seharusnya waktu kita adain pesta Lo itu diundang" ucap Zico
Vivi merasa risih dan menjauhkan tangan Zico darinya. Ia hendak melanjutkan langkahnya sampai Sondia meneriaki namanya
"Vivi!"
Langkah Vivi terhenti seketika, Sondia berdiri dan menarik Vivi ke tempat semula
"Lo kira ini ajakan? Ini paksaan. Kalo Lo mau masa SMA Lo aman lebih baik Lo nurut"
"Mau kalian apa hah?" Ucap Vivi berusaha melawan dengan mata yang tajam
"Mata lo! Berani natap gue kayak gitu hah?! Sadar diri Lo! Sebelum gue congkel biji mata Lo keluar"
Vivi kehabisan keberanian nya. Dia sungguh tak menyangka akan mengalami nasib yang paling ia takuti di lingkungan sekolah.
Lili dan Zico asik menonton tindakan Sondia yang sudah menundukkan Vivi.
"Lo, seharusnya Lo sadar sama diri Lo. Selama ini Lo itu ngeselin banget tahu gak, tapi waktu itu kami masih sabar aja belum jadiin Lo anak bawang geng kami yang bakalan berakhir kembali ke habitat aslinya" ucap Sondia sarkas
"Salah gue apa sama kalian?"
"Lo ngeselin"
"Gue gak pernah ganggu hid..."
"Udah dah Vi! Lo gak usah ngelawan!" Bentak Lily yang beranjak berdiri dan mendorong bahu Vivi
"Yang jelas, kita gak suka sama Lo" ucap Lily sambil mendorong kepala Vivi dengan telunjuknya
"Udah... Lebih baik suruh dia beliin kita makanan, nih uangnya" ucap Zico
"Gue rasa dia banyak uang. Juragan sawah pasti punya banyak uang kan" ucap Sondia sambil membungkuk agar wajahnya sejajar dengan Vivi
Dikantin sekolah akhirnya Heyla bisa memakan baksonya dengan bebas setelah selesai bercerita, sedangkan Aland, Zuke, Rudy, Rico dan Mira asik menggosip mengenai hal yang sama.
"Heyla" ucap Aland
"Hmm?"
"Hari ini kita belajar kelompok, Malia udah bilang di grup"
"Oke gue bisa aja, eh btw karena Lo termasuk orang yang bakalan ajarin gue nanti maklumin aja yah sama kapasitas otak gue" ucap Heyla yang membodohi dirinya sendiri. Dia tidak sebodoh disekolah, nilai dia jika menjawab dengan benar justru lumayan tinggi
"Gue tau, dan sialnya gue sama Malia harus ngajarin Lo dan dua orang lagi"
"Hello... Berbagi itu indah jadi harus ikhlas, apalagi.... Berbagi makanan" ucap Heyla sambil memasukkan makanannya didepan Aland. Mereka duduk berhadapan
"Kalian sekelompok?" Ucap Zuke
"Iya" balas Aland
"Gimana kalau kelompok kita belajar bareng?"
Uhukkkkkk
Heyla terbatuk mendengar pertanyaan Zuke, kelas Zuke diisi murid yang lebih cerdas daripada kelas mereka. Bisa-bisa jadi kecebong mereka jika bersatu.
"Gue rasa enggak deh. Karena bakalan canggung"
"Sejak kapan Lo canggung La? Urat malu Lo aja dah putus sejak dini" ejek Rico dan dibalas tatapan sinis oleh Heyla.
Jam istirahat pun berakhir dan mereka kembali ke kelas masing-masing, dari mereka ber 6 Zuke harus memisahkan diri ditengah jalan karena kelas mereka berbeda.
"Eh udy kita nanti siang juga belajar kelompok" ucap Ika
"Dimana?" Tanya Rudy
"Gak tahu gue, belum jelas. Nanti ditentuin. Jemput gue yah" ucap
"Oke"
"Ih.... Seru banget sih kalian bedua" ucap Heyla dengan nada protes dari bangkunya.
"Gue yang jemput Lo" ucap Aland
Heyla yang terkejut langsung melotot menatap Aland dengan horor
"Ada masalah?"
"Okeh tengkyu! Lo tunggu di simpang rumah aja okeh!" Ucap Heyla yang sudah berubah ekspresi
"Kirain apaan coba" batin Aland yang tak terbiasa dengan tingkah Heyla
Pelajaran hari itu usai, semua siswa kembali menuju rumahnya masing-masing. Heyla sudah selesai membereskan tasnya dan sedang duduk dimeja menunggu Ika yang rempong.
"Cepetan Ka"
"Ih bentar, lagian masih rame kok!"
Aland, Zuke dan Rico sudah pergi keluar duluan. Dan Heyla menyadari Vivi sedang melamun, entah kenapa ekspresi nya menurut Heyla sangat berbeda.
"Hai Vivi!" Ucap Heyla dari bangkunya dan menyadarkan gadis itu
"Oh hai La"
"Lo gak pulang?"
"Haha pulang kok, ini mau pergi" ucap Vivi kemudian pergi dari kelas
"Diluan yah La"
"Bye...." Ucap Heyla sambil melambaikan tangan dengan senyuman
"Udah siap Lo?" Sinis Heyla lagi pada Ika yang merapikan mejanya, kotak pensil nya banyak dan pulpennya berwarna-warni. Heyla tidak pernah mengerti dengan perkakas Ika itu.
"Udah kok! Yok"
Mereka berdua jalan keluar dari kelas dengan kebiasaan biasa. Heyla baru sadar mengenai kadonya yang sengaja ia tinggalkan dibawah kolong tempat tidur Ika, sedangkan Ika belum ada. Membahas kado pemberian nya.
"Eh Ka"
"Hmmm?"
"Lo ada bersihin kamar gak sih?"
"Ya adalah peak! Ya kali gue gak bersihin kamar. Emang Lo pernah lihat kamar gue jorok?"
"Sering"
"Njir lah ni anak"
"Ahaha, Lo gak ada bilang makasih gitu?"
"Untuk?"
"Lo ada lihat kado gue dibawah tempat tidur Lo gak sih" kesal Heyla, Ika mengerjapkan matanya beberapa kali.
"HHAHA, gue udah nunggu Lo hanya tahu gak, dan ternyata gue berhasil buat Lo kesal. Makasih yah kadonya.... ululululu"
"Bodo!" Kesal Heyla berjalan meninggalkan Ika. Kado itu sudah dibuatnya dengan keikhlasan dan sepenuh hati, ia kira kado itu kena buang.
"Heyla!" Teriak seseorang lagi yang membuat Ika dan dirinya berhenti
"Apa Nicki?"
"Yok gue anter" ucap Zuke
Ika yang mendengar itu merasa sedikit cemburu, lebih tepatnya sangat cemburu. Apalagi hanya Heyla yang diajak, dia tahu itu karena Zuke sudah hafal Ika selalu di jemput oleh om biro.
"Emm... Kali ini gue naik bus aja" tolak Heyla
"Yaelah kalo ada Tebengan kenapa naik bus La"
"Yah gue pengen naik bus, gimana dong"
Aland merasa sedikit kecil hati kuga ketika Heyla malah memilih bus daripada Mobil mewahnya.
"Oh iya daripada Lo nganterin gue lebih baik Lo sama Ika"
"Hah?" Ucap Ika terkejut
"What? Om Biro belum Dateng seharusnya dia udah disini. Daripada Lo telat pulang terus telat belajar kelompok lebih baik Lo sama Zuke" Ucap Heyla
Ika mengira Heyla tahu mengenai perasaan terpendam nya, ternyata hanya karena belajar kelompok.
"Kalau Ika ikut Lo ikut juga dong" ucap Zuke lagi
"Ini tuh masalah ngidam Nicki, gue ngidam naik bus. So....bye kalian bedua...." Ucap Heyla dengan gaya lebay dan melambai. Ia pergi ke halte bus sendirian.
Ika berusaha tidak canggung dan masuk kedalam mobil Zuke.
"Lo gak keberatan kan ngantar gue?"
"Santai aja Ka, masa gue keberatan sih ngantarin elo"
Mereka berdua melesat ke jalanan, Dengan diawali keadaan diam.
"Eh Zuke, thanks yah kadonya"
"Eh, sama-sama astaga Lo udah buka?"
"Udah dong, punya kalian tuh kado yang pertama kali gue buka. Lo tahu juga yah selera baju gue gimana"
"Yaiya dong, jangan kan elo, selera Heyla aja gue tahu"
Duarrrrr
Sakit memang perkataan Zuke itu, seolah Heyla itu nomor satu dan dirinya nomor dua.
"Oh ya? Terus kalo selera Rico sama Rudy?"
"Yah kami kan sesama laki-laki, jadi masalah per hadiahan itu rahasia jamin kami" licik Zuke berusaha bercanda
"Awas lo yah, bikin penasaran aja"
Dilain tempat Heyla sudah sampai dirumahnya, ia langsung menuju kamar untuk mandi dan siap-siap berangkat belajar kelompok.
Tingggg
Aland : Lo yakin gue jemput? Hari panas (pesan wa)
"Yaelah... Dia kira gue takut panas apa" batin Heyla yang masih sibuk rebahan sebentar
Heyla : Yakin lah, gue bukan vampio yang kebakar dan mati kenal matahari
Heyla tidak menyadari pesannya itu sudah membuat sang penerima senyum-senyum ditempat.
Karena waktu sudah semakin dekat Heyla harus beranjak dari posisi malasnya untuk bersiap-siap. Setelah selesai mandi Heyla bingung untuk memakai baju apa.
"Yang jelas celana, tapi atasannya apa yah" batin Heyla
Sebuah jeans kulot berwarna abu-abu dan kaos polos berwarna putih cenderung peach menjadi pilihan Heyla. Hari memang panas jadi dia memilih baju yang lumayan dingin. Rambutnya dikucir kuda seperti biasanya dan memakai sepatu berwarna putih.
"Bibi... Ela berangkat belajar kelompok yah" ucap Heyla sambil berjalan menuju ruangan setrika
"Sama siapa?"
"Teman sekelas"
"Hari panas loh gak mau diantar bang Artis? Dia bentar lagi pulang. Bisa ngantar lake mobil"
"Gak usah bi, keburu ditunggu teman" ucap Heyla sambil menyalami sang bibi. Saat siang dan hari kerja rumah jarang dihuni anggota keluarga yang lengkap karena sibuk dengan urusan masing-masing. Hanya bibi Dija yang menjadi ibu rumah tangga.
Heyla sudah memakai sunblok jadi dia tidak terlalu takut wajahnya belang saat berjalan menuju simpang perumahan. Ia juga berjalan melalui banyangan rumah yang ada.
"Katanya gak takut matahari, tapi lihat Lo ngapain sekarang" Ucap Aland yang sudah bertengger di depan toko yang teduh. Heyla yang melihat Aland langsung berjalan mendekati laki-laki itu
"Gue gak takut matahari, cuman dia panas banget gak tahan gue"
"So... Yakin naik motor sama gue"
"Woi, yang mau nebeng gue kok yang ngeles elo sih. Lagian gak jauh-jauh amat. Balap aja" ucap Heyla. Dia langsung naik ke boncengan Aland dingan mudahnya.
Mereka segera berangkat ke tempat yang sudah mereka tentukan yaitu perpustakaan daerah yang lumayan besar dan luas. Disan ada AC jadi mereka akan nyaman.
Sesampainya disana mereka berdua mencari keberadaan yang lain, Dipesan grup Maila mengatakan dirinya sudah sampai.
"Itu dia" ucap Heyla kesebuah meja bundar yang berisi tiga orang.
"Wah... Kalian barengan Yah" ucap Maila melihat Aland dan Heyla datang bersama
"Iya"
"Enggak" ucap Aland dan Heyla bersamaan, Aland mengatakan 'Iya' dan Heyla mengatakan 'tidak'. Malia yang mendengar itu jadi kebingungan
"Kami jumpa didepan perpustakaan jadi barengnya itu dari depan" ucap Heyla menjelaskan
"Oooo.... Yaudah karena kita semua udah disini ayok kita mulai bahas yah" ucap Malia sambil membolak balik bukunya
Aland dan Heyla yang duduk bersampingan saling melirik, Aland mengangkat sebelah alisnya pada Heyla seolah bertanya kenapa perempuan itu berbohong. Tapi Heyla hanya menyenggol kaki Aland agar merubah ekspresi nya dan menjauhkan wajah nya dari Heyla
.
.
.
~Jangan lupa beri komentar dan follow Author nya yah ❤️~