"Lo nahan ketawa kan? Ada yang salah sama gue" heran Aland menelusuri pakaiannya, ia merasa ada yang salah karena Atrus juga memperhatikan pakaiannya tadi
"Oh gak ada kok, dah sana teman Lo pada nunggu"
Aland memberikan tatapan menyelidik pada Heyla, seolah ia yakin memang ada yang salah
"Gue serius, gak ada yang salah Land" terang Heyla yang tahu isi pikiran aland.
Karena teman-teman nya dilapangan menunggu sambil melihat mereka berdua Aland pun mengalahkan rasa penasarannya mengenai alasan Heyla tertawa dan menuju tempat teman-temannya sedang berkumpul. Tim mereka mengenakan baju merah sedangkan tim lawan mengenakan baju biru tua.
"Wess... Cewek Lo tuh?" Tanya teman Aland yang baru ini melihat Heyla
"Teman, teman satu sekolah"
"Anjir, baru aja Lo balik kesini setelah sekian lama langsung dapet gebetan aja Lo yah" goda yang lain
"Bacotlah Lo pada"
Pertandingan segera dimulai, mereka yang tadinya berkumpul sudah bubar ke tengah lapangan. Setelah teman-teman pergi lebih dahulu Aland melirik sekilas melihat keberadaan Heyla. Kini perempuan itu sedang duduk dikursi penonton sambil bermain ponselnya.
"Weh! Itu member baru??" Bisik-bisik para penonton cewek yang melihat Aland untuk pertama kalinya. Wajah tampan Aland dengan perawakan gagah tega dan tingginya tidak bisa tak terdeteksi oleh kaum hawa.
"Ganteng banget Omegad!" Histeris yang lain
Heyla yang mendengar itu sambil bermain ponsel nya tertawa kecil seolah ia tertawa karena sesuatu di hand phone, padahal ia asik mendengar bisikan-bisikan perempuan disamping dan disekitarnya.
Pertandingan futsal dimulai, tentu saja ada yang menjadi wasit bayaran dipertandingan ini, histeris para penonton yang terdiri dari dua kaum ini menjadikan pertandingannya seolah pertandingan besar.
"Kya!!! Gol!!" Teriak para penonton, setelah beberapa lama akhirnya salah satu tim berhasil mencetak gol ke gawang lawan. Kelompok yang mendapat poin pertama adalah tim biru
"Semangat!!" Teriak Heyla mengikuti para suporter lain, tidak ada yang ia kenal baik disebelah kanan dan kirinya jadi ia ikut-ikutan saja
"Phoenix!! Phoenix!!" Teriak para penonton
"Phoenix? Siapa itu? Oo... Mungkin nama tim, yang biru apa yang merah?" Pikir Heyla yang tidak tahu tim mana yang sedang disoraki
Dilain tempat Zuke, Sondia, Lily, Inka dan 4 orang yang berasal dari sekolah lain sedang duduk di sofa apartemen elit, tempat tinggal Zico sendirian meskipun rumah orang tuanya berada di kota yang sama. Ia lebih suka tinggal sendiri daripada bersama saudara dan orang tuanya dirumah.
"Yah! Gak masuk! s**t!" Umpat Zico yang gagal memasukkan bola billiar. Mereka ber 8 orang terdiri tadi 5 laki-laki.
"Eh, Lo ngajak kita bertiga untuk nonton kalian main doang hah?" Ucap Inka yang sudah muak menunggu ke lima laki-laki itu selesai bermain
"Sabar sayang, ucap laki-laki berkulit sawo matang dengan gigi putihnya yang dibehel. Pacar Inka dari SMA 3.
"Gue ada ide, karena kalian kekurangan mainan gimana kita cari cara bermain yang beda kali ini?" Ucap Zico yang masih berdiri disamping meja biliar
"Zico!" Kesal Sondia
"Huft....intinya aja" lanjut nya dengan pelan
"Ckckck, gue kira kalian lebih pandai bersenang-senang daripada gue. Daripada bermain dengan anak kecil sambil mengancam, membuat kan kue untuk mereka, kenapa kita tidak buat orang lain aja yang bekerja? Kita gak perlu capek-capek" ucap Zico yang masih saja bertele-tele. Anak kecil yang mereka maksud adalah orang miskin, orang yang mudah ditindas, pendiam, dan segala kriteria yang mudah dijadikan sasaran. Apalagi yang membuat mereka kesal baik sengaja atau tak sengaja.
"Argh.... Gue malas mikir k*****t. Maksud Lo kita bayar orang buat jahilin mereka?" Ucap Sondia
"Tunggu!" Potong Lily membuat mereka beralih menatap nya.
"Jangan bilang...., Lo mau jadi kambing hitam? Kayak kita buat anak-anak lain kesal dan nyerang dia, kita hanya perlu buat skenario" ucap Lily
Sondia yang berhasil mencerna kata-kata Lily langsung membulat kan mulutnya, ia tidak pernah terpikir mengenai rencana seperti ini setelah sekian lama.
"Setuju!" Ucap Inka
"Mantap, Otak Lo berfungsi beberapa saat tadi" ucap Zico dengan mengarahkan telunjuknya ke Lily sambil mengedipkan sebelah matanya .
"Jadi... Gimana rencananya?" Ucap Sondia
"Wait, jadi kami berempat yang kebetulan gak satu sekolah dengan Lo pada gimana? Gue rasa kami gak perlu nyimak" ucap Erik
"Belum, tapi tenang aja nanti Lo bakalan kebagian, games ini gak cuman disekolah nanti. Tapi juga diluar" ucap Sondia
Entah apa yang mereka rencanakan sebenarnya, yang jelas mereka melakukan itu untuk bersenang-senang bersama.
Di tempat pertandingan futsal permainan masih terus berlangsung dengan para suporter yang sebentar diam sebentar ribut, heyla yang kecapean berteriak sendiri kini memilih diam sambil mengamati pertandingan.
"Istirahat dulu!" Ucap teman Aland setelah mendengar Peluit yang menandakan istirahat sebentar semua pemain pergi ke pinggir lapangan untuk mengambil minum atau duduk sebentar, posisi kursi tempat mereka duduk dekat dengan kuris para penonton yang membuat mereka salah tingkah.
"Permisi.,." Ucap seorang perempuan yang memberanikan diri mendekati Aland
"Ya?"
"Gue boleh minta nomor w******p Lo gak? Atau akun i********:?"
Aland sebenernya risih saja dengan tingkah seperti ini, perempuan yang mendekati nya ini juga cantik dan sangat percaya diri. Akhirnya Aland memberi tahu nama akun i********: nya.
"Oh iya nama gue..."
Belum sempat perempuan itu menyelesaikan kalimatnya Aland pergi dari tempat duduknya, semua orang yang disana untuk menonton sedang salah fokus pada Aland hari ini, mara mereka mengikuti tempat kemana Aland pergi.
"Njir! Ngapain tuh bocah kesini?" Batin Heyla yang melihat Aland menatap nya, mata mereka bertemu dan Heyla memberikan tatapan Solah mengatakan "Lo ngapain? Jangan kesini"
"Nih anak buat malu anjay...." Umpat Heyla sambil menutup wajahnya sedikit, mata perempuan penasaran kini menelusuri badannya seolah ingin menilai
Setibanya dihadapan Heyla yang memang duduk dibarisan depan Aland menengadah kan tangannya seolah meminta sesuatu
"Apa?" Kesal Heyla pelan
"Minum, tadi Lo yang bawa kan"
Heyla merasa malu pada orang yang berada disampingnya dan mengeluarkan Tumblr dari tas kecilnya. Aland langsung mengambil minum itu, karena jahil nya sedang kumat ia berfikir akan ide yang menguntungkan nya.
"Hmm.... Kayaknya bakalan seru" batin Aland sambil tersenyum kecil, ia yang tadinya sudah hendak pergi kembali berbalik
"Apa?" Heran Heyla
"Thanks" ucap Aland sambil mengedipkan matanya
"Whoaa!!!!" Histeris para perempuan yang malah meleleh dengan tindakannya, Heyla yang melihat itu berhenti berkedip seketika.
"b*****t! Dia mau mau jadiin gue bahan gosipan apa?! Bisa-bisa gue keluar dari peradaban gue yang damai kalo begini" umpat Heyla. Bukanya baper dia malah takut para perempuan disini akan men stalking nya sampai ke akar. Kemampuan stalking cewek penasaran itu sangat mengerikan.
"Itu ceweknya? Kok biasa aja? Kacamata bulat bangetttt" bisik-bisik yang Heyla dengar
"Eh menurut gue dia cantik banget deh kalo dia gak nutupin dengan style kunonya" ucap yang lain dan otomatis membuat Heyla besar telinga
"Ternyata masih ada yang menyadari kecantikan gue, hahha" batin Heyla sambil tertawa kecil seperti orang gila
"Awas aja Lo Land, berani-beraninya Lo make nama gue buat nyelamatin diri dari cewek-cewek ini" kesal Heyla kembali
Pertandingan terus berlanjut sampai akhirnya tim berbaju merah mencetak gol terakhir sebagai pemenang.
"Gol!!!" Girang Heyla yang ikutan senang saat tim Aland berhasil menang
Aland juga sama girangnya dan ber TOS ria dengan yang lain, tak sengaja ia melihat Heyla yang juga bersorak dan senyuman nya merekah menampakkan gigi putihnya yang rapi. Heyla membalas senyuman itu dengan kedua jempolnya.
"Azzek,... Menang nih ya. Hadiahnya lumayan lagi" ucap Heyla yang sudah berada disamping Aland. Semua orang sudah mulai bubar atau asik berfoto
"Hadiahnya itu gak buat kami"
"Lah jadi? Masa kalian yang tanding orang yang nikmatin? Kalian ada bos?" Heran Heyla,
"Bukan, kami sepakat nyumbangin hadiahnya ke pantai asuhan"
"Aaa.... kalo itu sih gue setuju. Lagian Lo kan orang kaya! Sempat-sempatnya Lo harepin hadiah ginian"
"Perasaan tadi Lo deh yang protes gak adil kalo bukan kami yang make uang nya?"
Heyla termakan kata-kata dan hanya mengangkat bahu nya seolah tidak tahu apa-apa. Aland berbicara sebentar dengan teman-temannya dan membuat Heyla menunggu sebentar.
"Eh itu beneran pacar Lo?" Tanya teman se tim Aland
"Teman doang, sekelas kebetulan"
"Hahaha, awas jangan bikin dia baper soalnya polos banget nampak. Kenalin dong yaelah"
"Ck, lain kali aja deh, okeh? Bye" ucap Aland dan kembali menghampiri Heyla
"Udah? Kita langsung pulang kan?" Tanya Heyla.
"Serius? Lo mau langsung pulang?"
"Lah terus?"
"Gak mau pergi makan dulu gitu? Gak laper Lo nungguin gue?"
"Biasa aja kali, yaudah beliin gue seblak tapi gue makan dirumah aja, gratiskan?"
"Hahah, okedeh" tawa Aland
Mereka berdua segera keluar dari sana dan menuju parkiran
"Njir Lo bau keringat hahahaha" ceplos Heyla, otomatis Aland langsung malu sebenarnya tapi ia berusaha tetap cool
"Yaiyalah gue cowok baru olahraga, tapi kan gue gak bau ketek. Mending kayak kini daripada bau bedak bayi" bela Aland
"Ahahha, iyadeh iya..... Yang merasa maco"
Aland sebenernya kesal karena Heyla terlalu blak-blakan, ia segera melajukan motor nya dan masuk kedalam jalananan.
"Oh iya, seblak itu apa yah?" Batin Aland yang ingat akan pesanan Heyla, ia belum pernah mendengar makanan seblak
"Eh La, Seblak itu apa? Terus jualnya dimana?" Teriak Aland agar terdengar ke belakang
"Hah? Lo gak tahu seblak? Seriusan?"
"Maklum orang kota"
"Heh, justru orang kota jaman sekarang itu lebih suka makanan pinggiran, fiks Lo harus coba. Gue bakalan tunjukkan lokasinya dan kita makan di tempat"
Aland pun mengikuti pengarahan Heyla menuju tempat penjual seblak andalannya, tempatnya ramai dan terbuka seperti ditanah Abang. Kalau hujan bisa-bisa semua orang akan mendapatkan kuah tambahan dari langit.
"Ini... Tempat makan?" Tanya Aland. Ia bahkan berfikir dua kali untuk membeli nasi bungkus, karena selama ini dia selalu makan terbang ke restoran dan cafe yang berbeda-beda.
"Iya dong, menu nya banyak tahu. Tapi kali ini Lo harus nyoba seblak"
"Gue gak usah, Lo aja"
"Eits.... Percayalah ini enak. Berapa kali Lo gak percaya sama kata-kata gue dan ujung ujungnya nya ketagihan? Mulai dari mie pedas... Somay?"
Dengan terpaksa Aland pun mengikuti Heyla mencari tempat duduk, sebelum itu Heyla sudah memesan dua porsi seblak beserta minuman nya.
"Lihat, anak-anak muda semua kan? Gue, Ika, Rico, Rudy, dan Zuke sesekali nongkrong juga disini, belum sempat aja kita semua pergi bareng semenjak Lo pindah ke sini"
"Oohh.,... Ini kalo hujan seru nih" ucap Aland menatap ke langit
"Ahaha, yah kuah Lo bertambah dong"
Mereka berdua terus berbicara menunggu pesanan datang. Beberapa menit kemudian seblak yang Heyla tunggu sudah tersedia dimeja membuat Heyla kesenangan.
"Percaya lah ini enak, lumayan pedas tapi ternikmati kok"
"Lo suka pedas yah?"
"Gue suka semua makanan kecuali pahit, asal Lo tahu aja gue itu suka makan banyak .... sebanyak-banyaknya. Lo liat sendiri gue gak sekurus cewek-cewek lain"
"Badan Lo bagus kok, kurus banget juga gak cantik. Mending berisi kayak Lo. Asal Lo tahu aja banyak banget cewek pengen kurus se kurus-kurus nya padahal rata-rata cowok suka badan yang berisi kayak Lo"
"Uhukk!! Uhuk kkhk !" Batuk heyla yang merasa terserang oleh kata-kata Aland. Ia langsung minum untuk meredakan perih karena terdesaknya
"Woi, jangan terlalu jujur kali!" Kesalnya
"Lo aja jujur banget ngatain gue bau. Gue balas dong. Eh tapi yang gue bilang itu beneran. Lagian Lo tinggi dan Lo itu gak gendut! Jadi sempat Lo bilang Lo itu gendut bakalan gue suntik lemak Lo" terang Aland yang masih membahas body.
"Oke stop, alihkan bahasan nya" ucap Heyla yang tidak mau membahas hal mengenai badan perempuan
~Jangan lupa beri komentar dan follow Author nya yah ❤️ please~