Vivi : Bantu gue hindarin Sondia, please La, kalau enggak gue gak bisa pergi lomba.... Sekali ini aja La
"Hah? Ada apa ini?" Panik Heyla
Kini Heyla sudah berada dikamarnya, belum sempat ia mencuci kaki dan tangan ia melompat ke tempat tidur untuk mengintrogasi Vivi
Heyla : Emang ada apa Vi? Hindarin gimana?
Vivi : Gue ngilangin barang Sondia, dia nahan gue terus waktu jam istirahat. Dan besok gue harus berangkat lomba pas jam istirahat sama dua murid kelas lain. Kalo gue gak kelihatan gue bisa gagal ikut
"Emang Sondia ngapain si Vivi?" Batin Heyla
Heyla menyetujui Vivi, besok dia akan memperhatikan Vivi sampai dia pergi lomba, Vivi bilang dia akan mengganti barang Sondia setelah Lomba. Heyla juga tidak ingin terlibat urusan Sondia karena dia sudah ada masalah sendiri dengan perempuan itu, tapi untuk kali ini Vivi butuh bantuan.
Setelah istirahat semalaman dengan nyenyak hari yang dimaksudkan oleh Vivi datang, Heyla sudah berangkat ke sekolah, dan kebetulan lagi hari ini dia berjumpa dengan Zuke. Alhasil dia menghemat biaya Bus.
"Eh Lo pulang nanti sama gue yah?" Ucap Zuke
"Emang kenapa?"
"Gue bawa mobil, sayang dipake sendiri"
"Yaelah mana ada yang sayang Zuke. Lihat nanti aja deh" ucap Heyla
Mereka sampai disekolah dan Heyla langsung masuk kedalam kelas seperti biasa, dan Hari ini Ika datang dengan cepat.
"Wess..... Kesambet Lo Ka?"
"Hari ini semua bangun cepat, pada sibuk jadi gue males aja jadi yang terakhir keluar rumah"
"Hahaha jadi itu cara supaya Lo cepar sampe sekolah?"
"Eng...."
"Eh Ela!" Teriak Rico yang baru masuk kelas, dia sudah datang dari tadi tapi pergi menjajah kekelas lain seperti biasanya.
"Lo datang sama Zuke ke sekolah?"
"Oh iya kami papasan dijalan"
Ika yang mendengar itu merasa menciut, tentu saja dia cemburu meski dia tahu itu hanya sebatas teman.
"Gak ada sih, nanya doang. Biasalah adek kelas heboh kan Lo datang bedua... Masa cewek cupu sama cowok yang bahenol" ucap Rico dengan gaya Ngondek
"Njirrr...., Minta di tampol Lo yah" ucap Heyla
Heyla berjalan kekursinya, ia melirik kebangku Vivi yang masih kosong otomatis ia juga melihat ke Aland yang asik berbincang dengan Rudy.
"Cie.. akrab Lo bedua sekarang?" Goda Heyla pada Rudy dan Aland
"Eh Kita habis istirahat jam Olahraga, pas istirahat main Volli yok?" Ajak Rudy
"Yuks" setelah mengucapkan itu Heyla teringat Vivi
"Eh kayaknya enggak, gue lagi... Turun perut, perut gue bermasalah sejak tadi malam"
"Hah? Serius? Lo udah berobat? Apa karena Mie semalam?" Ucap Aland
"Gak kok, tenang aja. Oh iya Rudy gue lagi malas ngikat rambut. Pegangin" ucap Heyla sambil melemparkan scrunschie nya pada Rudy. Temannya itu sudah terlalu biasa mengantongi atau menjadikan ikat rambut Heyla sebagai gelang. Karena Heyla merasa risih jika ditaruh di pergelangan nya. Dan terlalu menonjol jika dibuat didalam kantong Rok, apalagi kantong baju. Bisa kelihatan dadanya gede sebelah.
Waktu berlalu dan semua murid sudah datang, pelajaran pertama dilalui dengan biasa, kebiasaan tidur, mengkahayal, makan dan lainnya.
Sekitar dua jam lebih akhirnya jam istirahat datang.
Jika biasanya Heyla melompat keluar kini dia sedang duduk dikursi sambil melirik Vivi yang sesekali memperhatikan dirinya.
"Vi, Lo berangkat Lomba jam berapa?"
"Nunggu pengumuman dari Mic sekolah" ucap Vivi
Teman sebangku Vivi sudah pergi keluar jadi Heyla berjalan mendekati meja nya dan duduk disebelahnya.
"Gak jadi Volli?" Tanya Heyla pada Aland dan Rudy yang sedang Mabar
"Lo aja gak ikutan"
"Yaelah Land kan ada Zuke, Ada Ika, kalian bedua"
"Gak rame gak seru" timpal Rudy
Heyla merasa ia akan segera berlari ke toilet karena tiba-tiba panggilan alam menyerangnya. Ia melirik Vivi sebentar.
"Vi gue mau ke toilet" ucap Heyla
"Oh yaudah gak papa"
"Lo ngapain dah? izin ke Vivi segala" tawa Rudy
"Kepo, wekkk"
Heyla berlari kecil menuju kamar mandi yang lumayan jauh dari kelas, meski beberapa siswa akan ganti baju olahraga mereka akan keruang khusus ganti baju yang lebih jauh. Hanya Ika dan Heyla yang selama ini hobi ganti baju ditoilet ketimbang ruang ganti. Lagian toilet sekolah mereka termasuk elit seperti di Mall.
"Hah.... leganya" ucap Heyla setelah selesai buang air kecil. Ia sudah selesai dan hendak keluar dari bilik kamar mandi
"Lo mau kemana...." Ucap seseorang dari luar
"Mau banggain sekolah? Asal Lo tahu Lo gak bakalan pergi lomba hari ini"
"Please Don, gue harus lomba"
"Kalau kami sembunyiin Lo gimana?"
Brakkkkk
Brakkkkk
Brakkkkk
Suara pintu kamar mandi yang dipukul terdengar, Lily sedang memastikan semua bilik toilet kosong. Saat ia memukul tempat Heyla berada pintu itu terkunci dari dalam.
"Siapa didalam?! Keluar!!" Ucap Lily membentak
Heyla berfikir sejenak untuk mencari cara melawan Sondia dan Lily
Brakkkkk
"Keluar!" Teriak Lily
Karena terus didesak Heyla membuka pintunya. Ia keluar dengan wajah datar yang menyiratkan kekesalannya.
"Apa? Mau nonton gue Boker Lo?"
"Oh... Ternyata Lo. Gadis kampung" ucap Lily
"Iya ini gue, ada apa wahai gadis Kota?"
"Wah wah wah.... Hari ini ada member baru, Bukan hanya Vivi, tapi Heyla menjadi geng kita sekarang" ucap Sondia sambil menarik Vivi mendekati Lily dan Heyla
"Geng?"
"Ooo.... Lo gak tahu? Vivi udah sahabatan sama kita" ucap Sondia
"Oh iya sebelum kita lanjutin ngomong lebih baik Lo lepasin Vivi, dia harus lomba"
"Wow? Siapa Lo? Bos gue? Ayah Lo atasan ayah gue? Kalau bukan diantara dua itu. Apa hak Lo"
Vivi mulai cemas mendengar panggilan ketiga yang mengatakan anggota lomba harus berangkat, yang tidak muncul berkumpul akan ditinggal.
"Lepasin Vivi" sinis Heyla
"Mata Lo" ucap Lily hendak mencolok mata Heyla
"Aww!! Awwww!!" Teriak Lily karena tangan dan jarinya diputar oleh Heyla, kemaren gaunnya menghalanginya, sekarang dia bebas. Ia tidak pernah belajar ilmu silat tapi karena sering bercanda perang-perang dengan saudara saudara laki-laki nya dia lumayan pandai berkelahi
"Lepasin Vivi"
"Berani Lo yah" ucap Sondia mendekati Heyla, ia hendak menarik rambut Heyla yang sialnya sedang di gerai, tapi dengan cepat Heyla menarik tangan Sondia dan mendorong nya hingga tersungkur kelantai, ia mendorong Lily yang terkunci pergerakan nya hingga menimpa Sondia.
"Akhhhh!" Teriak Sondia saat tertimpa
"Tolong!!!!" Teriak Lily tiba-tiba
Vivi panik takut orang mengira Heyla menghajar Sondia dan Lily tanpa alasan.
"Pergi Vi, cepat"
"Tapi-"
"Lomba Vi, lomba" tegas Heyla, Vivi langsung keluar untuk mengejar bus sekolah yang hampir berangkat
"Tolong!! Hiksss" Isak dan teriak Lily dan Sondia yang bahkan enggan berdiri dari lantai sampai ada yang datang
"Hahaha, drama queen, bagus... Dilantai aja terus....asal Lo tahu sepatu yang nginjak lantai itu habis nginjak air kencing" ucap Heyla sadis
Dan benar saja dugaan dan rencana mereka, siswi yang mendengar teriakan itu berbondong-bondong masuk ke bilik kamar mandi, bahkan para siswa laki-laki ikut datang mengintip.
"Yaamoun Sondia! Lily?!" Panik Inka dramatis sambil mendekati dua teman dramanya
"Lo apa-apa an sih Heyla! Kenapa Lo nyerang mereka!" Teriak Inka yang di dengar oleh siswa yang ramai ikut melihat
"Lo tanya sendiri sama teman busuk Lo, gue mau tes apa mereka jujur"
"La, salah kami dimana? Cuman karena Zico nolak Lo, Lo benci lihat kita bedua dekat sama Zico. Kami itu cuman teman La"
Heyla menganga tak menyangka Sondia bisa menemukan alasan begitu cepat, dirinya yang menebak saja belum menemukan alasan yabg logis untuk dikeluarkan Sondia.
"Apaan sih Lo Ela, gak cukup apa pas di pesta doang. Lo udah hancurin pesta Ika dan sekarang Lo hancurin suasana sekolah yang damai" ucap siswa lain yang berani buka suara
"Damai Lo bilang? Asal Lo tahu aja disekolah kita ini ada Bully, bully tak kasat mata. Hanya dari bibir yang menguap dan Tindakan fisik secara sembunyi" ucap Heyla.
"Dan Lo adalah pelaku nya" ucap orang itu menunjuk Heyla
"Seharusnya Lo yang dibully, Lo pendatang disekolah ini. Tapi Lo bertingkah seenaknya, dan dengan kegatalan Lo itu semua cowok nempel sama Lo" ucap salah satu perempuan, padahal ada siswa lain yang mendengar
"Eh kenapa membawa ke kaum Adam sih" ucap para siswa cowok yang seolah tak terima
"Diam, coba jelasin kenapa kalian dekat sama cewek ini? Akrab banget sama nih cewek hah? Karena cewek ini gatel kan?"
"Eh kita berteman sama Heyla itu yah karena cocok aja" protes siswa cowok
"Liat?! Udah seberapa banyak pelet yang Lo tebarin!" Teriak perempuan itu pada Heyla
"Maaf, tapi Lo siapa? Jangankan nama Lo, baru ini gue ngeliat muka Lo. Selama ini gue ady salah sama Lo? Kalo ada kenapa gak bilang? Jangan waktu begini Lo seolah punya dendam"
Perempuan itu semakin marah karena Heyla malah membalasnya dengan tatapan dan omongan pedas. Ia sudah melayangkan tangannya tapi ditangkis oleh Heyla, melihat itu siswi lain yang juga selama ini kesal dengan Heyla ikut mendorong Heyla berusaha menarik rambutnya, para siswa cowok ingin melerai.
Karena asik menghindar kacamata Heyla jatuh dan terinjak hingga pecah.
"Stooooppp!!! Pritttttt!" Suara guru olahraga terdengar sambil meniup peluit. Ia heran saat hendak menuju kelas kenapa koridor Toilet sangat ramai
"Kenapa kalian berkelahi?"
"Heyla membully Sondia dan Lily pak!" Teriak par siswi. Sedangkan siswa hanya diam seolah tak tahu harus mengatakan apa karena mereka tak tahu kebenarannya.
Heyla tidak berhasil dijambak, tapi dia frustasi melihat para siswi masuk hasutan Sondia. Memang tidak semua, hanya ada 1/4 dari seluruh cewek kelas 12. Tapi itu lumayan banyak untuk melawan dia sendirian. Setidaknya 3/4 itu harus mendukung Heyla atau netral.
"Apa benar Heyla?" Tanya guru olahraga
Heyla merapikan rambut panjangnya dan kacamata yang sudah hancur lebur memperlihatkan kembali wajahnya dengan jelas.
"Saya yang dibully pak"
"Bohong pak, untuk apa kami bedua bully dia, gak ada untung. Heyla mengkompas kami berdua pak, hiks" drama Sondia diikuti tangisan Lily
"Heyla ikut bapak sekarang" ucap guru olahraga
Mereka semua bubar, kelas Heyla yang lumayan jauh tidak tahu mengenai kejadian ini.
Rico yang sedang bertengger dikelas orang setelah berganti baju olahraga mendengar berita tentang Heyla yang dibawa ke kantor BK. Dia langsung berlari kekelas untuk mengumumkan pada Aland, Rudy dan Ika.
"Guyss!!!! Heyla..!!! Heylaa masuk ruang BK!!" Teriak Rico berlari masuk ke kelas
"Hah? Kok bisa?" Ucap Ika
"Gue dengar dia mengajar Sondia sama Lily di toilet"
Seketika Ika, Aland, Rudy terkejut bukan main, sejak kapan dan untuk apa Heyla menghajar dua orang itu.
~Jangan lupa beri komentar dan follow Author nya yah ❤️~