Marshal kembali memfokuskan matanya melihat Bulan yang masih berdiri di jendela, Bulan memang masih kecil, tapi tatapan matanya pada Marshal sangat tidak mencerminkan anak seusianya. Gadis kecil itu seolah memang sedang mengintainya.
“Ah, mikir apa aku ini. Segala yang terlihat aneh, semua ku jadikan misteri dan ada keterkaitan dengan Pak Kades,” ucap Marshal pelan. Ia membuyarkan prasangka buruk yang bergelayutan di dalam pikirannya. Dan sebelum benar-benar pergi dari sana, Marshal melempar senyum kepada Bulan.
“Selamat tinggal Bulan. Semoga setelah ini kamu bisa mendapatkan hak kamu untuk bersekolah,” harap Marshal dalam hati.
Karena hari sudah semakin siang, Marshal bergegas melajukan motornya dan pulang ke Rumah Rongrawe setelah memastikan bahwa Aurelia sudah pulang. Ia kembali mela