"Temani aku yuk ke dapur," pinta Marshal. Ia membereskan lagi bukunya yang berserakan setelah ia mencari arti dari huruf aksara jawa itu.
"Kayak anak kecil wae Marshal, siang bolong minta anter ke dapur," protes Hasan. Ia juga turut membantu Marshal merapikan bukunya.
"Tunggu," ucap Hasan mencegah Marshal meletakkan tasnya di sudut ruangan.
"Ada apa?," tanya Marshal dengan sedikit kebingungan.
"Jangan letakkan di situ," tunjuk Hasan ke tempat yang ia sangka akan dijadikan Marshal tempat meletakkan tas ranselnya.
"Kenapa?," tanya Marshal lagi.
"Tidak aman. Aurelia."
Hasan sengaja mengucapkan kata Aurelia tanpa bersuara, ia hanya mengantisipasi jika gadis itu masih berusaha menjadi mata-mata untuk dirinya sendiri.
Menurut Hasan, Aurelia pasti sudah mengintai isi tas Marshal. I