"Sondia!" Teriak seseorang terdengar dari luar UKS. Sondia yang memang asik bermain ponsel sambil duduk di tempat tidur UKS langsung memasukkan ponselnya kedalam kantong dan membaringkan diri.
"Eh Zuke.... Ngapain Lo kesini?" Ucap Sondia lembut melihat Zuke yang sudah membuka tirai tempat nya berada, awalnya ia mengira hanya Zuke yang datang sampai ia melihat Ika yang ikut masuk
"Mana Lily?" Sinis Ika pada Sondia
Lily melirik tirai sebelahnya nya dan menarik tirai itu, Lily yang memang tertidur pulas terbangun dan duduk.
"Oke, gue langsung aja ke inti. Apa yang sebenarnya terjadi sama Lo bedua dan Heyla? tanya Zuke sambil menarik kursi untuk duduk.
"Emang Lo belum dengar dari anak lain?" Balas Sondia
"Gue mau dengar langsung"
Ika duduk ditempat tidur yang lain sambil bersilang kaki, tatapan yang ia buat justru tatapan sinis saat menunggu Sondia berbicara.
"Gue gak usah jelasin panjang lebar lagi, semua itu dimulai waktu Heyla godain Zico di acara Ika"
"Gak usah bohong deh Lo!" Potong Ika
"Ka, biar kita dengar dulu". Ucap Zuke
"Jadi gara-gara kejadian itu Heyla kesal dan benci banget sama kami. Zico juga udah jauhin dia. Waktu di kamar mandi kami sempat debat bertiga yang akhirnya Heyla kehabisan kata-kata dan menghajar kami bedua"
Mendengar penjelasan Sondia Ika langsung berdiri tegap seolah hendak menjambak perempuan itu, tapi sialnya ada Zuke didekat nya.
"Lo jujur?" Ragu Zuke
"Untuk apa kami bohong Zuke? Gak ada untungnya sama sekali" timpal Lily yang dari tadi hanya diam.
Dilain tempat Heyla, Rudy, Rico dan Aland sudah berada dikantin menikmati jajanan mereka yang sudah terlanjur dingin, Rudy dan Rico juga menanyai banyak hal mengenai kejadian dilapangan Volli yang tidak mereka lihat tadi, alhasil mereka keasikan cerita dan tidak sadar dengan makanan mereka.
"Yaudah, Lo anggap aja kejadian dipesta kemaren dan Hari ini sebagai kesalah pahaman, gak ada juga gunanya Lo perpanjang" ucap Aland
"Tahu kok, males banget gue musingin Masalah gini doang, Lo aja yang belum kenal gue Land, Rudy sdan Rico mah udah tahu gue orangnya gimana"
Rico dan Rudy tertawa sambil menggelengkan kepala nya, membuat Aland malah merasa terasing karena masih baru diantara mereka.
Waktu sekolah pada hari itu pun berlalu setelah mereka menyelesaikan satu mata pelajaran terakhir setelah jam istirahat selesai. Kini mereka semua sedang berhamburan keluar kelas, ada juga yang tinggal untuk membersihkan kelas agar besok pagi tidak perlu banyak membersihkan lagi.
"Kenapa Zuke bawa mobil yah belakangan ini? Lama banget Motornya dibengkel" ucap Aland yang melihat Zuke berjalan keparkiran mobil yang berbeda dengan parkiran motor.
Aland memaki jaketnya dan tak sengaja melihat Heyla yang sudah berjalan jauh dari tempatnya berdiri, Ika baru saja dijemput supir dan Heyla tinggal sendirian.
Tanpa ada berfikir sama sekali Aland memakai helmnya cepat dan langsung menuju tempat Heyla berada sebelum Zuke datang.
Tettttt
"Ya Allah Land! Apaan sih ngejutin orang aja Lo" kesal Heyla yang sempat terperanjat karena suara klakson Aland
"Ahahah, sorry sorry, Lo naik bus? Ayok sama gue aja" ajak Aland yang masih tersenyum lebar puas dengan kejahilannya
"Gak, gue naik bus aja"
"Eh, mending Lo tabung tuh ongkos bus dan pulang sama gue aja setiap sekolah. Lumayan hemat kan?"
"Eits, bus always number one"
"Oh ya? Lo takut hitam yah....?"
"Idihh, gue udah hitam kian kali, eh gak hitam juga sih khas Indonesia lah"
"Dah lah ayok naik" ucap Aland yang malas memperpanjang negoisasi
"Gue pake rok Land....." Keluh Heyla, seharusnya Aland tahu dari awal motor besarnya itu menyulitkan para gadis be rok selutut
"Lo kan pakai lengging?" Ucap Aland yang mencoba menebak, aneh saja jika perempuan berani pakai rok tanpa legging. Dia punya adik yang sering ia usili otomatis dia juga sedikit tahu menahu dunia perempuan
"Yah tetap aja gue gak bisa mampangin celana legging gue Bambang...."
"Pake jaket gue, nambahin rok" Aland melepaskan jaketnya dan memberikan nya pada Heyla seperti biasa, heyla langsung memasang jaket besar itu untuk memperpanjang roknya.
Zuke yang baru saja keluar parkiran memberhentikan mobilnya saat melihat Aland berbicara dengan Heyla, ia hendak menunggu Aland pergi untuk mengajak Heyla pulang bareng di dengannya, tapi ia harus kecewa karena Heyla sudah beranjak dari sana bersama Aland.
"Arh! Kalah cepat gue. Gak ada gunanya deh gue bawa mobil" ucap Aland sambil melakukan mobilnya pulang
Heyla dan Aland sudah masuk ke jalanan menuju arah pulang, Heyla asik melihat sekeliling menikmati angin yang menerpa wajahnya.
"La?"
"Hmmm?"
"Lo ada kegiatan sore ini?"
"Emang Napa?"
"Gue mau tanding futsal nanti sore, sama teman-teman lama gue yang udah lama gak jumpa. Gue udah ajak Zuke, Rico, sama Rudy tapi mereka ada kerjaan lain. Ajak aja Ika"
"Ooh.... Yaudah"
"Perlu gue jemput?"
"Gue sama Ika aja, emang Lo gak ada di fans gitu? Sampe gak ada yang nonton Lo dilapangan?"
"Enak aja Lo! Gue udah lama gak main futsal disini, mereka udah lupa coba aja satu Minggu lagi, satu lapangan fans gue semua"
"Ihiyyyy... Sombong yah" goda Heyla
Mereka berdua sudah sampai didepan rumah Heyla, awalnya Heyla tidak mau diantar sampai masuk ke komplek tapi Aland memaksa masuk dan tak akan berhenti tepat di depan rumah Heyla.
"Yaudah makaish, pergi sono"
"Iya bawell, nanti kalo kabari gue aja biar bareng. Ika rumahnya beda arah sama Lo kalo ke lapangan nnti"
"Iya iya, dahh" ucap Heyla yang lebih diluan masuk kedalam gerbang menuju rumah. Aland juga segera beranjak pergi setelah melihat Heyla masuk
Dilain tempat Sondia baru saja sampai dirumahnya, ia langsung menghampiri sang mama yang sedang asik arisan diruang tamu dengan teman-teman sang mama, dengan kelas ekonomi yang elite
"Hai ma!" Sapa Sondia yang baru saja masuk kedalam rumah. Ia menciumi pipi sang mama dan segera beranjak ke kamar. Dirumah mereka Sondia dikenal sebagai anak yang baik, banyak anak-anak teman orangtuanya yang ingin memiliki anak seperti Sondia, cantik, berhati baik tidak pernah bermasalah disekolah dan Berprestasi.
"Hai Zico?" Sapa Sondia dalam telfonnya, baru saja ia sampai dikamar nya ponselnya sudah berdering.
"Dimana? Oh... Oke-oke"
Zico menelfon nya untuk mengajak pergi nongkrong kesuatu tempat, Mereka akan ramai-ramai dengan teman-teman mereka baik yang satu sekolah dan dari sekolah lain.
Tepat jam 3 sore Sondia sudah selesai bersiap untuk pergi hang out dengan Lily dan Zico, ia belum tahu teman-tema nya yang mana saja yang akan ikut.
Seperti halnya anak orang kaya pakaian yang Sondia pakai selalu branded, stylenya mengikuti statusnya sebagai selebgram.
"Mau kemana?" Tanya mama Sondia melihat nya sudah berpakaian lengkap hendak menuju garasi mobil
"Mau pergi sama Lily dan Zico"
"Ooooh...., Emang kamu gak berteman sama Zuke? Aland gimana?"
Mamanya memang tahu anak-anak pra pebisnis yang bisa berkontribusi dengan usaha mereka, orang-orang yang bisa memberi pengaruh besar akan keuntungan.
"Berteman kok mah"
"Kamu harus dekat sama anak kayak mereka, bukannya berteman sama orang biasa. Orang bawah hanya merugikan kamu nanti, tahunya hanya minta bantuan dan memanfaatkan kita. Bayangin kalo kamu bisa pacaran dengan Zuke, Apalagi Aland yang jauh lebih sukses dari Zuke. Mama pengen menantu seperti dia"
"Ma! Sondia tahu kok kemauan mama gimana, mama tenang aja oke?" Ucap Sondia yang pergi berlalu dari sana.
Dilain tempat Heyla sedang duduk diruang tamu menunggu Aland datang, ada yang bilang perempuan selalu lambat dan ditunggu jika diajak pergi keluar, tapi Heyla tipe perempuan panikan dan sekaki kecepatan. Aland belum datang dan dia sudah menonton disana.
"Mau kemana Lo?" Tanya Atrus yang melihat Heyla duduk sambil menonton, yang membuat ia heran adalah pakaian adiknya itu, biasanya dirumah Heyla akan pakai baju tidur bercelana tapi seperti bahan daster, Atrus tidak tahu nama baju itu. Tapi sekarang Heyla memakai pakaian seolah hendak pergi keluar.
"Kepo deh, mau pergi pokoknya, Abang mau kemana? Tumben rapi"
"Kepo deh" balas Atrus sambil memasang wajah mengejek
"Ck" decih Heyla
Atrus sudah mengeluarkan motor nya hendak pergi, tepat saat ia didepan rumah seorang laki-laki sampai didepan gerbang rumah.
"Siapa?" Tanya Atrus, ia mengira Aland teman Leri, tapi baru ini ia melihat nya
"Permisi gue Aland, Heyla nya ada?" Tanya Aland
Mata Atrus menelusuri Aland dari atas sampai bawah, laki-laki itu langsung memakai baju olahraga futsal nya.
"Ela!!!!" Teriak Atrus keras
"Apaa!" Terdengar sayup-sayup Heyla juga berteriak dari dalam rumah
"Ada yang datang!!"
"Lo pacar atau temannya?" Tanya Atrus tiba-tiba pada Aland. Mendengar pertanyaan itu Aland sedikit terkejut mendapati pertanyaan dari Atrus yang berstatus Abang Heyla.
"Gue teman nya"
"Hayoo!! Cerita apa Lo berdua" goda Heyla yang sudah keluar, ia harus mematikan TV dahulu sebelum keluar
"Mau kemana sih?" Hera Atrus
"Lo lihat kan Aland pake baju Olahraga? Jadi selamat menebak bang, gue pergi dulu...." Ucap Heyla mendekati Aland.
Atrus hanya menatap Heyla yang pergi dengan Aland yang mengendarai motornya. Ia masih bingung karena baru kali ini Heyla dijemput oleh Laki-laki. Meski Zuke pernah menjemput nya untuk pergi main pasti ada Ika, Rudi atau pun Rico yang ikut, tidak ada yang datang sendirian. Atrus juga tahu siapa aja sahabat-sahabat Heyla karena pernah main ke rumah mereka.
Bukan karena posesif pada Heyla yang dia anggap sebagai adik kesayangannya dan seperti adik kandung. Tapi ia tahu masa kelam dan pengalaman menyakitkan yang Heyla rasakan ketika dekat dan memiliki hubungan spesial dengan kekasihnya dulu. Atrus dan Leri tentu saja akan kesal jika hal itu terjadi lagi.
"Ika gak bisa ikut, you know lah dia ada kerjaan lain" terang Heyla yang berada di boncengan
"Yaudah lah, Lo gak papa nanti duduk dibarisan penonton sendiri?"
"Aman, Its okay"
Mereka terus berbicara sepanjang perjalanan mengenai banyak hal. Ladang mereka hanya membicarakan hal yang tak sengaja mereka lihat dijalan dan topik itu menjadi sangat panjang.
"Ooh... Disini Lo tanding?" Tanya Heyla yang sudah turun dari motor Aland lebih dahulu
"Iya, dulu gue sama teman-teman lama gue juga main disini"
Heyla mengangguk kan kepalanya menatap ruangan tertutup yang memanh dibangun untuk gedung Olahraga. Gedungnya besar dan selalu menjadi tempat pertandingan olahraga diadakan
"Yaudah ayo masuk" ajak Aland
Banyak penonton yang datang kesana, semua orang yang hadir itu undangan dari pada pemain karena ini pertandingan informal oleh anak-anak muda kota yang hobi futsal. Perempuan juga banyak yang datang, status para penonton bisa sebagai teman, keluarga, atau fans mereka para cowok futsal.
"Wkwkw Aland bakalan jadi mostwanted para cewek dinisi" batin Heyla yang geli sendiri melihat para perempuan disana salah fokus pada Aland. Melihat Aland memakai pakaian futsal memperjelas Aland salah satu yang akan bertanding
"Lo duduk disini aja" ucap Aland yang menemani Heyla mencari tempat duduknya. Banyak yang memperhatikan kejadian itu, mereka semua mengira Heyla pacar Aland dan membuat Heyla semakin geli dan merasa lucu sendiri. Dibalik penampilan yang sederhana dan style wajah culunnya Aland bisa melihat Perempuan didepannnya senyum menahan tawa
"Lo kenapa sih?"
"Hah? Kenapa?"
"Lo nahan ketawa kan? Ada yang salah sama gue" heran Aland menelusuri pakaiannya, ia merasa ada yang salah karena Atrus juga memperhatikan pakaiannya tadi
"Oh gak ada kok, dah sana teman Lo pada nunggu"
~Jangan lupa beri komentar dan follow Author nya yah ❤️~