Musim dingin tahun ini, rasanya agak berbeda dengan tahun - tahun yang lalu. Mungkin karena tahun ini ia melalui banyak hal dan berakhir dengan mengenal pria misterius yang entah kenapa tak bosan - bosannya menempeli hidupnya. Kana, gadis itu bahkan menghela napas berkali - kali saat sebuah panggilan masuk di teleponnya yang menampilkan nama Axen.
Lihatlah. Pria itu sepertinya tidak ada pekerjaan selain mengganggu ketenangan Kana. Gadis itu kini menatap jengah layar ponselnya yang berkedip.
"Kak, angkat tuh teleponnya." Kuna yang kini tengah membaca merasa terganggu dan meminta kakaknya itu segera mengangkat telepon kakaknya itu.
Kana nampak mendengkus sebentar lalu berlalu dari kamar. Ditempelkannya benda berbentuk pipih itu ke samping telinga setelah menggeser panel hijau itu ke bawa