Aland langsung kembali ke apartemen nya setelah berjumpa dengan Heyla tadi, ia memang sedang ingin makan mie yang Heyla perkenalkan padanya semalam. Meski dia tidak terlalu tahan pedas dia menikmatinya.
"Hai ma?" Ucap Aland yang menerima telfon sang mama, ibunya sangat sering menelfon nya entah itu menanya kabar atau membangunkan subuh. Mengenai ayahnya biasanya itu ayahnya ikut muncul sesekali saat Vidio call dengan sang mama"
"Terus Aland harus ikut?" Tanyan Aland
"Iya lagian anaknya kan teman masa kecil mu, dia beda sekolah sama kamu tapi masih di Jakarta juga"
"Kan teman masa kecil ma, Kami aja udah lost kontak"
"Yah justru itu, pokoknya nanti mama kabari kapan mama sama papa datang"
Percakapan ibu dan anak itupun berakhir, Aland langsung melemparkan hp nya dengan malas ke tempat tidur.
"Emang Sindy tinggal disini? Sejak kapan dia pindah?" Ucap Aland sendiri sebelum melanjutkan aktivitas sorenya
Dilain tempat Heyla sedang melakukan aktifitasnya sebagai adik yang baik, saat baru oulang tadi Atrus langsung meminta dibuatkan makanan, ternyata sang bibi sedang pergi bersama om.
"Nih" ucap Heyla menyerah kan nasi goreng semangkuk yang cukup besar, karena sebentar lagi Abang Leri juga akan pulang, lebih baik dimasak diawal daripada masak dua kali.
"Asiik... Gitu baru adik yang baik"
"Nyenyenye" ejek Heyla membereskan perkakas masaknya
"Lo gak makan? Enak loh" ucap Atrus sambil mengunyah nasi goreng komplit dengan telor ceplok nya
"Oh jelas... Masakan gue gitu loh, hah" sombong Heyla
"Giliran masak rendang gak pande Lo"
"Yah itu kelas tinggi bang, dah lah gue mau mandi"
"Tumben mandi"
"Njirrr!" Ucap Heyla kesal
"Eh mulut mulut!" Tegur Atrus
"Lo yang mulut, gue selaku mandi sore kalo sekolah"
"Eh eh eh" ucap Atrus karena Heyla sudah menghilangkan panggilan 'abang' nya lagi. Ia beranjak berdiri untuk mengejar Heyla, tapi pergerakan nya sudah terbaca oleh Heyla, dia sudah pergi berlari kemarnya dan menutup rapat sampai suara pintu yang dibanting terdengar dari sana.
"Hufttt" lega Heyla yang berhasil sampai dikamarnya, ia harus segera mandi karena hari sudah sore.
"Oh iya gimana kalo aku ngajak Ika sama yang lain nongkrong bareng!" Ucap Heyla yang terpikir untuk mengajak semua teman se geng nya nangkring di Indomaret
*Sin 90* (nama grup)
Heyla : Guys! Nongkrong yok
Setelah mengirim pesan Heyla pergi kekamar mandi, berharap nanti akan segera ada balasan saat ia sudah selesai darisana.
Sekitar 10 menit lebih Heyla keluar dengan rambut yang sudah dikeramas, keadaan kepalanya sudah sangat baik semenjak insiden jambakan itu
Zuke : Dimana?
Ika : Gue tebak! Jangan bilang Indomaret dekat rumah Lo yah?!
Rico : gue udah janji Mabar sama yang lain
Ika : Rachel selingkuh @rico
Rudy : Kejauhan....
Heyla : Yang mau datang silahkan aja pokoknya! Okeh... Ummahh
Seperti biasanya Heyla tidak terlalu peduli dengan pakaian nya, ia hanya berusaha merasa nyaman dengan penampilannya. Kalau baju sederhana yang tidak terlalu gembel untuk dibawa keluar biasanya Heyla memakai Hoodie atau baju rajut. Dan malam ini dia memakai baju rajut berwarna maroon bergaris-garis creame. Kemudian celana training creame polos.
"Lah kau kemana Lo?" Tanya Atrus yang masih setia main game diruang tamu
"Ke warung bentar, mana bang Leri? Belum pulang?"
"Oh, yaudah Ela pigi bentar, bilang ke bibi sama om yah"
"Nitipp!!" Teriak Atrus saat Heyla sudah keluar pintu
"Bokek!" Teriak Heyla lagi
Dalam kantong celananya Heyla hanya membawa uang tanpa dompet dan juga HP ia segera menuju Indomaret tanpa menunggu kabar dari Aland, kalau laki-laki itu justru tidak datang padahal dia yang mengundang besok Heyla akan melabraknya.
Sesampainya disana Heyla tidak menemukan siapapun dari gengnya.
"Mereka gak ada yang datang? Bahkan Aland si bocah tengil yang ngajak itu gak datang?" Ucap Heyla berusaha sabar
"Bodo amatlah" kesalnya sambil masuk kedalam toko
"Hai bang" sapanya
"Ya?"
"Abang ingat gue kan?"
"Err... Yang kemaren sama temannya kena saos yah?"
"Hahha iya bang, ada lihat teman gue itu datang gak?"
"Oh ada tadi sampe depan doang, belum sempat masuk kesini"
"Kemana dia?" Pikir Heyla, ia melihat keluar dan menemukan Zuke, dan tepat sekali Aland juga sudah ada disana dan membuat Heyla menghela nafas. Tanpa basa basi dia pergi ke rak Mie pedas yang akan mereka makan, ditambah Snack, minum dan tisu tentunya.
"Sorry gue telat" ucap Zuke yang sudah berada disampingnya Heyla ikut membantu membawa belanjaannya.
"Kalian bedua darimana? Kok bisa bareng?"
"Dia minta jemput" ucap Aland menunjuk Zuke
"Lah? Emang motor Lo mana?"
"Rusak, lagi dibengkel, kalo bawa mobil males"
"Itu Namanya Lo repotin Aland tahu gak. Terus nanti Lo gimana pulang?"
"Diantar Aland" ucap Zuke polos, dia dan Aland setia mengikuti Heyla seperti induk ayam
Mereka segera kekasir dengan belanjaan yang banyak, setelah menghitung harga Heyla membawa mie mereka untuk diseduh air panas
"Sini gue bawa" ucap Aland
"Emang Lo bisa? Kesenggol dikit nih nampan bukan cuman rugi tapi kalo kena ke elo bisa lebih brabe dari mata kena saos" ejek Heyla membuat Aland malu
"Hah? Emang pernah? Ahahah" Tanya Zuke
"Pernah, nanti gue ceritain, gue aja yang bawa ini kalian bawa sisanya" jelas Heyla, ia membawa nampan dengan mie yang masih direbus air yang baru mendidih.
Mereka mengambil dua buah meja untuk di dempetkan / disatukan. Karena mejanya lumayan kecil tidka akan muat untuk mereka bertiga.
"Jadi kita bertiga doang nih?" Tanya Heyla sambil men check kematangan mie
"Well, kalo gue bawa motor tadi gue niatnya jemput Ika" ucap Zuke
Heyla meniruskan air mie yang sudah mengembang, dia juga menuangkan bumbunya baik itu punya Aland DNA juga Zuke. Kedua laki-laki itu hanya terima siap saji.
"Nih.... Mie pedas ala-ala" antusias Heyla memberikan mie samyang itu
Aland mengambil milik nya dan memasukkan sosis kesana, Zuke yang tak mau kalah juga melakukan hak yang sama.
Heyla asik menikmati mienya sambil meniup agar tidak terlalu panas, alhasil seperti biasa kacamatanya ikut berembun.
"Lepas aja kacamata Lo" ucap Zuke yang melihat keadaan mata Heyla
"Gak usah"
"Tapi gue risih, cepat lepas" ucap Zuke sambil mengambil kacamata Heyla langsung, Heyla tidak bisa melawan karena dia sedang memasukkan mie kedalam mulutnya.
"Nah kan bagus, lagian silindris Lo gak parah" ucap Zuke. Sebenarnya itu karena dia suka melihat wajah Heyla tanpa kacamata itu. Dia sudah lama berteman dengan nya jadi sesekali tanpa sengaja atau terpaksa karena keadaan tertentu dia bisa melihat kacamata itu lepas.
"Wuah, gue gak bosan makan mie ini. Kalo makanan sehat itu seenak ini, misalnya sayur seenak ini. Gue bakalan jadi vegetarian" ungkap Heyla
"Dan itu hanya ada di khayalan Lo doang" ucap Aland sambil kepedasan, dia kembali asik sendiri untuk pengalaman keduanya
"Eh Nicki tahu gak, ini kedua kalinya akan makan ini dan kemaren gue gak sengaja jumpa sama dia. Karena gue paksa dia mau nyoba mie ini dan ketagihan kayak seakrang"
"Ih iya terus cerita matanya bisa kenak gimana?" Antusias zuke
"Gue mau ambil mie dia eh dia nahan sumpit gue pake tangan dong. Hahaha. Terus dia ngucek mata"
Zuke yang mendengar itu tidak bisa melanjutkan makannya karena tertawa terpingkal-pingkal, ia bahkan sampai memegangi perutnya
"Lo tahu? Gue harus nyeret dia kekamar mandi kayak orang buta, ahhahah"
"Terus... Terus.... Ledekin aja gue. Puas Lo bedua" ucap Aland kesal, ia mengambil tisu dan
Pretffttttt
"Ih! Jorok banget Lo Land!" Protes Zuke
Aland hanya diam menatap kesal Zuke dan melanjutkan makannya.
Heyla yang merasa masih lucu dan senyum-senyum sendiri tetap melanjutkan makannya. Aland dan Zuke memperhatikan tingkah aneh Heyla itu yang tak berhenti tertawa. Tentu saja mereka dua suka melihat senyum Heyla itu. Meski Heyla tidak lah gadis yang "sangat cantik" tapi kepribadian nya membuat dia menjadi sangat cantik. Banyak siswa lain yang lebih cantik dibanding Heyla disekolah, lagipula defenisi cantik itu banyak kan.
Kalau sudah ada rasa suka bagaimanapun keadaan nya seorang perempuan akan cantik Dimata orang yang menyukainya. Itulah yang Zuke rasakan. Sedangkan Aland hanya merasa tentram melihat wajah Heyla, ia belum bisa mendefinisikan apa itu sebenarnya.
"Maaf maaf, gue masih ngerasa lucu, aduh pipi gue jadi sakit" ucap Heyla sambil memegang pipinya, dia menyadari kedua laki-laki didepan nya keheranan melihat tingkah nya tadi.
Selang beberapa lama mereka selesai dengan kegiatan ngobrol dan makan jajanan, ekspresi kepedasan mereka juga sudah berakhir beberapa saat yang lalu.
"Eh Lo gak pulang? Udah jam segini" ucap Zuke menyadari waktu yang semakin larut, kalau Aland dan dirinya masih bisa saja di luar sampai larut malam. Tapi Heyla tidak.
"Oh iyaa, yaudah gue pulang"
"Gue antar" ucap Aland dan Zuke bersamaan
"Aaa.... Sok manis Lo berdua. Rumah gue dekat"
"Cewe yang kena culik biasanya ngomong gitu. Ngeremehin jarak jalan yang dia anggap dekat padahal udah ada pembunuh nunggu di simpang jalan"
"Zukee!!" Teriak Heyla kesal karena Zuke menakutinya, ia bahkan memanggil nama asli
"Ahahah makanya ayo kita antar" ucap Aland sambil berdiri
"Yaudah" ketus Heyla berjalan terlebih dahulu dan diikuti mereka.
Heyla berjalan didepan, Aland dan Zuke telat mengikuti dari belakang, kedua laki-laki itu asik mengobrol.
Heyla mendengar notifikasi pesan masuk saat mendekati rumah karena WiFi langsung terpasang ke HP nya.
Vivi : "Ela, besok gue mau lomba lukis, boleh gak gue minta tolong?"
"Makasih udah nganterin gue yah" ucap Heyla pada Aland dan Zuke setelah ia sampai di depan dirumahnya
"Yaudah, kita cabut" ucap Zuke dan mereka kembali kebelakang
Heyla membuka pagar dan masuk kedalam rumah, ia belum sempat membalas pesan Vivi jadi ia akan membalasnya nanti
"Assalamu'alaikum!"
Heyla masuk kedalam rumah, karena belum larut semua orang masih terjaga dan belum tidur
"Darimana La?" Tanya Om
"Dari warung, Indomaret tepi jalan. Sama teman tadi"
"Temannya siapa?" Introgasi sang om sebagai pengganti ayah Heyla dirumah itu
"Sama Zuke, ada Aland juga. Ika gak bisa Dateng"
Jika mendengar nama Zuke baik sang bibi ataupun om nya akan mengerti, karena mereka mengenal Zuke dan keluarga nya. Heyla duduk. Disamping Leri dan membuka pesan Vivi
Heyla : Bantu apa Vi?
Beberapa lama Heyla menunggu agar Vivi membalas
Vivi : Bantu gue hindarin Sondia, please La, kalau enggak gue gak bisa pergi lomba.... Sekali ini aja La
"Hah? Ada apa ini?" Panik Heyla
.
.
.
-Jangan lupa beri komentar dan follow Author nya yah ❤️-