“Pak,” panggil Marshal pelan. Ia tidak perlu berteriak untuk memanggil lelaki yang sedang duduk sangat dekat dengannya. Ia hanya perlu memanggilnya ulang bila orang yang ia panggil itu tidak mendengar suaranya.
Namun Pak Kades sedang melamun sehingga ia tidak mendengar suara Marshal yang sedang memanggilnya, meski jarak mereka sangat dekat. Terpaksa Marshal harus memanggilnya ulang, “Pak Kades.”
Lelaki yang ada di depannya itu lalu terhentak, suara Marshal telah membuyarkan lamunannya. Pak Kades pun terpaksa harus mengingat apa yang ingin ia sampaikan kepada Marshal.
“Kamu tadi bertanya apa?,” tanya Pak Kades.
“Apa ya Pak,” ucap Marshal yang pura-pura lupa untuk mencairkan suasana. “Sepertinya harus diberi makan dulu Pak otaknya,” ucap Marshal kemudian. Tangannya lalu mengambil pisang