“Saya pulang dulu Pak,” pamit Marshal.
Nampak gurat kekecewaaan di wajah Pak Kades ketika dengan terpaksa Marshal harus berpamitan pulang, karena ia memikirkan Aurelia yang sudah ia tinggalkan di sekolahan.
“Sayang sekali kamu harus pulang. Padahal perbincangan kita belum selesai, kisahnya masih panjang,” ucap Pak Kades penuh kecewa.
“Iya Pak. Maaf ya Pak,” ucap Marshal penuh sesal.
“Buk. Ini lo mantu mu mau pulang,” panggil Pak Kades yang memanggil Marshal dengan sebutan menantu.
Spontan Marshal mengalihkan pandangan matanya ke Pak Kades, ia tahu Pak Kades hanya bergurau namun ia perlu mencari kebenaran dari gurauan yang terlontar dari mulut lelaki itu.
“Bercanda Marshal. Gak usah kaget seperti itu,” ucap Pak Kades sambil mengalungkan tangannya ke pundak Marshal.
“Iya Pak. Lagian s