Sian berdiri dari duduknya. Sejak sepuluh menit yang lalu, ia berbincang dengan Arsen, dan ia nampak frustrasi karena Arsen terus mengatakan kalau Arsen akan pergi secepatnya.
"Lo mau pergi ke mana memangnya hah?" tanya Sian kesal karena Arsen tidak mau diajak bicara baik - baik.
"kamu ga perlu tahu. Aku akan menghilang dan kamu bisa menjalani kehidupan kamu seperti biasa. Dan.. Ah iya, aku titip Diana padamu. Kalau bisa, temukan pria hebat untuk membersamainya," pinta Arsen seraya berjalan ke meja belajar Sian dan menarik kursi yang ada di sana lalu mendaratkan tubuhnya di sana.
"Aku pinjam kertas dan pena. Aku akan menulis surat untuknya dan tolong kamu sampaikan padanya setelah aku benar - benar pergi," pintanya seraya meraih sebuah pena yang ada di meja dan selembar kertas dari buku