Marshal masih diam, ia masih membiarkan Pak Kades menimang benda pipih berlayar sentuh miliknya tersebut. Nanar di matanya seolah mengisyaratkan bahwa hatinya telah lama memendam rindu.
“Bapak kenapa?,” tanya Marshal kemudian.
Pak Kades masih menatap ponsel milik Marshal. Ia seolah tidak ingin kehilangan foto itu, ia nampak ragu ingin meminta foto itu pada Marshal untuk dipindah ke ponselnya. Sebab ia belum yakin dengan benar, jika gadis itu adalah putrinya.
“Kapan kamu dapat foto itu?,” tanya Pak Kades penuh selidik.
“Beberapa hari yang lalu Pak. Kenapa Pak?,” tanya Marshal penasaran.
“Itu Anisa, dan yang sebelahnya mungkin siswa yang memang bersekolah di situ,” jawab Pak Kades. Namun kedua manik mata lelaki itu seolah menyimpan sebuah harapan besar.
Marshal tahu apa yang sedang d